Sebagai orang percaya kita memegang perintah Tuhan untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Pernahkah kita merenungkan mengapa kita harus mengasihi?

Karena itu adalah perintah Tuhan Yesus. Yes, benar sekali. Tapi terlepas itu adalah perintah Tuhan Yesus yang mutlak harus kita lakukan sebagai orang percaya, mengapa kita harus mengasihi?

Mari kita membaca Alkitab kita di Surat Pertama Yohanes: 1 Yohanes 4: 7-21.

Alasan pertama mengapa kita harus mengasihi adalah:

‘Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. ‘

1 Yohanes 4:19

Ya, alasan pertama karena Allah telah lebih dahulu mengasihi kita. Namun hal ini jangan sampai disalahmengerti, karena ini bukanlah transaksional: kamu saya beri jadi kamu juga harus berikan yang sama kepada saya. Bukan, bukan seperti itu, ini adalah bagian dari hakikat kita sebagai mahkluk hidup dan terutama sebagai manusia.

Saat kita merasa dikasihi maka seharusnya kebutuhan jiwa kita, kebutuhan batin kita dicukupkan sehingga kita tidak merasa kekurangan kasih, kebutuhan untuk dikasihi dan karena kita merasa cukup atau bahkan lebih itu akan membuat kita dapat mengasihi orang lain, mengasihi yang lain.

Alasan yang kedua, mengapa kita harus mengasihi adalah:

Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

1 Yohanes 4:21

Apabila kita merasa dikasihi oleh Allah, bahkan seperti di atas karena Allah telah terlebih dulu mengasihi kita maka secara naluri/ insting yang normal kita akan otomatis mengasihi Allah. Adalah normal secara naluri, bahkan juga dimiliki oleh hewan apabila merasa dikasihi, maka ia pun akan mengasihi orang yang mengasihinya terlebih dulu.

Bila kita sungguh mengenal pribadi Allah, dan menyadari betapa besar kasihNya kepada kita maka seharusnya kebutuhan kita sebagai manusia untuk dikasihi tidak ada lagi, bahkan justru kita memiliki kasih yang berlimpah-limpah yang ingin kita bagikan kepada orang lain, kepada mahkluk ciptaan Tuhan yang lain, terlebih mereka yang kita anggap sebagai saudara.

Tapi mengapa sulit untuk mengasihi? Kemungkinan karena hati kita mengalami kekurangan kasih Allah.

Bagaimana bisa? Dosa, perasaan-perasaan negatif yang muncul sebagai respon hati terhadap suatu situasi akan menyedot kasih Allah yang ada di hati kita. Dari yang awalnya kita merupakan pribadi yang dipenuhi kasih Allah, menjadi pribadi yang kekurangan kasih.

Itulah mengapa kita perlu dan bahkan harus mengisi waktu-waktu kita dengan Firman Tuhan, dengan perkataan Tuhan, merenungkan Firman Tuhan setiap waktu, ya setiap waktu. Bahkan Firman Tuhan menjadi referensi, menjadi panduan dalam setiap langkah, pada saat memilih untuk membuat keputusan. Firman Tuhan akan menjaga hati kita sekaligus menjadi pedang untuk melawan setiap pemikiran, setiap perasaan negatif yang akan menyedot kasih Allah di dalam hati kita. Jagalah hati kita dengan segala kewaspadaan kata Firman Tuhan.

Pengenalan Allah sekali lagi adalah kunci agar kita bisa mengasihi sesama. Kita tidak akan bisa mengasihi orang lain jika kita tidak mengenal Allah. Karena melalui pengenalan akan Allah kita juga akan mengetahui, menyadari, dan mengalami kasih Allah. Dan saat kita merasa dipenuhi kasih Allah maka mengasihi sesama bukanlah hal yang sulit atau bahkan terlalu sulit untuk dilakukan, bahkan kepada orang yang jahat kepada kita sekalipun.

Sebagai penutup, mari kita bayangkan kasih Allah pada salah satu peristiwa yang dialami oleh Tuhan Yesus.

Pada saat Tuhan Yesus didera, dicambuk di hadapan massa, orang Israel, bayangkan perasaan Tuhan Yesus pada saat itu…..

Manusia yang merupakan ciptaanNya, bangsa Israel yang merupakan bangsa pilihanNya melakukan penyiksaan fisik dan mental kepadaNya….

Apakah Tuhan Yesus merasa sedih…. ?

Ataukah Tuhan Yesus merasa kesal…. ?

Atau marah…. ?

Apa perasaan Tuhan Yesus pada saat itu…? Bisakah kita menggambarkannya?

Doa:

Ya Tuhan, ampuni kami jika kami seringkali lupa. Ampuni kami jika kami seringkali egois.

Ajari kami Tuhan untuk mengenal pribadiMu lebih lagi, agar kami menyadari dan merasakan betapa besarnya kasihMu kepada kami.

Ajari kami Tuhan.

Amen.

Image by freepik

Quote of the week

“Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan yang merenungkan taurat itu siang dan malam.”

~ Mazmur 1

Designed with WordPress

Eksplorasi konten lain dari Kucinta Alkitabku

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca