Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Kategori: Rhema #iLoveMyBible

  • Renungan Mazmur 112 – Sering Merasa Kuatir? Jadilah Orang Benar

    Renungan Mazmur 112 – Sering Merasa Kuatir? Jadilah Orang Benar

    Tuhan ingin meyakinkan kita bahwa menjadi orang benar yang benar di mata Tuhan itu sangat banyak sukacitanya.

    “They will have no fear of bad news;
    their hearts are steadfast,
    trusting in the Lord.
    Their hearts are secure, they will have no fear;
    in the end they will look in triumph on their foes.”

    ‭‭Psalms‬ ‭112‬:‭7‬-‭8‬ ‭NIV‬‬

    Salah satunya terkait respon hati.

    Dari 2 ayat ini kita bisa belajar satu hal baru, yaitu bila kita seringkali mengalami perasaan takut, cemas, insecure, overthinking berarti ada yang kurang benar di diri kita.

    Karena 2 ayat di atas menggambarkan beberapa ciri respon hati yang dimiliki oleh orang benar : hatinya tetap/ tenang, teguh, percaya penuh kepada Tuhan sehingga ia tidak takut kepada kabar celaka/ kabar buruk, termasuk yang belum terjadi (kecemasan, kuatir, overthinking). Namun ketenangan dan keyakinannya itu tidak lantas membuat dirinya tinggi hati, sehingga menyepelekan situasi, menyepelekan lawan-lawannya, ia tetap prepare, tetap mempersiapkan diri, tetap aware – berjaga-jaga.

    Bukankah begitu sering kita mengalami kecemasan, kekuatiran, bahkan ketakutan sehingga merusak hari-hari kita?

    Perasaan itu hadir karena kita tidak merasa aman/ secure. Sehingga yang kita butuhkan itu rasa aman.

    Di mana kita bisa mendapatkan rasa aman itu? Rasa aman itu ada saat kita bersama-sama dengan Tuhan. Di situlah terletak rasa aman yang absolut.

    Bagaimana caranya agar bisa bersama-sama dengan Tuhan? Sesungguhnya Tuhan itu sudah ada bersama-sama dengan kita, justru tinggal kitalah yang perlu mengalihkan fokus kita kepada Tuhan yang ada dekat kita, apakah kita sadar?

    Seperti kita duduk bersama dalam satu meja di coffee shop, bayangkan Tuhan sedang berbicara ke kita, tapi tangan kita dan pikiran kita sedang sibuk chat WA. Apa yang Tuhan sampaikan itu tidak akan masuk dalam hati kita walaupun wajah kita tersenyum kepadaNya.

    Tahun 2025 sudah mau selesai, kita akan memasuki tahun yang baru.

    Mari kita memaksa diri kita untuk belajar lebih fokus lagi kepada Tuhan di hari-hari ke depan. Tinggalkan semua ketakutan, sisakan 1 saja yaitu takut untuk membuat Tuhan sedih. Saya percaya hati kita akan fully secured, akan aman sepenuhnya karena Tuhan senantiasa menyertai hari-hari kita.

    Doa

    Ya Tuhan,

    Maafkan aku bila selama ini aku sibuk sendiri dengan pikiranku, dengan perasaanku, dengan kesibukanku. Aku mengabaikan Engkau yang dengan sabar menunggu aku untuk fokus kepada-Mu.

    Panggil aku dong Tuhan, colek aku, tegur aku juga gak apa-apa. Supaya aku tidak semakin terjerumus dalam kecemasan dan ketakutanku sendiri.

    Aku mau menjadi orang yang memiliki hati yang tenang, teguh, penuh percaya kepada Engkau.

    Dalam nama Tuhan Yesus.

    Amin

  • Renungan Mazmur 107 – Terbebas dari Kuasa yang Menyesakkan

    Renungan Mazmur 107 – Terbebas dari Kuasa yang Menyesakkan

    Selama kita hidup pasti mengalami berbagai pergumulan.

    Siapa yang berkuasa atas diri kita akan menentukan bagaimana perasaan kita, bagaimana respon hati kita, dan bagaimana sikap kita.

    “Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!
    Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
    Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus Tuhan, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan.”

    ‭‭Mazmur‬ ‭107‬:‭1‬-‭3‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/psa.107.1-3.TB

    Benar adanya bahwa ada perang di alam roh, perang yang memperebutkan jiwa-jiwa. Jiwa kita manusia.

    Iblis selalu berusaha mengikat manusia agar jatuh dalam dosa, agar menjauh dari Tuhan dengan segala macam tipu daya nya, dan kuasanya.

    Manusia akan mengalami kesesakan, kecemasan, lemah lesu, dan lain sebagainya karena mereka melakukan apa yang diarahkan oleh kuasa jahat yang mempengaruhi jiwa mereka.

    1. Tersesat di padang belantara (ayat 4)
    2. Memberontak terhadap perintah Allah dan menista nasihat Roh Kudus (ayat 10)
    3. Sakit karena dosa (ayat 17)
    4. Mengalami bencana (ayat 23)
    5. Akibat kejahatan orang lain (ayat 33)

    Tuhan akan membebaskan apabila kembali kepada Tuhan, berseru-seru meminta pertolonganNya.

    Apakah akhir-akhir ini kita sedang mengalami kesesakan dan kecemasan?

    Berserulah kepada Tuhan untuk meminta kelepasan dan pembebasan dari Tuhan.

    Doa

    Ya Tuhan, tolong kami Tuhan

    kami yang dikuasai oleh kuasa jahat.

    bebaskan kami Tuhan. Engkau saja yang berkuasa atas kami ya Tuhan.

  • Renungan Advent 5 – Kita tidak perlu menanti lagi

    Renungan Advent 5 – Kita tidak perlu menanti lagi

    Apakah anda sedang menunggu jawaban Tuhan?

    Sudah berapa lama anda menanti?

    “Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon.
    Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.

    Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: ”Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”

    Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.”
    ‭‭Lukas‬ ‭2‬:‭25‬-‭33‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/luk.2.29-33.TB

    Ya kita semua sedang menunggu, menunggu kedatangan Tuhan, namun dalam konteks yang berbeda-beda.

    Jika anda menunggu janji Tuhan seperti Simeon menunggu, sepertinya kita harus bertanya lagi dalam doa kepada Tuhan. Benarkah Tuhan?

    Karena Tuhan Yesus sudah datang dan membebaskan umat manusia, berarti sudah tidak ada lagi yang harus ditunggu bukan?

    Sesungguhnya Tuhan dekat sekali dengan kita, Tuhan ada di hati kita. Tuhan sedang duduk di pojok, di sebelah kita menunggu kita mengalihkan pandangan kepadaNya.

    Saat kita ada dalam pergumulan seringkali fokus pandangan kita adalah diri kita sendiri, bagaimana supaya survive, supaya selamat. Kita mencari jalan, mencari cara supaya jangan semakin menderita. Pikiran kita sibuk. Apabila kita berdoa, kita fokus pada solusi yang menurut kita akan mengeluarkan kita dari kesusahan. Namun itu tidak kunjung ada, kita bertanya sama Tuhan, di mana Engkau Tuhan?

    Kabar baiknya, kita tidak perlu lagi menanti lama asalkan kita mengalihkan pandangan kita kepada Tuhan. Yang sebelumnya kita mencari jalan keluar, sekarang kita cari Tuhannya, kita cari suaraNya. Maka kita bisa mendengar Tuhan yang akan menuntun kita.

    Ubah doa kita, ubah permintaan kita karena Tuhan benar-benar sedang menunggu kita mengalihkan pandangan saja. Dan hanya kita yang bisa mengalihkan pandangan. Tuhan sudah mengirimkan sinyal, tanda, dan sebagainya untuk menarik perhatian kita tapi kalau kita masih fokus ke masalah kita maka kita tidak bisa melihat penyediaan dan jalan Tuhan bagi kita.

    Doa

    Ya Tuhan,

    Peace ✌🏼 mohon ampun ya Tuhan, kalau selama ini tidak menyadari bahwa Engkau dekat sekali dengan aku. Aku sibuk sendiri dengan pikiran dan perasaanku.

    Jewer ya Tuhan, tarik aku kalau perlu jangan sampai aku makin jatuh semakin dalam.

    Amin

  • Renungan Advent 4 – Merasa Terancam

    Renungan Advent 4 – Merasa Terancam

    Kelahiran Messias ke dunia tidak seluruhnya disambut gembira oleh orang-orang yang mengetahuinya, justru ada yang tidak suka karena merasa posisinya jadi terancam.

    “Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.”

    ‭‭Matius‬ ‭2‬:‭16‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/mat.2.16.TB

    Apapun yang direncanakan sejak awal setelah mengetahui informasi kelahiran Mesias dari para orang majus itu, dan juga dikonfirmasi dari para ahli taurat, itu pastilah bukan sesuatu yang baik, yang merupakan bentuk sukacita.

    Herodes merasa terancam posisi dan kedudukannya saat ia mengetahui Mesias lahir. Yang pasti ia takut bahwa ada raja yang lebih besar dan kuat yang sudah diramalkan sejak ratusan bahkan mungkin ribuan tahun lalu.

    Saat ada suatu kenyamanan yang kita rasakan seperti akan direnggut dari kita, maka manusia daging kita pasti akan menghindarinya bahkan menolak jauh-jauh.

    Dalam hidup ini, tidak selalu dalam bentuk Tuhan yang datang di hadapan kita secara visual. Namun Tuhan bisa datang dalam bentuk Firman yang mengarahkan kita kepada suatu hal yang baru, yang mungkin pada saat itu kita berpikir itu merupakan sesuatu hal yang akan menyulitkan atau menyusahkan hidup kita.

    Padahal Firman Tuhan itu adalah tuntunan hidup yang akan membawa kita pada hidup berkemenangan. Namun karena kita takut tidak enak/nyaman, kita menolak itu semua. Bahkan saat kita sedang dalam kesukaran atau penderitaan seringkali kita menolak tuntunan, kita menolak mengikuti Firman Tuhan yang akan membawa kita mengikuti rencana untuk menuju kepada janji Tuhan. atas hidup kita. Itulah mengapa Tuhan Yesus berdoa meminta kepada Bapa agar mengampuni orang-orang yang terlibat dalam penyalibanNya, karena Tuhan Yesus tahu mereka tidak tahu, mereka tidak mau menerima figur Yesus yang tidak sesuai dengan apa yang mereka bayangkan selama ini.

    Bagi kita yang sedang berjalan bersama dengan Tuhan, siapkan hati selalu untuk terbuka ata semua tuntunan Tuhan. Perkataan, perintah, dan bahkan laranganNya harus kita pahami, renungkan, dan jalankan dalam kehidupan kita sehari-hari.

    Agar rencana dan janji Tuhan benar-benar terwujud dalam hidup kita. Izinkan Tuhan masuk ke dalam hati kita dan menguasai hidup kita.

    Doa

    Ya Tuhan,

    Kami seringkali menolak Engkau saat Firmanmu mengarahkan kami kepada hal-hal yang menjauhkan kami dari sesuatu yang sudah nyaman bagi kami.

    Kuasai kami Tuhan, pegang erat tangan kami dan tarik kami saja Tuhan jika kami ragu atau takut.

    Dalam nama Tuhan Yesus,

    Amin

  • Renungan Advent 3 – Ramalan Kelahiran Messias sampai ke Timur

    Renungan Advent 3 – Ramalan Kelahiran Messias sampai ke Timur

    “Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: ”Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.””
    ‭‭Matius‬ ‭2‬:‭1‬-‭2‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/mat.2.1-2.TB

    Ramalan tentang kelahiran Messias sepertinya juga sampai ke Timur. Orang Majus adalah orang-orang terpelajar, yang mempelajari astrologi atau alkemi. Pada saat mereka melihat bintang ⭐️ itu yang mungkin disertai fenomena yang lain, yang tidak biasa pasti mereka mencari referensi apa yang dimaksud dari fenomena tersebut?

    Di mana dia raja orang Yahudi yang baru dilahirkan? Pertanyaan tersebut menggambarkan kesimpulan atas fenomena alam yang mereka dapati di tempat asal mereka.

    Yang paling penting bukanlah fenomena dan arti atas fenomena bintang yang mereka lihat di Timur sana, melainkan kenyataan bahwa mereka bergerak datang ke Betlehem untuk menyembah dan memberikan persembahan kepada bayi Yesus. Kalau dalam konteks kita saat ini adalah apakah kita bergerak melakukan yang seharusnya dilakukan di saat kita melihat atau mendengar suatu mukzizat atau kesaksian atau bisa kita sebut juga tanda-tanda heran yang dibuat Tuhan?

    Apakah kita bergerak karena meyakini bahwa itu Tuhan seperti mereka bergerak karena yakin bahwa yang lahir itu adalah raja orang Yahudi yang akan berpengaruh di seluruh dunia?

    Supaya kita yakin apa yang kita saksikan atau kita dengar itu adalah karya Tuhan, dan bergerak karena terinspirasi atau meresponinya diperlukan suatu pengenalan yang benar akan Tuhan. Semakin dalam pengenalan kita maka semakin peka kita, semakin benar respond dan sikap hati serta perbuatan kita kepada Tuhan. Kita bergerak sesuai dengan rancangan Tuhan.

    Bukan hanya peristiwa kelahiran Yesus di Betlehem tapi setiap hari Tuhan membuat mukzizat di hidup kita. Sadarkah kita? Tahukah kita bahwa itu adalah karya Tuhan? bahwa itu adalah Tuhan? Dan bagaimana kita merespons atas hal-hal luar biasa yang kita temukan sehari-hari? Hal-hal yang seperti kebetulan yang kita temui, Apakah kita diam saja?

    Doa

    Ya Tuhan, terimakasih atas rhema yang Tuhan sampaikan hari ini.

    Kami mengerti sekarang bahwa kami perlu mengenal Engkau lebih dalam agar hidup kami semakin benar di hadapanMu ya Tuhan.

    Ajari kami, tuntun kami setiap waktu ya Tuhan.

    Amin.

  • Renungan Advent 2 – Menerima Tuhan dalam Hati Kita

    Renungan Advent 2 – Menerima Tuhan dalam Hati Kita

    Jangan sampai kita kehilangan kesempatan untuk terlibat bersama Tuhan menciptakan karya yang luar biasa dalam hidup ini.

    Dalam peristiwa kelahiran Tuhan Yesus, para pemilik penginapan tanpa mereka sadari mereka melewatkan kesempatan menjadi rumah tempat Tuhan Yesus dilahirkan.

    “Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

    ‭‭Lukas‬ ‭2‬:‭6‬-‭7‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/luk.2.6-7.TB

    Tuhan memilih tempat kelahiranNya ke dunia dengan sangat indah. Tuhan memilih lahir di kandang hewan yang mungkin jauh dari sederhana. Seandainya para pemilik penginapan itu tahu bahwa mereka membawa bakal bayi Yesus

    Ibarat hati kita adalah penginapan dan pikiran kita adalah penginapan. Apakah kita akan membuka hati kita, meminta Tuhan masuk dan mungkin mempersilahkan Tuhan masuk di kamar kita yang terbaik.

    Dengan menerima Tuhan di dalam hati maka kita masuk dalam rencana Tuhan. Kita sebagai tuan rumah bisa melayani Tuhan, kita bisa mendengar Ia berbicara, bahkan kita bisa diskusi, bercerita. Dan mungkin juga kita diajak Tuhan untuk mengerjakan sesuatu bersama-sama dengan Tuhan. Seru ya…

    Apakah kita sudah menerima Tuhan di hati kita? Melayaninya sebagai tamu Agung di hati kita? Dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk berinteraksi dengan Tuhan? Termasuk ngobrol sambil minum teh?

    Doa

    Ya Tuhan, apakah benar itu Engkau?

    Yang tinggal dalam hatiku sekarang?

    Aku serahkan hati, pikiran, tubuh, dan jiwaku kepadaMu ya Tuhan. Biarlah hadiratMu menguasai diriku dari dalam. Aku mau ikutan Tuhan dalam rencanaMu. Pakai aku, bahkan jika Engkau perlu seseorang untuk melakukan hal-hal kecil untuk Engkau.

    Amin.

  • Renungan Mazmur 102 – Berdoa di Kala Lemah Lesu

    Renungan Mazmur 102 – Berdoa di Kala Lemah Lesu

    “Doa seorang sengsara, pada waktu ia lemah lesu dan mencurahkan pengaduhannya ke hadapan Tuhan.”
    ‭‭Mazmur‬ ‭102‬:‭1‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/psa.102.1.TB

    Kesengsaraan pasti menimpa setiap manusia, siapa pun dia, apa pun statusnya. Kesengsaraan yang subyektif, namun tetap saja itu sengsara bagi yang merasakan. Kesengsaraan kurang lebih sama dengan kekayaan atau kesuksesan.

    Kemanakah kita berlari saat perasaan kita merasa tidak mampu dan tidak sanggup lagi menghadapi situasi dan kondisi yang ada?

    Kemanakah kita mencari pemulihan saat hati kita begitu sengsara, menderita?

    Ada banyak opsi yang ditawarkan oleh dunia.

    Dan ada satu opsi yang ditawarkan oleh Tuhan.

    Pada saat kita mengalami sengsara, bagi orang yang merasa kenal dengan Tuhan mungkin akan berdoa untuk meminta kesengsaraannya dihapuskan, atau mungkin meminta pemulihan, atau terobosan dalam hidupnya.

    Namun apakah kita benar-benar percaya?

    Apakah kita benar sungguh-sungguh percaya kalau Tuhan pasti akan membawa kita melewati kesengsaraan kita?

    Kita harus sungguh-sungguh percaya bahwa hanya Tuhan yang mampu untuk memulihkan kita dari kesengsaraan yang sedang kita alami, hanya itu syaratnya tidak ada yang lain.

    Itu berarti hanya satu opsi yang akan kita pilih, opsi dari Tuhan.

    Ayo kembali kepada Tuhan! Ayo kembali ke gerejaNya agar kita berada di lingkungan / kumpulan yang bergerak kepada Tuhan. Kita harus ikut arusnya Tuhan, kita harus masuk dalam kumpulan dombanya Tuhan. Jangan menunggu di luar karena di luar kumpulan domba Tuhan kita akan tergulung dalam arus dunia, alih-alih terlepas dari kesengsaraan kita justru akan mati.

    “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”
    ‭‭Markus‬ ‭11‬:‭24‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/mrk.11.24.TB

    Doa

    Ya Tuhan,

    Terimakasih atas firmanMu hari ini.

    Kami diingatkan lagi untuk sungguh-sungguh percaya kepadaMu ya Tuhan.

    Tuhan jika Engkau melihat kami ada di luar kumpulan domba-dombaMu, tarik kami masuk ya Tuhan. Utuslah siapa pun juga untuk menarik kami masuk kembali ke dalam kumpulanMu.

    Mampukan kami mengenali dan mendengar tuntunanMu, karena kami mau percaya Engkau akan membawa kami melewati lembah kesengsaraan ini.

    Kami mau lepaskan seluruh ikatan kuasa jahat yang membuat kami tidak bisa berjalan bersamaMu ya Tuhan.

    Dalam nama Yesus, Amin

    Dan kiranya kasih karunia Tuhan senantiasa besertamu 🖐🏼 Amen

  • Renungan Advent 1 – Rencana Tuhan Pasti Terjadi

    Renungan Advent 1 – Rencana Tuhan Pasti Terjadi

    Pernahkah kita membayangkan situasi apabila sensus jiwa dilakukan di Indonesia seperti pada waktu Tuhan Yesus dilahirkan? Dimana semua orang harus kembali ke tempat asalnya?

    Begitu banyak kekacauan yang akan terjadi, bukan hanya di tempat tujuan, tapi juga di tempat domisili mereka saat itu.

    Peristiwa sensus itu pasti dicatatkan dalam sejarah, sensus yang diadakan oleh bangsa Romawi, bangsa yang tingkat literasinya cukup tinggi, yang memiliki budaya atau kebiasaan untuk mendokumentasikan berbagai peristiwa penting dalam sejarah mereka.

    “Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
    ‭‭Lukas‬ ‭2‬:‭1‬-‭3‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/luk.2.1-3.TB

    Pernahkah kita memikirkan apabila sensus tersebut tidak diadakan, apakah Tuhan Yesus tetap dilahirkan di Betlehem?

    Ya, Tuhan Yesus tetap akan lahir di Betlehem, dan kemungkinan besar pastinya dari seorang perawan yang suci dan tulus hatinya seperti Maria., sesuai yang sudah direncanakan Allah.

    Rencana kelahiran Tuhan Yesus, Sang Mesias ini sudah fixed, bahkan juga tertulis dalam kitab-kitab Nabi, seperti hasil penelusuran orang Majus, dan ahli-ahli kitabnya Herodes.

    Dan satu hal yang luar biasa juga adalah timing kelahiran Tuhan Yesus ini pun bertepatan dengan momen sensus di zaman Kaisar Agustus. Sensus ini adalah momen bersejarah yang tentunya bisa dilacak kebenaran peristiwanya.

    Rencana Tuhan, atau janji Tuhan pasti terjadi. Dan bila kita renungkan momentumnya begitu cantik, dan seringkali bahkan tidak kita sadari jika kita tidak peka, seperti bangsa Israel pada waktu itu.

    Bangsa Israel memang menantikan kedatangan Mesias, namun mereka tidak punya bayangan bagaimana Mesias itu akan datang. Mereka membangun persepsi sendiri akan kedatangan Mesias berdasarkan apa yang mereka dengar turun temurun. Mereka sesungguhnya tidak paham konsep sebenarnya apa yang disampaikan Tuhan melalui para Nabi. Sama seperti janji Tuhan kepada Abraham, Abraham tidak bisa membayangkan keturunannya seperti bintang di langit itu seperti apa? Juga Yusuf saat mendapatkan mimpi tentang bagaimana ikat gandum saudara-saudaranya tunduk pada ikat gandumnya.

    Mengharapkan kedatangan Mesias di dalam dunia ini seperti mengharapkan terobosan atas masalah dan pergumulan kita di dunia.

    Tuhan Yesus sudah lahir di timing momentum yang luar biasa dan dengan cara yang cantik.

    Janji Tuhan, rencana Tuhan atas hidup kita juga akan terwujud di timing momentum yang luar biasa dan juga dengan cara yang cantik.

    Dan banyak orang akan mengakui bahwa itu Tuhan.

    Tetaplah menanti-nantikan janji Tuhan terwujud atas hidup kita, bukan hanya dari logika dan pikiran karena Tuhan sudah bilang begitu tapi justru nantikan Tuhan dari hati dan kerinduan yang begitu besar.

    Dalam penantian itu, jaga selalu hubungan dan komunikasi kita dengan Tuhan. Yang erat dan intim. Agar kita bisa mengikuti caraNya Tuhan, merasakan momentumNya Tuhan. Agar jangan sampai kita terlewat, tidak siap, dan akhirnya kita tertinggal seperti 5 perempuan yang bodoh dalam perumpamaan Tuhan Yesus.

    Doa

    Ya Tuhan,

    Dari timing kelahiranMu ke dunia kami sadari lagi bahwa begitu luar biasa rancangan dan pekerjaan tanganMu. Aku terkagum tak bisa berkata-kata saat menyadarinya.

    Ya Tuhan,

    RancanganMu atas hidupku dan keluargaku pasti juga luar biasa kan ya Tuhan? Taruh selalu dalam hati kami bahwa kami adalah bagian dari rancangan Tuhan atas dunia ini, kami adalah salah satu “pemeran” agar rancanganMu jadi.

    Dan kami percaya, Engkau akan menyertai hidup kami agar rancanganMu jadi.

    Buka hati, telinga, dan mata kami ya Tuhan, dan yang terpenting beri kami hikmat agar saat waktunya datang kami bisa turut bersama-sama dengan Engkau.

    Amin

  • Renungan Mazmur 103: Berpegang pada Perjanjian-Nya

    Renungan Mazmur 103: Berpegang pada Perjanjian-Nya

    Bagi sebagian besar kita yang percaya, yang memiliki iman kristiani senantiasa didoktrin untuk selalu berpegang pada janji Tuhan.

    “Tetapi kasih setia Tuhan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya.”
    ‭‭
    Mazmur‬ ‭103‬:‭17‬-‭18‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/psa.103.17-18.TB

    Kasih Tuhan akan ada atas orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya, pada janji-Nya.

    Kita perlu lebih cermat lagi atas kata janji di ayat ini, karena seringkali yang kita tangkap, yang kita pahami, dan yang kita jadikan pegangan itu adalah Tuhan yang berjanji. Padahal kalau disimak dengan baik di situ tertulis “perjanjian”, bukan hanya “janji”. Sehingga itu berarti ada janji yang dibuat oleh minimal 2 pihak, seperti dalam sebuah perjanjian kerjasama/ MOU, pihak pertama akan melakukan kewajibannya, begitu pula pihak kedua juga punya kewajiban yang harus dilaksanakan.

    Sayangnya kita seringkali menuntut pihak Tuhan untuk melakukan janji-Nya padahal kita sendiri tidak melakukan kewajiban kita.

    Memang hubungan dengan Tuhan bukan merupakan hubungan transaksional. Jika melakukan A maka akan mendapat B dari pihak sana, bukan begitu. Karena apa yang diberikan Tuhan jauh lebih besar, bahkan tak ternilai dari apa yang bisa kita lakukan bagi Dia. Tapi itu bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa atau tidak sungguh-sungguh melakukan apa yang seharusnya kita lakukan dalam hubungan kita dengan Tuhan.

    Dalam hubungan suami istri, ada hal-hal yang harus dilakukan oleh suami, dan ada yang harus dilakukan oleh istri sesuai perannya masing-masing, dan bukan hanya berkaitan dengan tugas dan fungsi, namun dalam hubungan jika ingin diperhatikan maka hendaknya kita memberikan perhatian, jika ingin disayang, hendaknya kita menunjukkan sayang kita. Tidak bisa kita diam saja dan menuntut pasangan kita melakukan itu dan berpikir itu adalah tugas dia yang harusnya dia lakukan, sementara kita tidak sadar dan sengaja melupakan, tidak mau tahu yang bagian kita.

    Demikian pula dengan Tuhan, seringkali kita kecewa dan marah sama Tuhan karena seperti Tuhan tidak menepati janji-Nya.

    Kita terlalu fokus pada diri kita, sehingga janji-Nya untuk kita itulah yang kita tunggu-tunggu, yang kita tuntut untuk digenapi Tuhan. Bukan pribadi-Nya, bukan hubungan dengan-Nya. Sehingga saat apa yang kita tunggu-tunggu tadi tidak kunjung datang kita kecewa, kita marah, kita kepahitan, kita akhirnya tidak mau lagi berurusan dengan Tuhan.

    Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.”
    ‭‭
    Mazmur‬ ‭103‬:‭13‬-‭14‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/psa.103.13-14.TB

    Seharusnya kita fokus untuk mengasihi Bapa, melayani Bapa, mengerjakan apa-apa yang menjadi titah-Nya di kalimat lanjutan ayat 18 di atas. Janganlah kita hanya fokus pada kalimat pertama dan menutup kalimat kedua. Kita fokus untuk mengerjakan peran kita sebagai anak, tugas kita sebagai seorang anak dalam keluarga Tuhan.

    Jika fokus kita benar, jika kita bangun hubungan yang intim dengan Tuhan, mengerjakan panggilan kita, apa yang menyukai hati Tuhan, membuatnya happy dan proud, pasti Tuhan tidak akan tanggung-tanggung dengan kita.

    Apakah kita masih ada rasa kecewa dengan Tuhan?

    Atau bahkan marah, dan kepahitan dengan Tuhan?

    Ayo kita datang kepada Tuhan, kita sampaikan semuanya, kita mohon ampun pada Tuhan, dan mari ke depannya kita mulai fokus mengenal Tuhan, mengenal pribadiNya bukan hanya dari teori tapi benar-benar sebagai pribadi yang selalu ada bersama-sama dengan kita, yang tinggal di hati kita.

    Amin

  • Renungan Mazmur 101: Raja yang Bernazar

    Renungan Mazmur 101: Raja yang Bernazar

    Mazmur Raja Daud yang bernazar kepada Tuhan.

    Pernahkah kita bernazar? Bernazar dalam hal apa? Dan bagaimana progresnya, apakah anda menepati nazar anda?

    Nazar adalah janji komitmen dari hati dan biasanya bersifat spiritual.

    Di Mazmur 101 ini kita bisa melihat bagaimana dan apa yang menjadi komitmen Raja Daud kepada Tuhan:

    1. Hidup yang tidak bercela.
    2. Hidup dalam ketulusan hati.
    3. Menjaga penglihatan.
    4. Membenci perbuatan murtad.
    5. Menjaga hati yang lurus.
    6. Menghindari kejahatan.
    7. Bersikap Terbuka.
    8. Bersikap Rendah hati.
    9. Memelihara hidup benar.
    10. Integritas.

    Mengapa Raja Daud bernazar? Dengan segala berkat kekayaan dan kekuasaan yang ia miliki, sepertinya hidup dan kerohaniannya baik-baik saja bahkan di atas rata-rata kita. Lalu mengapa ia harus bernazar? Apa yang ada di hati dan pikiran Daud?

    Justru karena Daud sangat erat dengan Tuhan, hubungannya sehingga ia berkomitmen sungguh-sungguh untuk menjaga agar hubungannya dengan Tuhan jangan sampai terganggu atau rusak, Daud tidak ingin melukai hati Tuhan, membuat Tuhan sedih apalagi marah.

    Bagaimana dengan kita? Yang terkait membangun hubungan kita dengan Tuhan, apa yang menjadi komitmen di hati kita? Seberapa kuat kita berjuang untuk menjaga komitmen kita kepada Tuhan?

    Pertanyaan yang paling dasar sebenarnya bukan komitmennya tapi seberapa penting Tuhan di hidup kita? Siapa sih Tuhan bagi kita?

    Kalau Tuhan benar-benar yang terpenting, yang terutama di hidup kita maka kita akan membangun komitmen-komitmen dengan sukacita, tanpa beban sama sekali, dan tak tergoyahkan apa pun juga. Harga mati !!!

    Doa

    Ya Tuhan,
    kami mau bertemu denganMu saat ini. MengalamiMu saat ini.
    Supaya kami tersadar siapa Engkau bagi kami.
    Buat kami tersadar, kalau perlu terpukul agar kami benar-benar menempatkan Engkau sebagai Tuhan atas kami, Engkau yang terpenting dalam kehidupan kami dan Engkaulah fokus serta tujuan hidup kami.

    Amin