57. Renungan 1 Yohanes 3 – Ada yang Berbalik Menyerang
Mari kita membaca terlebih dahulu Firman Tuhan dari Surat Pertama Yohanes, 1 Yohanes 3:19-24.
Perasaan damai di hati itu individual. Dalam menghadapi situasi yang sama, respon hati setiap orang bisa saja berbeda.
Salah satu penyebab hati kita tidak merasa damai adalah karena ada perasaan negatif yang timbul salah satunya dari perasaan tertuduh. Firman Tuhan di atas menyebutkan bahwa hati kita dapat menuduh kita. Dan bisa dengan tuduhan apa saja mulai dari hal yang sederhana sampai dengan yang kompleks, hati kita membawa pikiran kita kemana-mana, memikir-mikirkan segala sesuatu yang hanya ada di pikiran kita sendiri.
Dan ternyata Firman Tuhan berkata bahwa tuduhan itu berasal karena hidup kita tidak benar. Karena hidup kita masih bergelimang dosa.
Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,
1 Yohanes 3:19-20 TB
sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.
Dan dikatakan bahwa apabila kita hidup dalam kebenaran, menjalankan perintah-Nya hati kita tidak mungkin bisa menuduh kita karena Allah jauh lebih besar dari hati kita, karena Allah mengetahui segala sesuatu. Jadi tidak akan bisa hati kita menuduh kita, dan bukan tidak bisa namun karena memang tidak ada bahan yang bisa dituduhkan kepada diri kita.
Merasa nanti orang pikir…., merasa bahwa ah aku tidak bisa…, merasa bahwa ah pasti gagal…. dan sejenisnya mereka itu adalah contoh bentuk-bentuk tuduhan hati kita yang muncul dalam pikiran dan perasaan kita. Dan itu memang benar membuat hati dan pikiran tidak tenang, susah rasanya, berat rasanya di hati.
Dan ternyata Firman Tuhan sampaikan bahwa tuduhan itu, yang berasal dari hati kita sendiri membuat kita tidak punya keberanian percaya untuk mendekati Allah. Membuat kita malu dan takut.
Sehingga justru kita akan menjauhi Allah, oleh karena kita kehilangan keberanian. Sama seperti Adam dan Hawa saat mereka tersadar bahwa mereka melanggar perintah Allah. Mereka bersembunyi dari hadapan Allah saat Allah mencari mereka berdua.
Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan
1 Yohanes 3:21-22 TB
apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.
Apa itu keberanian percaya untuk mendekati Allah? Dalam versi NIV dituliskan , “Dear friends, if our hearts do not condemn us, we have confidence before God”. Artinya percaya diri di hadapan Allah. Percaya diri untuk bertemu denganNya.
Oleh karena itu sebegitu pentingnya untuk kita hidup dalam kebenaran, menjalankan perintah-perintah Tuhan. Yang pertama-tama benefitnya adalah untuk diri kita sendiri, agar hidup kita, hati kita tenang dan damai. Dan yang kedua kita menjadi percaya diri di hadapan Allah, jauh dari rasa malu, rasa takut kepadaNya, dan kita jadi bisa mengekspresikan rasa cinta kita kepada Tuhan.
Dan inilah perintah-Nya itu:
1 Yohanes 3:23-24 TB
supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan
supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.
Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.
Jadi kalau kita ringkas, ada beberapa poin yang harus kita renungkan, kita jadikan pegangan sebagai referensi dalam kehidupan kita hari-hari ke depan:
1. Hati kita sendiri bisa menuduh kita sendiri karena hidup kita masih seringkali dalam dosa.
2. Tuduhan hati kita kepada diri kita membuat kita kehilangan percaya diri, keberanian untuk menghadap Allah.
3. Jika kita kehilangan keberanian untuk menghadap Allah, untuk meminta, memohon pertolongan, bagaimana kita bisa mendapatkannya.
4. Kehilangan keberanian akibat tuduhan hati kita sendiri justru dapat menjauhkan diri kita dari Tuhan. Hubungan kita dengan Tuhan semakin renggang.
5. Hati yang tenang karena hidup kita ada di dalam Tuhan, hidup kita menjalankan perintah-perintahNya. Baik perintah untuk mengasihi Tuhan maupun mengasihi sesama.
6. Karena hati kita tenang, maka hati kita pun dengan tenang, bahkan sukacita bertemu menghadap Allah kapan pun, di mana pun, dan dalam kondisi apa pun.
7. Saat hati kita tenang, kita bisa lebih mengembangkan perasaan kasih dan cinta kita kepada Tuhan.
8. Maka Allah akan menyertai, dan menjaga, serta memelihara hidup kita.
Doa:
Ya Tuhan, ampunilah dosa-dosa kami. Kami ingin bertobat dari dosa.
Ingatkan kami ya Tuhan apabila hati kami, pikiran kami mulai melenceng. Tegur kami langsung ya Tuhan saat kami mulai lengah, terlena.
Ajari kami melakukan perintah-perintahMu.
Amen
