Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Kategori: Mazmur

  • Renungan Mazmur 112 – Sering Merasa Kuatir? Jadilah Orang Benar

    Renungan Mazmur 112 – Sering Merasa Kuatir? Jadilah Orang Benar

    Tuhan ingin meyakinkan kita bahwa menjadi orang benar yang benar di mata Tuhan itu sangat banyak sukacitanya.

    “They will have no fear of bad news;
    their hearts are steadfast,
    trusting in the Lord.
    Their hearts are secure, they will have no fear;
    in the end they will look in triumph on their foes.”

    ‭‭Psalms‬ ‭112‬:‭7‬-‭8‬ ‭NIV‬‬

    Salah satunya terkait respon hati.

    Dari 2 ayat ini kita bisa belajar satu hal baru, yaitu bila kita seringkali mengalami perasaan takut, cemas, insecure, overthinking berarti ada yang kurang benar di diri kita.

    Karena 2 ayat di atas menggambarkan beberapa ciri respon hati yang dimiliki oleh orang benar : hatinya tetap/ tenang, teguh, percaya penuh kepada Tuhan sehingga ia tidak takut kepada kabar celaka/ kabar buruk, termasuk yang belum terjadi (kecemasan, kuatir, overthinking). Namun ketenangan dan keyakinannya itu tidak lantas membuat dirinya tinggi hati, sehingga menyepelekan situasi, menyepelekan lawan-lawannya, ia tetap prepare, tetap mempersiapkan diri, tetap aware – berjaga-jaga.

    Bukankah begitu sering kita mengalami kecemasan, kekuatiran, bahkan ketakutan sehingga merusak hari-hari kita?

    Perasaan itu hadir karena kita tidak merasa aman/ secure. Sehingga yang kita butuhkan itu rasa aman.

    Di mana kita bisa mendapatkan rasa aman itu? Rasa aman itu ada saat kita bersama-sama dengan Tuhan. Di situlah terletak rasa aman yang absolut.

    Bagaimana caranya agar bisa bersama-sama dengan Tuhan? Sesungguhnya Tuhan itu sudah ada bersama-sama dengan kita, justru tinggal kitalah yang perlu mengalihkan fokus kita kepada Tuhan yang ada dekat kita, apakah kita sadar?

    Seperti kita duduk bersama dalam satu meja di coffee shop, bayangkan Tuhan sedang berbicara ke kita, tapi tangan kita dan pikiran kita sedang sibuk chat WA. Apa yang Tuhan sampaikan itu tidak akan masuk dalam hati kita walaupun wajah kita tersenyum kepadaNya.

    Tahun 2025 sudah mau selesai, kita akan memasuki tahun yang baru.

    Mari kita memaksa diri kita untuk belajar lebih fokus lagi kepada Tuhan di hari-hari ke depan. Tinggalkan semua ketakutan, sisakan 1 saja yaitu takut untuk membuat Tuhan sedih. Saya percaya hati kita akan fully secured, akan aman sepenuhnya karena Tuhan senantiasa menyertai hari-hari kita.

    Doa

    Ya Tuhan,

    Maafkan aku bila selama ini aku sibuk sendiri dengan pikiranku, dengan perasaanku, dengan kesibukanku. Aku mengabaikan Engkau yang dengan sabar menunggu aku untuk fokus kepada-Mu.

    Panggil aku dong Tuhan, colek aku, tegur aku juga gak apa-apa. Supaya aku tidak semakin terjerumus dalam kecemasan dan ketakutanku sendiri.

    Aku mau menjadi orang yang memiliki hati yang tenang, teguh, penuh percaya kepada Engkau.

    Dalam nama Tuhan Yesus.

    Amin

  • Renungan Mazmur 107 – Terbebas dari Kuasa yang Menyesakkan

    Renungan Mazmur 107 – Terbebas dari Kuasa yang Menyesakkan

    Selama kita hidup pasti mengalami berbagai pergumulan.

    Siapa yang berkuasa atas diri kita akan menentukan bagaimana perasaan kita, bagaimana respon hati kita, dan bagaimana sikap kita.

    “Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!
    Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
    Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus Tuhan, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan.”

    ‭‭Mazmur‬ ‭107‬:‭1‬-‭3‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/psa.107.1-3.TB

    Benar adanya bahwa ada perang di alam roh, perang yang memperebutkan jiwa-jiwa. Jiwa kita manusia.

    Iblis selalu berusaha mengikat manusia agar jatuh dalam dosa, agar menjauh dari Tuhan dengan segala macam tipu daya nya, dan kuasanya.

    Manusia akan mengalami kesesakan, kecemasan, lemah lesu, dan lain sebagainya karena mereka melakukan apa yang diarahkan oleh kuasa jahat yang mempengaruhi jiwa mereka.

    1. Tersesat di padang belantara (ayat 4)
    2. Memberontak terhadap perintah Allah dan menista nasihat Roh Kudus (ayat 10)
    3. Sakit karena dosa (ayat 17)
    4. Mengalami bencana (ayat 23)
    5. Akibat kejahatan orang lain (ayat 33)

    Tuhan akan membebaskan apabila kembali kepada Tuhan, berseru-seru meminta pertolonganNya.

    Apakah akhir-akhir ini kita sedang mengalami kesesakan dan kecemasan?

    Berserulah kepada Tuhan untuk meminta kelepasan dan pembebasan dari Tuhan.

    Doa

    Ya Tuhan, tolong kami Tuhan

    kami yang dikuasai oleh kuasa jahat.

    bebaskan kami Tuhan. Engkau saja yang berkuasa atas kami ya Tuhan.

  • Renungan Mazmur 102 – Berdoa di Kala Lemah Lesu

    Renungan Mazmur 102 – Berdoa di Kala Lemah Lesu

    “Doa seorang sengsara, pada waktu ia lemah lesu dan mencurahkan pengaduhannya ke hadapan Tuhan.”
    ‭‭Mazmur‬ ‭102‬:‭1‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/psa.102.1.TB

    Kesengsaraan pasti menimpa setiap manusia, siapa pun dia, apa pun statusnya. Kesengsaraan yang subyektif, namun tetap saja itu sengsara bagi yang merasakan. Kesengsaraan kurang lebih sama dengan kekayaan atau kesuksesan.

    Kemanakah kita berlari saat perasaan kita merasa tidak mampu dan tidak sanggup lagi menghadapi situasi dan kondisi yang ada?

    Kemanakah kita mencari pemulihan saat hati kita begitu sengsara, menderita?

    Ada banyak opsi yang ditawarkan oleh dunia.

    Dan ada satu opsi yang ditawarkan oleh Tuhan.

    Pada saat kita mengalami sengsara, bagi orang yang merasa kenal dengan Tuhan mungkin akan berdoa untuk meminta kesengsaraannya dihapuskan, atau mungkin meminta pemulihan, atau terobosan dalam hidupnya.

    Namun apakah kita benar-benar percaya?

    Apakah kita benar sungguh-sungguh percaya kalau Tuhan pasti akan membawa kita melewati kesengsaraan kita?

    Kita harus sungguh-sungguh percaya bahwa hanya Tuhan yang mampu untuk memulihkan kita dari kesengsaraan yang sedang kita alami, hanya itu syaratnya tidak ada yang lain.

    Itu berarti hanya satu opsi yang akan kita pilih, opsi dari Tuhan.

    Ayo kembali kepada Tuhan! Ayo kembali ke gerejaNya agar kita berada di lingkungan / kumpulan yang bergerak kepada Tuhan. Kita harus ikut arusnya Tuhan, kita harus masuk dalam kumpulan dombanya Tuhan. Jangan menunggu di luar karena di luar kumpulan domba Tuhan kita akan tergulung dalam arus dunia, alih-alih terlepas dari kesengsaraan kita justru akan mati.

    “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”
    ‭‭Markus‬ ‭11‬:‭24‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/mrk.11.24.TB

    Doa

    Ya Tuhan,

    Terimakasih atas firmanMu hari ini.

    Kami diingatkan lagi untuk sungguh-sungguh percaya kepadaMu ya Tuhan.

    Tuhan jika Engkau melihat kami ada di luar kumpulan domba-dombaMu, tarik kami masuk ya Tuhan. Utuslah siapa pun juga untuk menarik kami masuk kembali ke dalam kumpulanMu.

    Mampukan kami mengenali dan mendengar tuntunanMu, karena kami mau percaya Engkau akan membawa kami melewati lembah kesengsaraan ini.

    Kami mau lepaskan seluruh ikatan kuasa jahat yang membuat kami tidak bisa berjalan bersamaMu ya Tuhan.

    Dalam nama Yesus, Amin

    Dan kiranya kasih karunia Tuhan senantiasa besertamu 🖐🏼 Amen

  • Renungan Mazmur 103: Berpegang pada Perjanjian-Nya

    Renungan Mazmur 103: Berpegang pada Perjanjian-Nya

    Bagi sebagian besar kita yang percaya, yang memiliki iman kristiani senantiasa didoktrin untuk selalu berpegang pada janji Tuhan.

    “Tetapi kasih setia Tuhan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya.”
    ‭‭
    Mazmur‬ ‭103‬:‭17‬-‭18‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/psa.103.17-18.TB

    Kasih Tuhan akan ada atas orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya, pada janji-Nya.

    Kita perlu lebih cermat lagi atas kata janji di ayat ini, karena seringkali yang kita tangkap, yang kita pahami, dan yang kita jadikan pegangan itu adalah Tuhan yang berjanji. Padahal kalau disimak dengan baik di situ tertulis “perjanjian”, bukan hanya “janji”. Sehingga itu berarti ada janji yang dibuat oleh minimal 2 pihak, seperti dalam sebuah perjanjian kerjasama/ MOU, pihak pertama akan melakukan kewajibannya, begitu pula pihak kedua juga punya kewajiban yang harus dilaksanakan.

    Sayangnya kita seringkali menuntut pihak Tuhan untuk melakukan janji-Nya padahal kita sendiri tidak melakukan kewajiban kita.

    Memang hubungan dengan Tuhan bukan merupakan hubungan transaksional. Jika melakukan A maka akan mendapat B dari pihak sana, bukan begitu. Karena apa yang diberikan Tuhan jauh lebih besar, bahkan tak ternilai dari apa yang bisa kita lakukan bagi Dia. Tapi itu bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa atau tidak sungguh-sungguh melakukan apa yang seharusnya kita lakukan dalam hubungan kita dengan Tuhan.

    Dalam hubungan suami istri, ada hal-hal yang harus dilakukan oleh suami, dan ada yang harus dilakukan oleh istri sesuai perannya masing-masing, dan bukan hanya berkaitan dengan tugas dan fungsi, namun dalam hubungan jika ingin diperhatikan maka hendaknya kita memberikan perhatian, jika ingin disayang, hendaknya kita menunjukkan sayang kita. Tidak bisa kita diam saja dan menuntut pasangan kita melakukan itu dan berpikir itu adalah tugas dia yang harusnya dia lakukan, sementara kita tidak sadar dan sengaja melupakan, tidak mau tahu yang bagian kita.

    Demikian pula dengan Tuhan, seringkali kita kecewa dan marah sama Tuhan karena seperti Tuhan tidak menepati janji-Nya.

    Kita terlalu fokus pada diri kita, sehingga janji-Nya untuk kita itulah yang kita tunggu-tunggu, yang kita tuntut untuk digenapi Tuhan. Bukan pribadi-Nya, bukan hubungan dengan-Nya. Sehingga saat apa yang kita tunggu-tunggu tadi tidak kunjung datang kita kecewa, kita marah, kita kepahitan, kita akhirnya tidak mau lagi berurusan dengan Tuhan.

    Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.”
    ‭‭
    Mazmur‬ ‭103‬:‭13‬-‭14‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/psa.103.13-14.TB

    Seharusnya kita fokus untuk mengasihi Bapa, melayani Bapa, mengerjakan apa-apa yang menjadi titah-Nya di kalimat lanjutan ayat 18 di atas. Janganlah kita hanya fokus pada kalimat pertama dan menutup kalimat kedua. Kita fokus untuk mengerjakan peran kita sebagai anak, tugas kita sebagai seorang anak dalam keluarga Tuhan.

    Jika fokus kita benar, jika kita bangun hubungan yang intim dengan Tuhan, mengerjakan panggilan kita, apa yang menyukai hati Tuhan, membuatnya happy dan proud, pasti Tuhan tidak akan tanggung-tanggung dengan kita.

    Apakah kita masih ada rasa kecewa dengan Tuhan?

    Atau bahkan marah, dan kepahitan dengan Tuhan?

    Ayo kita datang kepada Tuhan, kita sampaikan semuanya, kita mohon ampun pada Tuhan, dan mari ke depannya kita mulai fokus mengenal Tuhan, mengenal pribadiNya bukan hanya dari teori tapi benar-benar sebagai pribadi yang selalu ada bersama-sama dengan kita, yang tinggal di hati kita.

    Amin

  • Renungan Mazmur 101: Raja yang Bernazar

    Renungan Mazmur 101: Raja yang Bernazar

    Mazmur Raja Daud yang bernazar kepada Tuhan.

    Pernahkah kita bernazar? Bernazar dalam hal apa? Dan bagaimana progresnya, apakah anda menepati nazar anda?

    Nazar adalah janji komitmen dari hati dan biasanya bersifat spiritual.

    Di Mazmur 101 ini kita bisa melihat bagaimana dan apa yang menjadi komitmen Raja Daud kepada Tuhan:

    1. Hidup yang tidak bercela.
    2. Hidup dalam ketulusan hati.
    3. Menjaga penglihatan.
    4. Membenci perbuatan murtad.
    5. Menjaga hati yang lurus.
    6. Menghindari kejahatan.
    7. Bersikap Terbuka.
    8. Bersikap Rendah hati.
    9. Memelihara hidup benar.
    10. Integritas.

    Mengapa Raja Daud bernazar? Dengan segala berkat kekayaan dan kekuasaan yang ia miliki, sepertinya hidup dan kerohaniannya baik-baik saja bahkan di atas rata-rata kita. Lalu mengapa ia harus bernazar? Apa yang ada di hati dan pikiran Daud?

    Justru karena Daud sangat erat dengan Tuhan, hubungannya sehingga ia berkomitmen sungguh-sungguh untuk menjaga agar hubungannya dengan Tuhan jangan sampai terganggu atau rusak, Daud tidak ingin melukai hati Tuhan, membuat Tuhan sedih apalagi marah.

    Bagaimana dengan kita? Yang terkait membangun hubungan kita dengan Tuhan, apa yang menjadi komitmen di hati kita? Seberapa kuat kita berjuang untuk menjaga komitmen kita kepada Tuhan?

    Pertanyaan yang paling dasar sebenarnya bukan komitmennya tapi seberapa penting Tuhan di hidup kita? Siapa sih Tuhan bagi kita?

    Kalau Tuhan benar-benar yang terpenting, yang terutama di hidup kita maka kita akan membangun komitmen-komitmen dengan sukacita, tanpa beban sama sekali, dan tak tergoyahkan apa pun juga. Harga mati !!!

    Doa

    Ya Tuhan,
    kami mau bertemu denganMu saat ini. MengalamiMu saat ini.
    Supaya kami tersadar siapa Engkau bagi kami.
    Buat kami tersadar, kalau perlu terpukul agar kami benar-benar menempatkan Engkau sebagai Tuhan atas kami, Engkau yang terpenting dalam kehidupan kami dan Engkaulah fokus serta tujuan hidup kami.

    Amin

  • Renungan Mazmur 97: Allah adalah Raja

    Renungan Mazmur 97: Allah adalah Raja

    “Tuhan adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita!”

    Mazmur 97:1 (TB)

    Mazmur 97 mengajak kita melihat kembali bahwa Allah adalah Raja atas seluruh bumi. Jika kita menutup mata dan membayangkan suasana yang digambarkan pemazmur di pasal ini, kita bisa merasakan betapa dahsyat kuasa dan kemuliaan-Nya—sampai membuat tubuh merinding.

    Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
    Api menjalar di hadapan-Nya, dan menghanguskan para lawan-Nya sekeliling.
    Kilat-kilat-Nya menerangi dunia, bumi melihatnya dan gemetar.
    Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan seluruh bumi.”

    Mazmur 97:2–5 (TB)

    Gambaran ini menunjukkan Tuhan yang begitu perkasa, adil, dan layak ditakuti.

    Siapakah yang tidak gentar di hadapan-Nya?

    Siapakah yang berani mengangkat wajah untuk melawan-Nya?

    Kalau dalam dunia perang, siapa yang berani menjadikan Dia musuh?

    Bukankah jauh lebih baik menjadi sekutu-Nya, bahkan sahabat karib-Nya?

    Namun kita justru mendapatkan lebih dari itu. Kita bukan hanya sekutu, tetapi anak-anak-Nya. Kita yang percaya kepada-Nya disebut anak-anak Raja.

    Tahukah kita bahwa kita adalah anak-anak Raja?

    Percayakah kita sungguh-sungguh akan identitas itu?

    Kalau benar kita percaya, mengapa kita masih begitu mudah goyah dan susah hati saat menghadapi kesukaran, seolah-olah kita berjalan sendirian dan tidak dijagai oleh Bapa yang Mahakuasa?

    Sering kali kita menuntut melihat sesuatu yang “luar biasa” dulu baru mau percaya. Padahal, begitu banyak hal kecil setiap hari yang sebenarnya menunjukkan penyertaan Tuhan.

    Aplikasi

    Kita perlu lebih peka terhadap peristiwa di keseharian kita.

    Sering kita menyebutnya “kebetulan” atau “untung”, padahal semua itu adalah berkat dan kasih karunia Tuhan yang bekerja diam-diam dalam hidup kita.

    Pertemuan yang terasa kebetulan. Pintu yang tertutup, tetapi ternyata menghindarkan kita dari masalah. Kekuatan yang tiba-tiba ada saat kita hampir menyerah.

    Itu semua bukan sekadar “nasib baik”, melainkan tangan Tuhan yang memegang dan memimpin kita—Raja yang juga Bapa.

    Doa

    Kiranya Tuhan membuka mata hati dan telinga rohani kita, supaya kita semakin menyadari bahwa Raja yang Mahakuasa itu adalah Bapa kita sendiri, dan kita boleh hidup dengan damai, bukan dengan ketakutan.

    Amin.

  • Renungan Mazmur 90: Allah Tempat Perlindungan Kekal (3)

    Renungan Mazmur 90: Allah Tempat Perlindungan Kekal (3)

    Bergerak dalam Perlindungan Allah

    Devotional

    Sering kali, ketika kita berada dalam kesukaran, penderitaan, atau tekanan yang berat, kita merasa “pantas” untuk diam saja. Kita menunggu pertolongan datang, berharap keadaan berubah tanpa kita harus bergerak.

    Tidak semua orang bereaksi demikian, tapi banyak yang akhirnya tenggelam semakin dalam dalam pergumulan karena memilih untuk berhenti melangkah.

    Doa Musa dalam Mazmur 90 mengingatkan beberapa hal penting:

    1. Hidup kita singkat
    “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun…” (Mazmur 90:10).
    Justru karena singkat, kita diajak untuk tidak menyia-nyiakan hari-hari yang Tuhan beri, supaya jerih lelah kita—terutama di dalam Tuhan—menjadi kesaksian hidup, bukan penyesalan di akhir.

    2. Tuhan ingin kita berhikmat
    “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami, supaya kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:12).
    Hati yang bijaksana akan mengelola waktu, talenta, dan kesempatan yang Tuhan percayakan—bahkan di tengah masa-masa sulit. Kita tidak hanya bertahan, tapi juga bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan.

    3. Tuhan ingin meneguhkan pekerjaan tangan kita
    “Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami…” (Mazmur 90:17).
    Tuhan tidak hanya melindungi kita secara pasif; Ia mau berjalan bersama kita dan meneguhkan setiap langkah dan karya yang kita lakukan bersama-Nya.

    Memang, dalam pergumulan kita cenderung mencari posisi yang paling aman, bahkan sampai sulit berdoa dan sulit bergerak. Karena itu, kita tidak bisa menjalani hidup ini sendirian. Kita perlu gereja, kita perlu saudara seiman yang mendukung kita dalam doa dan menyemangati kita untuk kembali melangkah.

    Bergerak dalam perlindungan Tuhan adalah mukjizat dan kasih karunia-Nya.
    Seperti bangsa Israel yang berjalan di padang gurun di bawah naungan tiang awan dan tiang api.
    Seperti domba yang berjalan bersama gembala di lembah kekelaman (Mazmur 23).

    Perlindungan Tuhan bukan hanya tempat untuk “bersembunyi”, tetapi juga ruang aman untuk terus melangkah dalam iman.
    Selama kita berjalan bersama Dia, setiap langkah—sekecil apa pun—tidak sia-sia.

    Application

    – Jangan jalan sendiri. Hubungi seorang sahabat rohani, pemimpin komsel, atau anggota gereja, dan ceritakan pergumulanmu. Minta mereka mendoakanmu.
    – Pilih satu langkah kecil yang bisa kamu lakukan hari ini: berdoa singkat, ikut ibadah, mulai kembali pelayanan, atau menyelesaikan satu tugas yang tertunda.
    – Di akhir hari, luangkan waktu sejenak untuk menghitung “karya Tuhan”: tulis minimal satu hal kecil yang menunjukkan bahwa Tuhan menyertaimu hari itu.

    Share Your Faith

    Bergerak dalam perlindungan Tuhan berarti tetap melangkah, sekalipun langkahmu kecil dan tertatih.

    Tuhan berjanji menyertai, meneguhkan, dan memakai setiap langkah itu sebagai bagian dari karya-Nya dalam hidupmu.

    Prayer

    Ya Tuhan,
    dalam kesukaran dan penderitaan ini, jiwa kami rasanya hancur.
    Sering kali kami kehilangan kekuatan untuk melangkah dan memilih diam.

    Kuatkan tubuh kami, tetapi terlebih lagi kuatkan hati kami.
    Ajari kami memandang hanya kepada-Mu
    selagi kami melangkah setapak demi setapak.

    Peganglah tangan kami erat-erat, ya Tuhan, jangan lepaskan.
    Mampukan kami merasakan sukacita atas setiap kemajuan kecil
    yang kami buat bersama-Mu.

    Dalam nama Tuhan Yesus,
    Amin.

  • Renungan Mazmur 90: Allah Tempat Perlindungan Kekal (2)

    Renungan Mazmur 90: Allah Tempat Perlindungan Kekal (2)

    Jangan Ragu, Betapa Besar Kuasa Allah.

    Devotional

    Dalam tekanan yang berat, pergumulan yang menekan dari segala sisi, apalagi saat kita sedang ditimpa bencana atau kesusahan besar, pengharapan kita bisa ikut terhimpit.
    Kadang bukan cuma ragu—kita bisa sampai pada titik putus asa dan merasa seolah tidak ada lagi jalan keluar.

    Di tengah suasana seperti itu, doa Musa dalam Mazmur 90 mengingatkan kita akan satu kebenaran penting:
    betapa besar kuasa Allah dan betapa kecilnya segala sesuatu di hadapan-Nya.

    “Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: ‘Kembalilah, hai anak-anak manusia!’ Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin…” (Mazmur 90:3–4, TB)

    Bagi Tuhan, seribu tahun hanya seperti satu hari yang baru saja lewat, seperti satu giliran jaga di waktu malam.
    Artinya: tidak ada tekanan, masalah, kesukaran, atau penderitaan yang terlalu besar atau terlalu lama bagi Dia.
    Semua yang terasa sangat berat dan panjang bagi kita, sesungguhnya ada dalam genggaman-Nya yang kekal.

    Tuhan tahu persis apa yang kita alami—bahkan dosa dan kelemahan yang kita sembunyikan pun terbuka jelas di hadapan-Nya. Namun justru di situlah pengharapan kita:
    Allah yang maha tahu dan maha kuasa itu juga adalah Allah yang maha kasih.

    Dalam situasi apa pun, kita perlu berpegang pada perkataan Tuhan, pada Firman-Nya. Di sanalah letak kuasa yang sanggup mengubah hidup kita.
    – Firman Tuhan mengubah cara kita memandang situasi.
    – Cara pandang yang diubahkan akan mengubah respon hati dan langkah kita.
    – Dan pada waktunya, Tuhan memakai itu untuk mengubah jalannya hidup kita.

    Karena begitu besar kuasa perkataan Tuhan maka tidak heran Yohanes menulis bahwa pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. (Yohanes 1). Dan di kitab Amsal 1:1-2, kita juga diingatkan bahwa orang yang kesukaannya merenungkan perkataan Tuhan akan berbuah-buah kehidupannya.

    Ketika kita membaca, merenungkan, dan memegang Firman Tuhan, kita sesungguhnya sedang membuka hati untuk diubahkan oleh-Nya. Mungkin hari-hari kita belum langsung berubah menjadi mudah, tetapi hati kita menjadi lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih penuh pengharapan.
    Di tengah kesukaran, kita bisa tetap bersukacita karena tahu bahwa kita tidak berjalan sendiri.

    Rasakanlah betapa besar kuasa Firman Tuhan dalam hidup kita

    Rasakanlahbetapa besar kuasa Firman Tuhan dalam kehidupan kita, mari kita: – Pilih beberapa ayat Firman Tuhan yang bisa menjadi pegangan pribadi dalam pergumulanmu.
    – Catat di jurnal, HP, atau sticky note.
    – Renungkan, bayangkan, dan doakan ayat itu—“obrolkan” dengan Tuhan bagaimana ayat itu berbicara ke situasimu.

    Biarkan Firman itu bekerja:
    mengubah hati terlebih dahulu,
    lalu menguatkan langkahmu,
    sampai akhirnya mengubahkan cara kamu melihat situasimu.

    Prayer

    Ya Tuhan,
    ajarlah kami untuk yakin dan percaya,
    berpegang pada setiap perkataan-Mu, bukan pada rasa takut kami.

    Tolong kami membangun hubungan yang intim dengan-Mu
    melalui doa dan Firman setiap hari.

    Biarlah perkataan-Mu berkuasa atas hidup kami,
    mengubah hati kami, cara pandang kami, dan langkah-langkah kami.

    Kami percaya, kuasa-Mu jauh lebih besar
    daripada setiap pergumulan yang kami hadapi.

    Amin.

    Share Your Faith

    Di tengah tekanan dan rasa putus asa, jangan berhenti pada keraguan.

    Berpeganglah kembali pada Firman Tuhan—di sanalah kuasa-Nya nyata, menguatkan hatimu langkah demi langkah.

  • Renungan Mazmur 90: Allah Tempat Perlindungan Kekal (1)

    Renungan Mazmur 90: Allah Tempat Perlindungan Kekal (1)

    Jangan Takut, Allah tempat perlindungan kekal

    'Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. '

    Renungan

    Dalam situasi yang tidak aman atau tidak nyaman, naluri manusia selalu sama: kita mencari tempat yang aman.
    Bayangkan suasana perang: kekacauan di mana-mana, orang-orang terluka, bahkan meninggal. Rasanya hidup seperti di ujung tanduk. Atau bayangkan bencana alam: banjir, gempa, kebakaran, tsunami. Dalam semua itu, reaksi pertama kita biasanya adalah mencari tempat perlindungan.

    Doa Musa dalam Mazmur 90 adalah pengakuan iman yang sangat dalam:
    “Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun…”

    Perjalanan Musa dan bangsa Israel keluar dari Mesir penuh dengan ketidakjelasan, ketakutan, dan mungkin keputusasaan. Dari semua pengalaman itu, Musa belajar satu hal penting: hanya ada satu tempat perteduhan dan perlindungan yang sejati bagi manusia, yaitu Allah sendiri.

    “Engkaulah tempat perteduhan kami.”
    Kata tempat berbicara tentang posisi yang bisa dituju. Di saat kita merasa tidak aman dan mencari perlindungan, Firman Tuhan menegaskan: ada tempat itu, dan tempat itu adalah Tuhan.
    Berada di dalam Tuhan, hidup bersama Tuhan, adalah tempat perlindungan yang paling aman di dunia ini.

    Seperti orang yang berlari menuju bunker saat perang atau titik evakuasi saat bencana, demikian juga kita seharusnya bergerak menuju Tuhan. Itu berarti kita tidak hanya tahu bahwa Tuhan itu ada, tetapi juga melangkah mendekat kepada-Nya.

    Bagi kita, tempat itu bukan titik geografis di peta. Tuhan bisa kita temukan di mana saja dan kapan saja—yang Ia cari adalah hati yang rindu, haus dan lapar akan damai dan sukacita-Nya.

    Aplikasi
    Kalau hari ini kamu sedang berada di tengah pergumulan—entah dalam pekerjaan, keluarga, kesehatan, atau pelayanan—mulailah mengarahkan pandanganmu kepada Tuhan.
    Ambil langkah iman yang sederhana tapi nyata:
    – Berdoa, walau dengan kata-kata yang terbata-bata.
    – Membuka Firman Tuhan dan merenungkannya.
    – Kembali beribadah di gereja dan berada di tengah komunitas rohani.

    Mulailah mencari Tuhan dan bergerak kepada-Nya. Percayalah, di tengah lembah kekelaman sekalipun, Tuhan tetap sanggup menjadi tempat perteduhanmu yang kekal. Nantikan penyertaan-Nya di dalam setiap pergumulanmu.

    Prayer

    Ya Tuhan,
    Engkau tahu betapa tertekan hati dan jiwaku saat ini.
    Aku datang mencari-Mu—masuklah dan penuhilah hatiku, supaya jiwaku tenang karena aku bersama-Mu, tempat perteduhanku yang kekal.
    Aku percaya, bersama Engkau aku dapat melalui setiap situasi ini.
    Aku percaya, dalam Kristus aku lebih dari pemenang.

    Amin

    Share Your Faith

    Saat kamu merasa hilang arah, datanglah terlebih dahulu kepada Tuhan.

    Berpeganglah terus kepada-Nya, karena Dia sanggup menuntunmu melewati setiap lembah kekelaman yang sedang kamu hadapi.

  • 93. Renungan Mazmur 8 – Terpujilah Nama Tuhan

    93. Renungan Mazmur 8 – Terpujilah Nama Tuhan

    Membaca dan merenungkan Mazmur pasal 8 ini untuk menyusun sebuah renungan menjadi tantangan tersendiri karena semuanya adalah ya dan amen.

    Semua begitu jelas, begitu terbuka, gamblang dan eksplisit.

    Mari kita membaca bersama Mazmur pasal 8.

    Ayat yang menjadi rhema renungan hari ini adalah:

    Mazmur 8:10 TB

    Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

    https://bible.com/bible/306/psa.8.10.TB

    Ini hari ke-3 saya membaca kembali pasal ini, dan perasaan yang timbul semakin kuat.

    Di hari pertama, saya speechless. Kesulitan menemukan kata-kata untuk dibagikan.

    Di hari kedua, hati saya terasa membesar. Saya membayangkan bagaimana Daud menyanyikan mazmur ini. Pastinya Daud bernyanyi dengan suara yang lantang sampai ke puncak kepalanya. Karena memang itulah rasanya saat saya membaca pasal ini beberapa kali. Walaupun mungkin bagi beberapa orang ada banyak kalimat yang membingungkan apa maknanya, namun  bacalah ulang-ulang seperti memyanyikan refrain pada sebuah lagu. Dan hasilnya sepanjang hari kemarin membuat saya merasa bersyukur sekaligus merasa butuh Tuhan, merasa bersalah karena menghitung-hitung apakah masih ada talenta yang saya simpan, yang belum saya kerjakan, atau malah saya gunakan secara sia-sia.

    Dan hari ini, hari ketiga, hanya satu kalimat yang bisa menceritakan pasal ini, “Ya Tuhan, terpujilah namaMu di seluruh bumi.”

    Bacalah lagi beberapa kali, seperti bernyanyi. Sama seperti kita menyanyikan sebuah lagu seringkali kiya hanya menyanyi tanpa mengerti maksud syairnya. Bermazmurlah dengan mazmur ini maka hati anda akan terasa semakin besar dan semakin besar.

    Amen

    Image by stockking on Freepik