Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Kategori: Parenting

  • Everything is POSSIBLE

    Everything is POSSIBLE

    Mark 9 : 23

    Anda pasti sudah sering membaca kisah Yesus menghadapi permintaan dari seorang Bapak, untuk kesembuhan anaknya.

    Tahukah anda ada hal yang menarik disana ?

    Yesus tergugah dengan kata-kata permintaan Bapak tersebut : Tapi jika Tuhan bisa ….

    Kita semua tahu, bahwa tidak ada yang tidak bisa bagi Tuhan, namun Yesus pada saat itu juga mengerti atas harapan yang sangat besar dan keputusasaan Bapak itu karena murid-murid Yesus tidak dapat menyembuhkan anaknya. Sehingga mulai muncul rasa tidak yakin, yang kemudian memunculkan pertanyaan seperti di atas.

    Namun Yesus menjawab : “Everything is POSSIBLE for one who is BELIEVE”

    Believe – Percaya itu yang seringkali kecil atau tidak ada. Jika sempat ada, maka menjaga dan mempertahankan keyakinan tersebut adalah perjuangan. Dibutuhkan kekuatan untuk senantiasa yakin dan percaya. Dibutuhkan hubungan spesial dan keintiman dengan Tuhan dan Roh Kudus agar senantiasa percaya.

    Maka kita harus mulai membangun hubungan yang lebih intim lagi dengan Tuhan dan Roh Kudus.

    Saat ini saya sedang membaca edisi bahasa Inggris (NIV), dan saya menemukan hal baru yang berkesan buat saya. Berbeda dengan edisi Bahasa Indonesia dan King James Version, namun saya menganggapnya juga sebagai kebenaran, bahkan hal tersebut memperkaya iman saya.

    Verse 24 NIV :

    Immediately the boy’s father exclaimed, “I do believe; help me overcome my unbelief!

    Bapak itu menyadari kesalahannya dan permintaanya bertambah yaitu meminta agar Tuhan membantunya untuk jadi percaya. Jadi lebih percaya. Memperbesar imannya.

    Bahkan tahukah anda kalau Bapak tersebut, menyesali bahkan sampai berseru dan menangis meminta hal tersebut kepada Yesus ?

    Verse 24 KJV :

    And straightway the father of the child cried out, and said with tears, Lord, I believe; help thou mine unbelief.

    Percaya, itu adalah porsi manusia. Namun saya juga percaya, Tuhan mampu membuat kita lebih percaya jika kita memintanya. Jika memang kita menginginkannya.

    Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, yang kita butuhkan hanya percaya.

    Setiap permasalahan di dalam hidup kita pasti ada jalannya.

    Bahkan untuk dosa terbesar kita, Tuhan tetap menyediakan jalan.

    “Be innocent of both outward and inward sins. Ask The Holy Spirit cleanse you through and through.” – Philip Mantofa

    Mari kita mulai dengan membaca Alkitab, 1 pasal sehari.

    Atau kalau masih terlalu banyak mulailah dengan 5 menit sehari.

    Mintalah hikmat Tuhan dari yang 5 menit itu.

    Saya percaya, Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk anda.

    Karena itulah Tuhan, tidak ada yang tidak sempurna yang berasal dari Tuhan.

    Amen.

  • 2019 Message : Jesus has risen in you, don’t waste it

    2019 Message : Jesus has risen in you, don’t waste it

    Matthew 28

    Tuhan Yesus telah bangkit dari kematian ribuan tahun yang lalu.

    Tapi tahukah anda, Tuhan Yesus juga bangkit di dalam hati kita. Setiap pagi….

    Saat kita bangun pagi, sesungguhnya Tuhan sudah terlebih dahulu bangkit di hati kita.

    Mari kita mulai tahun 2019 untuk mulai belajar, atau belajar lagi. Belajar dari firman Tuhan. Belajar lagi dari Yesus.

    Kalau satu buku Alkitab dirasa berat, mari fokus pelajari Perjanjian Baru saja.

    Kalau Perjanjian Baru juga masih terasa berat, mari fokus pelajari salah satu kitab saja.

    Kalau satu kitab dirasa juga berat, ayo kita fokus pelajari kitab yang paling pendek di Perjanjian Baru yaitu Surat Yohanes yang ke dua (The Second Epistle of John). Hanya 1 1/3 halaman.

    Bacalah kitab itu setiap pagi, setiap pagi. Itu akan menjadi Goal besar setiap hari – menyelesaikan 1 kitab per hari. Bukankah terasa hebat ?

    Yesus sudah bangkit di dalam kita, biarlah bibit kecil itu terus bertumbuh besar sampai menutupi diri kita.

  • Pdt Philip Mantofa : Accepting Jesus (Catatan Kotbah Natal 2018).

    Tidak ada yang terlalu kotor untuk menerima Yesus.

    Siapapun kita, betapa berdosanya kita, Tuhan bisa memperbaiki kita.

    Siapa wanita Samaria yang memberi Yesus minum.

    1. Wanita tersebut adalah orang Samaria.
    2. Wanita tersebut adalah wanita yang najis (dosa seksual).
    3. Wanita tersebut tidak mencari Tuhan.
    4. Wanita tersebut bahkan mencela / memandang remeh Yesus.

    Namun walaupun begitu Yesus profesional. Ia melihat ke dalam diri wanita itu.

    Bukan berarti kita permisif terhadap perbuatan dosa. Dosa adalah dosa. Namun sikapilah dengan baik, karena bagaimana kita bisa membawa mereka kepada Tuhan.

    Tuhan Yesus menyukai seseorang yang mengakui dosanya. Yesus menerima wanita itu. Wanita itu mengalami penerimaan. Kemudian ia juga mengalami pemulihan. Bahkan bukan hanya dia saja namun seluruh kotanya dipulihkan.

    Perubahan terjadi setelah perubahan terjadi di dalam diri kita.

    Jangan pernah bangga merasa selalu mencari Tuhan sejak kecil. Kemuliaan justru didapat lihat dari defisit sebelumnya. Tuhan mengubahkan dari kehidupan dosa menjadi seorang evangelis.

    Jesus convert her.

    Saat kita bertobat, jalan kita mungkin tidak akan mudah, jalan salib. Tapi kemuliaan ada di ujung sana.

    Jadilah penjala manusia, Tuhan sudah menunjuk kita menjadi evangelis-evangelis yang luar biasa.

    P.S :

    Wow…. Amen.

    Thank You my God, Jesus. For confirming me. Help me to grow in You, grow inside me.

  • Action – nothing is more important

    Action – nothing is more important

    Pagi ini saya membaca 3 pasal. 3 pasal yang berkaitan. Karena awalnya rencana saya membaca 2 pasal namun karena saya sekarang sedang membaca edisi bahasa inggris, ceritanya bersambung, sehingga sayang kalau saya hentikan.

    Saya mendapatkan 2 rhema pagi ini.

    Rhema yang ke – 2 : Buat Tuhan, jauh lebih penting mengerjakan daripada pernyataan kesediaan. (Matt 21 : 28-32).

    Alias Jangan Omong Doang (OmDo).

    This verse hit me strike. Because these Q4 of 2018 I am practicing Acts, Executions not just statements, plans, dreams.

    In 2019 Jesus provide us what we want. We believe that 2019 is the prosperious year. But Jesus ask us to Act !!!

    Rhema ke – 1 : If I want something, if I want my dreams come true, I should ask in prayer and believe that you already have it.

    Ask in prayer in faith.

    Kalau mau dipecah tahapannya bagi yang ingin mewujudkan impiannya :

    1. Bermimpi, membangun impian.
    2. Ask in prayer.
    3. Believe it.
    4. Live it.

    Tapi kita semua tahu, masalah kita ada pada setiap tahapan itu. Bahkan kita tidak tahu impian kita, bagaimana Tuhan bisa membantu mewujudkannya ? Yang masalah apabila hidup kita tidak berjalan baik lalu kita menyalahkan Tuhan, menghakimi Tuhan tidak sayang.

    Yuk, sama-sama berubah yuk…

    Agar menjadi murid Kristus menjadi pengalaman yang membahagiakan.

  • “Go for Extra Mile” – is Jesus’ words

    “Go for Extra Mile” – is Jesus’ words

    Luar biasa Firman Tuhan pagi ini.

    Injil Matius 5 dan 6, saya selalu suka saat membaca kedua pasal ini. Senantiasa menginspirasi dan memotivasi saya. Dan senantiasa saya gunakan saat saya memberi motivasi teman-teman saya.

    Dua pasal ini saya baru menyadari bahwa Tuhan Yesus adalah Champion of The Champion (walaupun itu terlalu kecil bagiNya). Namun Ia mengajarkan untuk selalu memberikan yang Terbaik. The best ! Bahkan The EXTREME BEST !!!

    Tidak hanya mengajarkan kita untuk melakukan sesuai yang dituliskan namun lebih dari itu.

    Wow, Praise The Lord.

    Apakah kita sudah senantiasa melakukan yang terbaik? Above the expectations ? Kepada pasangan kita, anak-anak dan keluarga kita, pekerjaan kita, bahkan kepada orang-orang yang berhubungan dengan kita.

    Masih merinding rasanya saat saya menuliskan artikel ini.

    Ayo, mari, kita berikan terbaik yang kita bisa, niscaya janji-janji Tuhan akan terjadi dalam hidup kita.

    Anda Janji ?

    Yuk…

  • Learn to be like God

    Nahum

    Apakah ada yang pernah membaca kitab Nahum ?

    Membacanya dengan penuh kesadaran ?

    Salut buat yang sudah pernah, apalagi yang sudah sering.

    Kitab Nahum itu sesudah Mikha. Nah kitab Mikha sesudah Yunus. Kalau kitab Yunus sudah banyak yang tahu ceritanya. Coba baca cerita lucu Yunus di tulisan saya sebelumnya deh.

    Saya suka membaca, salah satu topik bacaan kesukaan saya adalah leadership atau kepemimpinan. Itu karena saya selalu penasaran, saya selalu merasa kurang dalam cara-cara saya memimpin di kehidupan sehari-hari. Saya ingin menjadi pemimpin yang keren. Sampai tahun yang lalu saat saya meniatkan diri untuk pertama kali membaca Alkitab sampai selesai. Ternyata banyak sekali ilmu-ilmu kepemimpinan di dalamnya. Banyak sekali kisah kepemimpinan yang dilakukan oleh para Nabi dan Raja Israel (bisa dilihat dari tulisan-tulisan saya di awal 2017).

    Namun beberapa minggu terakhir saya menemukan hal baru yang luar biasa. Seharusnya figur utama yang saya contoh adalah Tuhan Allah Bapa sendiri. Dialah sumber segala sesuatu, bahkan sumber inspirasi. Karena Tuhan sendirilah yang memimpin bangsa Israel melalui Nabi dan Raja, walaupun seringkali para Raja tersebut tidak taat (sama dengan di pekerjaan kita kan).

    Hari ini pelajaran dari Tuhan ada 2. Sebagai seorang pemimpin :

    1. Pasal 1: 1a -> Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah.
    2. Pasal 1:7-8a -> Tuhan itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya dan menyebrangkan mereka pada waktu banjir.

    Apakah saya sudah seperti itu? Tentunya masih jauh. Namun saya jadi tahu mana yang benar dan mana yang seharusnya saya lakukan.

    Belajar untuk menjadi pemimpin yang baik seperti Allah Bapa sendiri.

    Mari bacalah Alkitab anda untuk menggali lebih dalam bukan hanya ilmu kepemimpinan namun ilmu-ilmu kehidupan yang akan menuntun kita mendapatkan kebahagiaan dan damai sejahtera seumur hidup kita.