Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Kategori: Kau Menunggu Hidupku

Renungan tentang bagaimana Tuhan begitu merindukan kita untuk kembali pulang, kembali berjalan bersamaNya, mengerjakan misi bersama-sama Tuhan. Sebuah perjalanan hati untuk kembali bersama-sama dengan Bapa.

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 16 – Allah ingin kita hidup

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 16 – Allah ingin kita hidup

    Judul dari pasal ini adalah Yerusalem yang tidak setia dengan sub judul Allah memungut Israel menjadi isteriNya.

    Membaca dan merenungkan pasal ini membuat pikiran dan hati bergejolak. Mengapa ilustrasi isteri di pasal ini begitu jahat, sementara Tuhan sudah begitu baik kepadanya. Kekejian yang dibuatnya bahkan seperti dorongan impulsif, seperti sakit jiwanya.

    Berikut ayat rhema yang akan menjadi bahan renungan:

    Yehezkiel 16:6 TB
    [6] Maka Aku lalu dari situ dan Kulihat engkau menendang-nendang dengan kakimu sambil berlumuran darah dan Aku berkata kepadamu dalam keadaan berlumuran darah itu: Engkau harus hidup

    https://bible.com/bible/306/ezk.16.6.TB

    Tuhan menginginkan kita hidup, jangan sampai mati dalam kegelapan.

    Kondisi Israel pada saat ditemukan Tuhan diilustrasikan seperti bayi yang baru lahir dan dibuang di ladang, sendirian dalam kondisi masih berlumur darah, tali pusat belum terpotong, bahkan tidak dibedong dengan kain alis telanjang dan pasti kedinginan. Kelahirannya seperti tidak diinginkan, dibuang di ladang seperti sampah dan diharapkan supaya mati.

    Kita masing-masing di saat bertemu dengan Tuhan dengan kacamata spiritual dalam kondisi yang mengenaskan, yang jika tidak ditolong sudah pasti akan mati sendirian. Penuh darah artinya diri kita penuh dengan kenajisan. Sehingga bertemu dengan Tuhan dan diselamatkan membuat kita dibersihkan dari kenajisan itu.

    Tuhan telah menyelamatkan kita dari kematian. Dibuang di ladang, tanpa diberikan kain pembungkus bagi bayi baru lahir akan membuat bayi tersebut kedinginan atau hipotermia. Dan jika tidak segera dihangatkan maka resikonya adalah mati.

    Hal ini menyadarkan saya bahwa saya begitu beruntung sekaligus saya merasa bahwa sesungguhnya saya itu tidak layak dan pantas saat ditemukan Tuhan. Jika Tuhan tidak menemukan saya maka saya pasti akan mati.

    Tuhan tidak ingin kita mati, Tuhan sangat mengasihi kita dan ingin kita hidup. Jangan sampai kita terbuang, terhilang dan mati dalam kesendirian dan kegelapan.

    Ada 3 poin yang dapat menjadi bahan renungan kita bersama:

    1. Bukan kita yang mencari Tuhan, namun Tuhanlah yang menemukan kita.
    2. Kita ditemukan dalam kondisi sendirian, najis dan hampir mati.
    3. Tuhan ingin kita hidup.

    Oleh karena itu janganlah kita sia-siakan keselamatan yang sudah kita dapatkan dengan cuma-cuma. Kita ditemukan dalam kondisi masih bayi, artinya dalam kondisi tidak berdaya dan tidak ada satupun yang kita lakukan sebelumnya sehingga menjadikan kita layak untuk mendapatkan keselamatan, kita masih bayi – apalah yang bisa dilakukan seorang bayi.

    Kita bangun hidup kita, kehidupan kita menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa berkenan bagi Allah. Bukan berusaha menjadi anak yang baik, namun sudah seharusnyalah kita menjadi anak yang baik.

    Sudah sewajarnya kita menghormati, mengasihi, dan mencintai pribadi yang menyelamatkan kita, yang mengangkat kita dari kesendirian, kedinginan, kenajisan, dan hampir mati sehingga kita tetap hidup dalam perlindunganNya.

    Doa:

    Ya Tuhan terimakasih sudah memberikan kami pengertian, mengapa kami harus mengasihiMu. Karena Engkau Allah yang telah menyelamatkan hidup kami.

    Amen.

    Image by v.ivash on Freepik

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 15 – Berguna di pandangan Allah

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 15 – Berguna di pandangan Allah

    Pasal ini berkisah tentang kayu anggur yang tidak berguna, atau menurut pandangan Tuhan pada waktu berbicara kepada Yehezkiel, tidak berguna. Lalu apa yang terjadi dengan kayu anggur itu?

    Yehezkiel 15:6 TB
    [6] Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan Allah: Seperti kayu anggur di antara kayu-kayu di hutan, yang Kulemparkan ke dalam api untuk dibakar, begitulah Aku lakukan terhadap penduduk Yerusalem.

    https://bible.com/bible/306/ezk.15.6.TB

    Rhema pagi ini adalah berguna di pandangan Allah.

    Manusia, atau segala makhluk di dunia ini diciptakan Tuhan pasti dengan maksud dan tujuan. Masing-masing memiliki peran dan tujuan dalam hidupnya.

    Begitu pula kita masing-masing, setiap orang memiliki maksud dan tujuan dari Tuhan di dalam hidupnya. Namun seringkali kita tidak mengerti tentang tujuan Tuhan akan hidup kita dan tidak tahu harus bagaimana.

    Yang pertama-tama tentunya yang Tuhan inginkan sesuai dengan konteks di kitab Yehezkiel adalah hidup benar, jangan sampai ada Allah lain di hidup kita, dan tentunya merenungkan serta melaksanakan firman Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sepertinya tidak terlihat terlalu berguna ya? Ya memang seperti tidak berguna karena mengerjakan untuk diri sendiri. Namun ini jistru yang penting sebagai fondasi, bagaimana agar kita mengenal dan memiliki sudut atau cara pandang Allah.

    Baru kemudian bagaimana kita mengaplikasikan firman Tuhan itu dalam kehidupan sehari-hari itulah yang Tuhan harapkan. Ini juga sangat penting karena diri kita adalah model dari anak-anak Allah. Dan bagaimana kita hidup akan menjadi contoh bagi orang di sekitar kita.

    Dan yang ketiga adalah mengerjakan panggilan Tuhan. Tuhan membekali diri kita dengan karunia-karunia, talenta-talenta. Ada yang sudah kita sadari, namun ada juga yang belum kita sadari. Panggilan Tuhan itu adalah Amanat Agung, dimana Tuhan meminta kita untuk menjadikan seluruh bangsa muridNya, untuk mengikut Tuhan.

    Bangsa Israel waktu itu di zaman Yehezkiel sangat melukai hati Tuhan, sehingga Tuhan mengumpamakan mereka seperti kayu anggur.

    Mengapa Tuhan menyebutkan kayu anggur itu tidak berguna? Mengapa kayu anggur? Bukankah banyak kayu-kayu lain yang kalau kita pikirkan juga tidak banyak digunakan untuk dijadikan sesuatu hal yang berguna sehingga akhirnya juga menjadi kayu api. Ada apa dengan kayu anggur?

    Bukankah selama menjadi pohon ia sudah mengerjakan tugasnya dengan baik menyalurkan makanan dari akar ke daun-daun seperti layaknya pohon-pohon yang lain?

    Sepertinya Tuhan ingin kita tidak jadi yang biasa-biasa saja, yang main aman. Tuhan ingin kita bergerak, ingin kita aktif bukan hanya untuk sekedar pribadi atau keluarga kita, namun juga keluar dari lingkaran keluarga, memiliki hati untuk orang lain. Dan saya membayangkan bagaimana bangganya Tuhan atas kita.

    Tokoh-tokoh yang namanya diceritakan tentunya adalah tokoh-tokoh yang melakukan extra miles, bukan rutinitas ibadah seperti kebanyakan orang yahudi atau israel lainnya. Mereka keluar dari batas lingkaran keluarga mereka.

    Waktunya kita refleksi diri, apakah selama ini saya hanya menjalankan ritual keagamaan saja? Atau malah ritual saja tidak?

    Ayo, kita bergerak, tanya pada Tuhan apa yang bisa saya lakukan untukMu ya Tuhan, atas namaMu bagi orang lain?

    Amen

    Image by rawpixel.com on Freepik

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 14 – Berkat Keluputan

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 14 – Berkat Keluputan

    Mengikut Tuhan dengan taat dan setia membawa berkat keluputan atas bencana yang terjadi di sekitar kita.

    Mari kita membaca dan merenungkan Kitab Yehezkiel 14: 12-23

    Yang menjadi ayat rhema kita adalah:

    Yehezkiel 14:22-23 TB
    [22] Tetapi sungguh, akan tertinggal di sana orang yang terluput, yang mengiring ke luar anak-anak lelaki dan perempuan; lihat,
    mereka akan datang kepadamu dan kamu akan melihat tingkah laku mereka dan
    kamu akan merasa terhibur tentang malapetaka yang Kudatangkan atas Yerusalem, ya tentang segala-galanya yang Kudatangkan atasnya.
    [23] Mereka akan menghibur kamu, kalau kamu melihat tingkah lakunya, dan kamu akan mengetahui bahwa bukan tanpa alasan Kuperbuat segala sesuatu yang Kuperbuat atas Yerusalem, demikianlah firman Tuhan Allah.”

    https://bible.com/bible/306/ezk.14.22-23.TB

    Pada bagian ini, Tuhan menyampaikan bencana yang akan didatangkan Tuhan bila Israel tidak bertobat. Bencana tersebut adalah: kelaparan, wabah sampar, binatang buas, dan bisa juga pedang.

    Penekanan Tuhan kepada Yehezkiel bukanlah bencana hebat yang akan mematikan baik manusia dan binatang yang tidak mungkin terhindarkan. Namun lebih kepada siapa yang akan diluputkan.

    Jika suatu bangsa tidak bertobat maka seluruhnya akan musnah walaupun ada orang-orang yang hidupnya taat dan setia pada Tuhan di bangsa itu (dicontohkan Nuh, Ayub, dan Daniel) bukan berarti akan menyelamatkan seluruh bangsa, termasuk juga keluarga mereka, anak, istri akan binasa jika mereka tidak bertobat dan berbalik kepada Tuhan.

    Dan di bagian terakhir Tuhan juga menyampaikan bahwa orang-orang yang diluputkan Tuhan akan datang menghibur mereka, dan akhirnya mereka bisa sadar bagaimana sikap hati orang-orang yang hidupnya berkenan bagi Tuhan yang mendapatkan berkat keluputan.

    Ayo bertobat, ayo kita lebih serius lagi membangun hidup kita. Tidak ada kata terlambat. Agar hidup kita damai sejahtera.

    Amen

    Image by jcomp on Freepik

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 14 – Ada Allah lain di hati kita

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 14 – Ada Allah lain di hati kita

    Tanpa kita sadari, dan seringkali kita sangkali ternyata ada Allah lain di hati kita. Yang bahkan membuat kita menyangkali, membuat Tuhan bukan menjadi prioritas pertama dan utama.

    Apa firman Tuhan yang disampaikan melalui Yehezkiel bagi hati-hati yang menyimpan berhala/ Allah lain di dalamnya?

    Yehezkiel 14:4 TB
    [4] Oleh sebab itu berbicaralah kepada mereka dan katakan:

    Beginilah firman Tuhan Allah:
    Setiap orang dari kaum Israel yang menjunjung berhala-berhalanya dalam hatinya dan menempatkan di hadapannya batu sandungan yang menjatuhkannya ke dalam kesalahan, lalu datang menemui nabi – Aku, Tuhan sendiri akan menjawab dia oleh karena berhala-berhalanya yang banyak itu,

    https://bible.com/bible/306/ezk.14.4.TB

    Tuhan sendiri yang akan meresponi diri kita.

    Perintah Tuhan adalah:

    Yehezkiel 14:6 TB
    [6] Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel:

    Beginilah firman Tuhan Allah:

    Bertobatlah dan
    berpalinglah dari berhala-berhalamu dan
    palingkanlah mukamu dari segala perbuatan-perbuatanmu yang keji.

    https://bible.com/bible/306/ezk.14.6.TB

    Ada 3 hal:

    1. Bertobatlah. Meminta ampun kepada Tuhan atas kesalahan kita karena menyimpan dan mengutamakan berhala kita daripada Allah.
    2. Berpalinglah dari berhala-berhala. Singkirkan dari sekitar kita, yang bisa kita akses. Buanglah sejauh-jauhnya.
    3. Berpaling dari perbuatan yang melukai hati Tuhan. Jangan lagi melakukan perbuatan-perbuatan, sikap hati, dan respon hati.

    Apa yang akan terjadi jika kita tidak bertobat?

    Yehezkiel 14:8 TB
    [8] Aku sendiri akan menentang orang itu dan Aku akan membuat dia menjadi lambang dan kiasan dan melenyapkannya dari tengah-tengah umat-Ku. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan.

    https://bible.com/bible/306/ezk.14.8.TB

    Kebinasaan dan tanpa penyertaan Tuhan. Bagi orang-orang percaya, binasa dan hidup tanpa penyertaan Tuhan seharusnya merupakan hal yang paling ditakuti. Namun seringkali kita tidak memikirkan apalagi dengan sadar merencanakan dan menetapkan hal-hal yang harus dihindari, ditolak agar kita jangan sampai binasa.

    Mari kita berdoa, meminta Tuhan menyelidiki hati kita, dan meminta kepekaan agar dapat mendengar tuntunan Roh Kudus jika memang ada Allah lain di hati kita. Dan jika memang ada, janganlah disangkali dulu, berdoalah jika memang itu adalah Allah lain, mintalah tuntunan apa yang harus kita lakukan. Atau bila sulit, kita bisa diskusi dengan pemimpin rohani kita (mendatangi nabi seperti firman Tuhan diatas), maka Tuhan akan berbicara sendiri kepada kita.

    Doa:

    Ya Tuhan, kami mau bertobat, kami mau lepaskan berhala-berhala di hati kita, kami mau berpaling dari perbuatan-perbuatan kami yang mendukakan hatiMu.

    Bantulah dan tuntun kami ya Tuhan.

    Amen

    Image by wirestock on Freepik

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 13 – Pribadi yang berdampak.

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 13 – Pribadi yang berdampak.

    Judul yang sebenarnya dari pasal ini adalah Hukuman terhadap nabi-nabi palsu, dan di bagian kedua adalah Hukuman terhadap nabiah-nabiah palsu.

    Yehezkiel 13:3 TB
    [3] Beginilah firman Tuhan Allah: Celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan.

    https://bible.com/bible/306/ezk.13.3.TB

    Pada pasal ini Tuhan menegur nabi-nabi dan nabiah-nabiah palsu yang bukannya membawa bangsa Israel hidup benar, justru sebaliknya menyesatkan mereka bahkan sampai ada orang benar yang justru dihukum mati gara-gara mungkin pernyataan nabi-nabi itu sementara yang seharusnya dihukum justru aman-aman saja.

    Hal ini sangat mendukakan hati Tuhan.

    Dalam konteks kehidupan kita saat ini, nabi atau nabiah bisa kita analogikan sebagai pemimpin rohani. Pemimpin rohani di dalam gereja adalah pendeta atau pastor, namun tidak terbatas juga pemimpin-pemimpin kelompok sel atau komunitas rohani, pemimpin di Departemen pelayanan di gereja. Dan seharusnya termasuk juga pemimpin di rumah, dalam keluarga, pemimpin di tempat kerja atau dunia usaha, dan pemimpin dalam komunitas di masyarakat.

    Sebagai seorang pemimpin, seperti seorang nabi perkataan mereka didengar, menjadi acuan, menjadi pegangan oleh orang-orang yang mengikuti mereka. Sehingga apabila salah tentunya akan menyebabkan seluruh tim akan salah jalan atau salah arah.

    Yehezkiel 13:10 TB
    [10]  Oleh karena, ya sungguh karena mereka menyesatkan umat-Ku dengan mengatakan: Damai sejahtera!, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera – mereka itu mendirikan tembok dan lihat, mereka mengapurnya –

    https://bible.com/bible/306/ezk.13.10.TB

    Di firman ini dikatakan mereka mendirikan tembok dan mengapurnya, bisa dimaknai bahwa mereka memakai topeng agar orang tidak melihat motif yang sesungguhnya, pencitraan, mereka berbohong agar orang-orang terus mengikuti mereka.

    Tuhan tidak berkenan akan sikap ini sehingga Tuhan akan meruntuhkan tembok itu sampai dasarnya kelihatan (sampai aslinya kelihatan) dan mereka akan mati dibawah reruntuhannya.

    Yang Tuhan ingin sampaikan kepada kita agar kita membangun kehidupan kita benar-benar atas dasar firman Tuhan. Apalagi jika dalam kehidupan ini kita memiliki pengaruh atas orang-orang di sekitar kita agar hendaknya apa yang kita sampaikan, apa yang kita katakan, arahan, nasihat, motivasi, bimbingan semuanya bersumber dari firman Tuhan.

    Untuk itu bukan hanya teori saja, pemahaman atau hapalan ayat-ayat firman Tuhan namun diperlukan hubungan dan pengenalan akan Tuhan dan juga komitmen untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan.

    Buat kita semua, pasti dalam pergaulan, hubungan sehari-hari ada orang-orang yang Tuhan tempatkan dimana kita memiliki pengaruh atas orang tersebut. Mulai dari posisi yang sederhana kita sebagai suami atau istri dari pasangan kita, sebagai orang tua, sebagai kakak, sebagai PIC di tempat kerja, koordinator, dan yang lebih tinggi lagi. Sadarilah bahwa kita punya resiko menyesatkan mereka, sehingga jika kita menyayangi mereka, maka pertama-tama kita perlu membangun diri kita dalam Tuhan, sambil paralel kita pun mulai membangun lingkungan pergaulan kita dengan cara hidup benar, dan lama-kelamaan melalui perkataan nasihat, motivasi, dan doa untuk orang-orang di sekitar kita.

    Doa

    Ya Tuhan, jadikanlah kami pribadi-pribadi yang benar di mataMu. Karena ternyata tanpa kami sadari kami memiliki pengaruh atas orang lain, sama seperti seorang nabi atas bangsa Israel.

    Bentuk hidup kami ya Tuhan, dan berikan kami karunia, hikmat agar kami pun daoat menjadi model yang benar bagi orang-orang di sekitar kami itu.

    Terimakasih Tuhan, terimakasih.

    Amen

    Image by freepik

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 12 – Mata dan Telinga

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 12 – Mata dan Telinga

    Dalam hidup ini sesungguhnya Tuhan senantiasa berbicara kepada kita, namun seringkali atau bahkan selalu kita menolak tuntunan atau arahan Tuhan, bahkan menghindar dari Tuhan.

    Kita menolak untuk mendengar atau melihat.

    Yehezkiel 12:2 TB
    ”Hai anak manusia, engkau tinggal di tengah-tengah kaum pemberontak, yang mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar, tetapi tidak mendengar, sebab mereka adalah kaum pemberontak.

    https://bible.com/bible/306/ezk.12.2.TB

    Kalau berdasarkan ayat firman di atas, kita bisa menjadi sama dengan pemberontak. Yang memberontak kepada Tuhan.

    Mata dan telinga adalah organ dalam tubuh manusia yang menangkap sensor. Mata dalam bentuk visual, telinga dalam bentuk audio. Dari apa yang ditangkap oleh mata dan telinga akan dikirim ke dalam bagian di otak yang akan mengolah informasi dan memberi makna. Sehingga jika punya mata yang berfungsi namun tidak melihat, atau telinga yang berfungsi namun tidak mendengar maka yang bermasalah adalah di bagian pusat / central / otak.

    Ada banyak hal yang menyebakan kondisi tersebut, bisa karena secara organik ada penyakit di dalam otak, bisa karena aspek psikologis sehingga menolak informasi tersebut, atau informasi tersebut tidak menimbulkan perasaan apa pun (mental blocking).

    Nabi Yehezkiel bahkan sampai “berperan” menjadi orang buangan seperti instruksi Tuhan, mungkin dengan maksud agar bangsa Israel terbangun, menjadi sadar.

    Bagi kita hendaknya kita senantiasa meminta dalam doa kepada Tuhan agar kita jangan sampai terlewat saat Tuhan berbicara kepada kita. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk membangun kebiasaan membaca firman Tuhan, agar kita mengenal suara Tuhan dan mau menerimaNya.

    Mari kita melatih mata dan telinga kita untuk melihat tuntunan dan jalan dari Tuhan, untuk mendengar tuntunan Tuhan, penghiburan, petunjuk dari Tuhan.

    Jika kita ingin sekali hidup dalam penyertaan Tuhan, maka memiliki mata dan telinga yang terbuka (bukan hanya menangkap, namun mengolah dan menerima informasi) akan Tuhan adalah suatu keharusan.

    Doa

    Ya Tuhan, bukakanlah selalu mata dan telinga kami. Dan murnikanlah pikiran serta hati kami agar selalu terbuka akan setiap tuntunan dan petunjukMu.

    Jika ada mental blocking baik karena kekuatiran, karena ketakutan, over thinking, trauma, atau kemalasan ya Tuhan kami mau hancurkan semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus.

    Dan biarlah hidup kami hanya mengandalkan Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus.

    Amen

    Image by mdjaff on Freepik

  • Renungan Alkitab: Yehezkiel 11 – Jangan coba-coba

    Renungan Alkitab: Yehezkiel 11 – Jangan coba-coba

    Jangan coba-coba dengan Tuhan, jangan macam-macam. Senangkanlah hati Tuhan agar hidup kita tenang.

    Yehezkiel 11 bercerita tentang hukuman Tuhan kepada pemimpin Israel yang hidupnya jahat terhadap bangsanya sendiri.

    Mereka merancang dan menaburkan benih kejahatan di kota dan mengambil keuntungan dari kota mereka sendiri.

    Tuhan tidak rela bangsanya rusak, sehingga Tuhan akhirnya menghukum 25 pemimpin Israel.

    Yehezkiel 11:12 TB
    [12] Dan kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, karena kelakuanmu tidak selaras dengan ketetapan-ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku tidak kamu lakukan; bahkan engkau melakukan peraturan-peraturan bangsa-bangsa yang di sekitarmu.”

    https://bible.com/bible/306/ezk.11.12.TB

    Mari kita semua kembali kepada firman Tuhan. Hidup benar sesuai firman Tuhan, dan bukan hanya itu dengan memberikan diri untuk melayani dan bekerja bagi Tuhan.

    Bertobatlah!

    Layanilah Tuhan dengan penuh sukacita!

    Maka jauhlah hukuman Tuhan atas kita, melainkan pemeliharaan dan kasih karunia yang melimpah di hidup kita.

    Doa:

    Ya Tuhan, saya mau fokus untuk membangun hidup yang menyenangkan hatiMu, yang sesuai dengan firmanMu.

    Tuntun saya ya Tuhan, karena saya sadar itu tidaklah sesederhana itu. Berikan saya karunia-karunia yang akan menjadi alat untuk menjalankan panggilanMu ya Tuhan.

    Dalam nama Tuhan Yesus. Amen

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 10 – Hanya satu yang kutahu dan kukenal.

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 10 – Hanya satu yang kutahu dan kukenal.

    Seringkali pada saat kita diundang ke tempat yang baru, misalkan ke suatu acara yang dihadiri banyak orang, maka secara naluri kita akan mencari seseorang yang familiar bagi kita.

    Nanti saat kita diundang pulang ke rumah Bapa, kita akan melihat begitu banyak orang lain, dan mungkin juga kerub-kerub yang diceritakan pada pasal ini. Mungkin saja kita bingung (saya tidak tahu apakah masih ada perasaan bingung di sana). Namun yang pasti kita akan merasa tenang dan sukacita saat kita mendengar suara Bapa.

    Yehezkiel 10:1-2 TB
    [1]  Lalu aku melihat, sungguh, di atas cakrawala yang di atas kepala kerub tampak di atas mereka sesuatu yang menyerupai takhta, yang seperti permata lazurit kelihatannya. [
    2]  Maka Ia berkata kepada orang yang berpakaian lenan itu: ”Masuklah ke bawah kerub dari antara roda-rodanya dan penuhilah rangkup tanganmu dengan bara api dari tengah-tengah kerub itu dan hamburkan ke atas kota itu.” Lalu aku melihat dia masuk.

    https://bible.com/bible/306/ezk.10.1-2.TB

    Membayangkan ilustrasi yang disampaikan tentang kerub, kemudian apa yang mereka lakukan dan peristiwa yang disampaikan pada pasal 10 ini cukup membingungkan buat saya. Membuat saya akhirnya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan saya bingung, ada apa dengan kerub-kerub ini dan roda-rodanya? Siapa mereka dan buat apa mereka?”. Pikiran dan hati saya menjadi gusar.

    Namun Tuhan menjawab saya dengan lembut, agar saya tidak terlalu pusing memikirkan ilustrasi itu. Fokuslah padaKu. Dan seketika itu saya merasa tenang, saya fokus menelusuri apa yang Tuhan katakan, dan apa yang Tuhan lakukan, bukan kerub-kerub itu.

    Di dalam dunia ini, terutama di masa sekarang ada begitu banyak distraksi. Hal-hal yang membuat kita terpana, heran dengan berbagai macam bentuk dan hal-hal luar biasa di mata kita. Namun ternyata itu semua membuat pikiran kita penuh dan hati kita menjadi gusar. Kusut karena terlalu banyak sehingga sulit kita cerna.

    Hanya Tuhan dan perkataanNya yang membuat hati dan pikiran kita tenang serta damai. Ia hidup dan firmanNya pun hidup dan sanggup menenangkan pikiran kita yang kusut, menenangkan hati kita yang panas dan gusar karena begitu banyak hal yang masuk dan sepertinya harus kita lakukan, kita cemas kalau kita tidak memiliki, tidak bisa atau tidak menjadi seperti yang kita lihat.

    Di tengah segala kekusutan, dan seperti ketidakpastian akan masa depan, maka kehadiran pribadi Allah, suaraNya akan membuat semuanya tenang. Akan membuat semuanya terasa seperti akan baik-baik saja. Dan itu bukan hanya perasaan saja karena kalau benar-benar kita mendengar dan melakukan apa yang Tuhan minta dan kita selalu fokus mencari Tuhan, maka benar-benar kita akan bisa menghadapi segala hal yang jadi masalah atau pergumulan bagi kita.

    Kembalilah, berbaliklah kepada Tuhan jika saat ini jalan yang anda lalui menjauh daripadaNya. Semakin jauh, semakin susahlah hati anda. Saat dekat dengan Tuhan maka kita akan melihat jalan-jalan yang terbuka dari setiap pergumulan yang sedang kita hadapi.

    Doa:

    Ya Tuhan, disaat kami bingung, disaat pikiran kami kusut karena kami terdistraksi oleh berbagai macam hal dan sulit berpaling kembali, tolong jemput kami ya Tuhan. Tolong tarik tangan kami ya Tuhan.

    Jangan biarkan kami tersedot ke dalam rancangan tipu daya dunia, yang membawa kami ke dalam kekelaman.

    Ya Tuhan, hadirlah selalu dalam hati kami. Dan biarlah perkataanMu yang mendominasi, menguasai pikiran dan hati kami. Kami mau menundukkan hati kami, pikiran kami mau kami letakkan di bawah kakiMu. Ambil kendali ini ya Tuhan, bawalah kami kemana Engkau mau, kami mau turut dan taat.

    Amen

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 9 – Keselamatan bagi yang berjuang untuk keselamatan jiwa-jiwa

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 9 – Keselamatan bagi yang berjuang untuk keselamatan jiwa-jiwa

    Tuhan menyayangkan nyawa orang-orang yang selalu berdoa, selalu berjuang bagi keselamatan jiwa-jiwa.

    Walaupun murka Tuhan begitu besar karena kekejian yang dilakukan bangsa Israel kepadaNya, tetap Tuhan menyelamatkan orang-orang yang setia kepadaNya.

    Yehezkiel 9:4, 6 TB
    [4] Firman Tuhan kepadanya:

    ”Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana.”

    [6] Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan!

    Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung!

    Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!”

    Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci.

    https://bible.com/bible/306/ezk.9.4-6.TB

    Ditengah kondisi bangsa Israel yang busuk, ternyata masih ada orang-orang yang setia kepada Tuhan.

    Mereka berkeluh kesah, bukan kemana-mana namun kepada Tuhan. Mereka curhat, mereka meminta pertolongan, mereka meminta pemulihan atas bangsa Israel yang semakin bobrok.

    Dan Tuhan melihat mereka, memberi tanda pada mereka agar mereka selamat di saat hukuman Tuhan turun atas bangsa Israel.

    Tanda huruf T seperti tanda yang diberikan dengan abu di perayaan hari rabu abu. Namun tanda hanyalah tanda, yang terpenting adalah makna dibalik tanda tersebut. Pada rabu abu, tanda abu tersebut dimaksudkan sebagai pengingat bahwa yang bersangkutan sedang menjalani pertobatan.

    Namun dari firman ini kita mendapatkan makna yang lebih luas. Tanda ini diberikan kepada orang-orang yang hidup benar dan merindukan ada pertobatan dari orang-orang lain di sekitarnya, dari bangsanya. Jadi bukan hanya tentang dirinya lagi, namun sudah tentang orang lain.

    Orang-orang ini sudah memiliki hati seperti hati Tuhan, yang merindukan keselamatan jiwa-jiwa. Sungguh luar biasa.

    Pelajaran buat kita yang hidup di masa sekarang, mari kita miliki kerinduan yang sama, akan keselamatan jiwa-jiwa. Dunia semakin bobrok, semakin rusak, dan itu semua adalah tanda-tanda akhir zaman.

    Mari kita mengasihi Tuhan dengan mengasihi mereka yang terhilang.

    Amen

    Image by mdjaff on Freepik

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 8 – Jangan selingkuh

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 8 – Jangan selingkuh

    Tidak ada seorangpun yang terima bila diselingkuhi, apalagi Allah.

    Allah kita adalah Allah yang cemburu. Kita adalah mempelainya. Jangan sempat terlintas dalam hati kita agar murka Allah jangan turun atas kita.

    Yehezkiel 8:6 TB
    [6] Firman-Nya kepadaku:
    ”Hai anak manusia, kaulihatkah apa yang mereka perbuat,

    yaitu

    perbuatan-perbuatan kekejian yang besar-besar, yang dilakukan oleh kaum Israel di sini,

    sehingga Aku harus menjauhkan diri dari tempat kudus-Ku?

    Engkau masih akan melihat perbuatan-perbuatan kekejian yang lebih besar lagi.”

    https://bible.com/bible/306/ezk.8.6.TB

    Bertobatlah.

    Kembalilah kepada Tuhan agar perlindungan Tuhan senantiasa ada atas kita.

    Pasti bangsa Israel menjadi-jadi, apa yang mereka lakukan, menggulung semakin besar dan semakin keji di mata Tuhan.

    Doa:

    Ya Tuhan, ampuni kami jika tanpa sadar kami menghambakan diri pada sesuatu yang lain selain Engkau.

    Bahkan kami menolak setiap peringatan agar kami berbalik.

    Kasihanilah kami mempelaiMu yang bodoh ini ya Tuhan.

    Jangan sampai kami jatuh apalagi sampai terhilang dari hadapanMu pasti kami binasa.

    Kami mengasihiMu ya Tuhan.

    Amin