Tuhan ingin meyakinkan kita bahwa menjadi orang benar yang benar di mata Tuhan itu sangat banyak sukacitanya.

“They will have no fear of bad news;
their hearts are steadfast,
trusting in the Lord.
Their hearts are secure, they will have no fear;
in the end they will look in triumph on their foes.”

‭‭Psalms‬ ‭112‬:‭7‬-‭8‬ ‭NIV‬‬

Salah satunya terkait respon hati.

Dari 2 ayat ini kita bisa belajar satu hal baru, yaitu bila kita seringkali mengalami perasaan takut, cemas, insecure, overthinking berarti ada yang kurang benar di diri kita.

Karena 2 ayat di atas menggambarkan beberapa ciri respon hati yang dimiliki oleh orang benar : hatinya tetap/ tenang, teguh, percaya penuh kepada Tuhan sehingga ia tidak takut kepada kabar celaka/ kabar buruk, termasuk yang belum terjadi (kecemasan, kuatir, overthinking). Namun ketenangan dan keyakinannya itu tidak lantas membuat dirinya tinggi hati, sehingga menyepelekan situasi, menyepelekan lawan-lawannya, ia tetap prepare, tetap mempersiapkan diri, tetap aware – berjaga-jaga.

Bukankah begitu sering kita mengalami kecemasan, kekuatiran, bahkan ketakutan sehingga merusak hari-hari kita?

Perasaan itu hadir karena kita tidak merasa aman/ secure. Sehingga yang kita butuhkan itu rasa aman.

Di mana kita bisa mendapatkan rasa aman itu? Rasa aman itu ada saat kita bersama-sama dengan Tuhan. Di situlah terletak rasa aman yang absolut.

Bagaimana caranya agar bisa bersama-sama dengan Tuhan? Sesungguhnya Tuhan itu sudah ada bersama-sama dengan kita, justru tinggal kitalah yang perlu mengalihkan fokus kita kepada Tuhan yang ada dekat kita, apakah kita sadar?

Seperti kita duduk bersama dalam satu meja di coffee shop, bayangkan Tuhan sedang berbicara ke kita, tapi tangan kita dan pikiran kita sedang sibuk chat WA. Apa yang Tuhan sampaikan itu tidak akan masuk dalam hati kita walaupun wajah kita tersenyum kepadaNya.

Tahun 2025 sudah mau selesai, kita akan memasuki tahun yang baru.

Mari kita memaksa diri kita untuk belajar lebih fokus lagi kepada Tuhan di hari-hari ke depan. Tinggalkan semua ketakutan, sisakan 1 saja yaitu takut untuk membuat Tuhan sedih. Saya percaya hati kita akan fully secured, akan aman sepenuhnya karena Tuhan senantiasa menyertai hari-hari kita.

Doa

Ya Tuhan,

Maafkan aku bila selama ini aku sibuk sendiri dengan pikiranku, dengan perasaanku, dengan kesibukanku. Aku mengabaikan Engkau yang dengan sabar menunggu aku untuk fokus kepada-Mu.

Panggil aku dong Tuhan, colek aku, tegur aku juga gak apa-apa. Supaya aku tidak semakin terjerumus dalam kecemasan dan ketakutanku sendiri.

Aku mau menjadi orang yang memiliki hati yang tenang, teguh, penuh percaya kepada Engkau.

Dalam nama Tuhan Yesus.

Amin

Quote of the week

“Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan yang merenungkan taurat itu siang dan malam.”

~ Mazmur 1

Designed with WordPress

Eksplorasi konten lain dari Kucinta Alkitabku

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca