Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Kategori: Saat Teduh

  • Renungan Mazmur 90: Allah Tempat Perlindungan Kekal (1)

    Renungan Mazmur 90: Allah Tempat Perlindungan Kekal (1)

    Jangan Takut, Allah tempat perlindungan kekal

    'Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. '

    Renungan

    Dalam situasi yang tidak aman atau tidak nyaman, naluri manusia selalu sama: kita mencari tempat yang aman.
    Bayangkan suasana perang: kekacauan di mana-mana, orang-orang terluka, bahkan meninggal. Rasanya hidup seperti di ujung tanduk. Atau bayangkan bencana alam: banjir, gempa, kebakaran, tsunami. Dalam semua itu, reaksi pertama kita biasanya adalah mencari tempat perlindungan.

    Doa Musa dalam Mazmur 90 adalah pengakuan iman yang sangat dalam:
    “Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun…”

    Perjalanan Musa dan bangsa Israel keluar dari Mesir penuh dengan ketidakjelasan, ketakutan, dan mungkin keputusasaan. Dari semua pengalaman itu, Musa belajar satu hal penting: hanya ada satu tempat perteduhan dan perlindungan yang sejati bagi manusia, yaitu Allah sendiri.

    “Engkaulah tempat perteduhan kami.”
    Kata tempat berbicara tentang posisi yang bisa dituju. Di saat kita merasa tidak aman dan mencari perlindungan, Firman Tuhan menegaskan: ada tempat itu, dan tempat itu adalah Tuhan.
    Berada di dalam Tuhan, hidup bersama Tuhan, adalah tempat perlindungan yang paling aman di dunia ini.

    Seperti orang yang berlari menuju bunker saat perang atau titik evakuasi saat bencana, demikian juga kita seharusnya bergerak menuju Tuhan. Itu berarti kita tidak hanya tahu bahwa Tuhan itu ada, tetapi juga melangkah mendekat kepada-Nya.

    Bagi kita, tempat itu bukan titik geografis di peta. Tuhan bisa kita temukan di mana saja dan kapan saja—yang Ia cari adalah hati yang rindu, haus dan lapar akan damai dan sukacita-Nya.

    Aplikasi
    Kalau hari ini kamu sedang berada di tengah pergumulan—entah dalam pekerjaan, keluarga, kesehatan, atau pelayanan—mulailah mengarahkan pandanganmu kepada Tuhan.
    Ambil langkah iman yang sederhana tapi nyata:
    – Berdoa, walau dengan kata-kata yang terbata-bata.
    – Membuka Firman Tuhan dan merenungkannya.
    – Kembali beribadah di gereja dan berada di tengah komunitas rohani.

    Mulailah mencari Tuhan dan bergerak kepada-Nya. Percayalah, di tengah lembah kekelaman sekalipun, Tuhan tetap sanggup menjadi tempat perteduhanmu yang kekal. Nantikan penyertaan-Nya di dalam setiap pergumulanmu.

    Prayer

    Ya Tuhan,
    Engkau tahu betapa tertekan hati dan jiwaku saat ini.
    Aku datang mencari-Mu—masuklah dan penuhilah hatiku, supaya jiwaku tenang karena aku bersama-Mu, tempat perteduhanku yang kekal.
    Aku percaya, bersama Engkau aku dapat melalui setiap situasi ini.
    Aku percaya, dalam Kristus aku lebih dari pemenang.

    Amin

    Share Your Faith

    Saat kamu merasa hilang arah, datanglah terlebih dahulu kepada Tuhan.

    Berpeganglah terus kepada-Nya, karena Dia sanggup menuntunmu melewati setiap lembah kekelaman yang sedang kamu hadapi.

  • Renungan Yehezkiel 6 – Perbuatan Keji dan Jahat

    Renungan Yehezkiel 6 – Perbuatan Keji dan Jahat

    Sudah cukup, sudah cukup, apa yang dilakukan oleh Israel terlalu keji dan jahat sehingga menyebabkan amarah Tuhan yang luar biasa.

    Yehezkiel 6:11-12 TB
    [11] Beginilah firman Tuhan Allah: ”Bertepuklah dan entakkanlah kakimu ke tanah dan serukanlah: Awas! Oleh sebab segala perbuatan kaum Israel yang keji dan jahat, mereka akan rebah mati karena pedang, kelaparan dan penyakit sampar. [12] Yang jauh akan mati karena sampar, yang dekat akan rebah karena pedang dan yang terluput serta terpelihara akan mati karena kelaparan. Demikianlah Aku akan melampiaskan amarah-Ku kepada mereka.

    https://bible.com/bible/306/ezk.6.11-12.TB

    Apa yang dilakukan oleh Israel tentunya bukanlah sesuatu hal yang baru, pasti sesuatu yang menjadi-jadi sehingga semakin tidak karuan di mata Tuhan.

    Sebagai manusia sepertinya tidak mungkin kita tidak terpancing oleh godaan atau tipu daya iblis. Namun sampai mana kita tergoda atau tertipu? Apakah kita segera sadar dan berbalik kepada Tuhan? Ataukah apa yang kita lakukan tersebut, perbuatan dosa itu menggulung semakin besar, semakin besar seperti bola salju sampai-sampai kita sendiri tidak sanggup berhenti walaupun ingin sampai kita berani melawan Tuhan.

    Selalu ada titik awal mula, selalu ada waktu atau kejadian dimana kita missed. Namun hendaknya kita segera minta maaf kepada Tuhan, seperti Ayub yang bukan hanya memberikan korban pengampunan dosa di setiap akhir hari terutama untuk anak-anaknya. Ayub melakukannya dengan kesadaran bahwa manusia sangat rentan untuk jatuh dalam dosa, sehingga ia tidak membiarkan 1 hari lewat sebelum memohon pengampunan dari Tuhan.

    Janganlah kita semakin terlena, membiarkan hal-hal kecil, dosa-dosa yang mungkin terkesan sepele karena itu akan membawa kita semakin lama semakin jatuh, semakin dalam.

    Mari kita bertobat setiap waktu, mari kita hidup dengan kesadaran, dan segera mohon ampun bahkan untuk hal-hal yang mungkin kecil. Jangan biarkan iblis mengakar semakin dalam dan semakin kuat di dalam hati kita sampai-sampai kita tidak sanggup lagi melepaskan diri dari cengkeramannya.

    Doa

    Ya Tuhan, bangunkanlah kerinduan yang besar, semangat yang berapi-api untuk membaca dan merenungkan firmanMu setiap waktu. Ya Roh Kudus tinggal selalu di dalam hati kami, agar selalu ada warning system di dalam hati kami.

    Dan buatlah kami peka akan tuntunan Roh Kudus, jangan biarkan kami menolak setiap tuntunan dan pimpinanMu ya Tuhan.

    Terimakasih Tuhan Yesus

    Haleluya. Aminn.

  • 29. Titus 3:8 – Melakukan Pekerjaan Baik

    29. Titus 3:8 – Melakukan Pekerjaan Baik

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini belajar banyak dari Surat Paulus kepada Titus, ada 1 yang akan saya bagikan tentang perubahan hidup, perubahan karakter dan sikap selaku orang percaya.

    ‭Titus 3:8 TB‬
    [8] Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.

    https://bible.com/bible/306/tit.3.8.TB

    Ya, Paulus mengingatkan bahwa sebagai orang yang percaya kepada Allah itu sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik.

    Agar melalui pekerjaan yang baik tersebut kita bisa menjadi berkat bagi sesama, yang baik dan berguna bagi manusia.

    Seorang pengawas pekerjaan konstruksi mengawasi proyek konstruksi.

    Melakukan pekerjaan yang baik itu bukanlah sesuatu yang mudah seperti mengucapkannya. Di dalamnya begitu banyak pergumulan, perjuangan, yang apabila kita tidak sungguh-sungguh membangun hubungan dengan Allah, hasilnya justru bisa terjadi sebaliknya. Kasih karunia, damai sejahtera yang Tuhan janjikan tidak bisa kita rasakan.

    Maka dari itu, agar apapun yang kita kerjakan di hidup ini bisa benar-benar berguna bagi manusia, kita harus senantiasa membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, melayani Tuhan dimanapun, dan menjalankan setiap perintahNya.

    Amen

    Image by jcomp on Freepik

  • 28. 2 Korintus 8:1-15 Kekayaan yang tak ternilai

    28. 2 Korintus 8:1-15 Kekayaan yang tak ternilai

    Ternyata kekayaan yang ternilai itu bukanlah uang.

    Mari kita belajar dari jemaat di Makedonia pada waktu itu.

    ‭2 Korintus 8:2 TB‬
    [2] Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.

    https://bible.com/bible/306/2co.8.2.TB

    Dalam hal ini Paulus menyampaikan kepada jemaat di Korintus bahwa jemaat di Makedonia, walaupun mereka sangat miskin secara materi namun mereka kaya dalam kemurahan hati.

    Hal itu sangatlah mengherankan dan sekaligus membuat Paulus kagum. Karena justru mereka yang memaksa untuk memberi, bahkan hal yang sepertinya di luar batas kemampuan mereka.

    Paulus kagum dan ia melihat bahwa kemurahan hati yang begitu besar (kekayaan) itu bersumber dari penyerahan diri mereka kepada Tuhan dan kemudian atas dituntun oleh Allah juga dalam membantu dan melayani misi Paulus di sana.

    Sehingga Paulus menghimbau kepada jemaat di Korintus untuk memiliki hati seperti jemaat di Makedonia, terlepas mereka sudah mendapatkan banyak karunia dari Tuhan.

    ‭2 Korintus 8:7 TB‬
    [7] Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, – dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami – demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.

    https://bible.com/bible/306/2co.8.7.TB

    Paulus juga mengingatkan bahwa kemurahan hati kita tidak akan membuat kita kekurangan, justru untuk membuat keseimbangan, karena ada tertulis:

    ‭2 Korintus 8:15 TB‬
    [15]  Seperti ada tertulis: ”Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.” 

    https://bible.com/bible/306/2co.8.15.TB

    Mari kita menjadikan arahan Paulus ini juga sebagai refleksi bagi diri kita masing-masing.

    Semoga Tuhan senantiasa mengingatkan kita dan membentuk hati kita agar kita pun dengan sukacita memberikan diri kita pertama-tama kepadaNya, untuk dipergunakan sebagai alatNya.

    Amen

    Subscribe jika anda ingin mendapatkan renungan terbaru.

    Image by jcomp on Freepik

  • 27. Easter – He has Risen, come and see (Matthew 28:6).

    27. Easter – He has Risen, come and see (Matthew 28:6).

    Dapat rhema apa hari ini?

    Pagi ini saya terbangun pagi-pagi sekali, dan membaca verse of the day di aplikasi youversion.

    ‭Matius 28:6 TB‬
    [6] Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.

    https://bible.com/bible/306/mat.28.6.TB

    Saat membaca ayat ini, hati dan pikiran saya berpikir dan merenungkan juga membayangkan beberapa hal:

    1. Bagaimana perasaan para wanita yang awalnya datang hanya mau sekedar melihat kubur Yesus? Bahwa ternyata Tuhan Yesus sudah tidak ada di dalam kubur?

    Mereka pergi pasti masih dengan perasaan sedih dan duka yang sangat mendalam, dan tiba-tiba mereka dikejutkan dengan beberapa hal gempa bumi, batu kubur yang besar terguling sendiri, dan seorang malaikat Tuhan turun di depan mereka.

    Yang awalnya sedih dan duka berganti menjadi kaget dan takut pastinya, karena bagi mereka itu bukanlah hal yang biasa terjadi.

    Kemudian saat mereka masuk ke dalam kubur, mereka benar tidak menemukan tubuh Yesus terbaring di sana, mereka tambah kaget, bingung, takut, sedih, pasti bercampur aduk perasaan yang mereka rasakan. Mereka tidak tahu harus bagaimana? Mereka tidak tahu harus bagaimana meresponi apa yang mereka baru alami. Ditambah lagi malaikat itu mengatakan bahwa Yesus sudah bangkit, bangkit? Bagaimana mungkin? Kalau anak Yairus, dan Lazarus, Tuhan Yesus yang membangkitkan tapi apakah mungkin Tuhan Yesus bangkit sendiri? Mereka senang pastinya, bersukacita karena informasi yang mereka terima dari malaikat Tuhan Yesus sudah bangkit walaupun masih kalut, bercampur aduk perasaan mereka. Dan bertanya-tanya, apakah benar Yesus pernah bilang kalau Ia akan bangkit?

    2. Hidup berjalan bersama dengan Tuhan itu tidak akan biasa-biasa saja ya, kita akan mengalami banyak hal yang luar biasa yang akan menggoncangkan hati dan pikiran kita.

    Ya bagi perempuan-perempuan yang mengalami peristiwa ini, sekarang kita bisa menyebut mereka beruntung, tapi saat mereka mengalami itu mereka pasti sangat kalut.

    Begitu pula kita, saat ada peristiwa besar yang kita hadapi, di saat itu kita pasti kalut, bisa cemas sampai takut, bisa sedih, atau sebaliknya marah karena takut. Maka dari itu sesuai yang dikatakan malaikat kepada mereka, “Janganlah kamu takut;” kemudian malaikat itu juga menambahkan dengan kalimat yang menenangkan mereka, “sama seperti yang telah dikatakanNya“. Oh ya?, ternyata Tuhan sudah pernah mengatakan hal ini kepada kita? Kapan ya? Dimana?

    Saat hidup kita berjalan di sisi penyertaan Tuhan, walaupun penuh dengan gejolak maka jika kita senantiasa mendengar, merenungkan, dan mengingat FirmanNya segala perasaan negatif itu akan menghilang, ganti tenang dan sukacita, atau bahkan justru tidak muncul sama sekali karena kita sudah yakin lebih dahulu bahwa Tuhan akan menjaga kita, Tuhan akan menolong kita.

    Dalam peringatan paskah kali ini, mari kita datang kembali kepada Tuhan untuk bertemu pribadiNya agar sukacita kita kembali penuh. Sama seperti ketika mereka berjumpa lagi dengan Tuhan dalam perjalanan kembali dari kubur. Agar segala perasaan, beban berat yang kita sedang pikul diangkat oleh Tuhan. Agar kita pun juga bisa bangkit dari dosa, dari segala keterpurukan perasaan dan pikiran kita. Biarlah Tuhan menggantinya dengan damai sejahtera dan sukacita yang luar biasa.

    Come and see

    Mungkin hati kita saat ini merasa kosong sama seperti kubur yang kosong, Tuhan sudah bangkit. Ayo cari Tuhan lagi, agar Ia kembali menjadi Raja dan Juru Selamat di dalam hati kita. Jangan sedih dan kecewa, Tuhan sedang menunggu kita di satu tempat (di galilea kita), mari melangkah dengan sukacita ke tempat dimana kita dulu pernah bertemu denganNya, mari kita tinggalkan segala beban, karena Tuhan sudah bangkit, tidak ada yang perlu kita cemaskan dan takutkan lagi.

    Mari berjalan bersamaNya, bergandengan tangan erat-erat sama seperti seorang anak kecil yang menggandeng tangan orang tuanya.

    Semoga kasih Tuhan selalu beserta kita, dari sekarang sampai selama-lamanya. Amen.

  • A Child of God

    A Child of God

    If you could have something named after you, what would it be?

    Yes, if that is the prompt you asked to me, I am the child of God.

    I love my Father in heaven.

    I love Him because He loved me first.

    And I realize now why that I must love other because he loved me first

    I know that I did a lot of awful things in my life, but at the end of the day I always want to get back to my Father’s home.

    I realized that in my side, my relationship with my Father is not really good, I oftenly disobey Him, I didn’t listen to Him, I didn’t do what He asked me to do, and I forgot Him.

    I am sorry God for what I did in my past.

    And this morning, I am gratefull that this prompt pop up, I want to renew my commitment to You. Please help me Oh God, help me to become like You.

    Amen

  • 25. Jumat Agung – 2 Korintus 4:17 – Miliki Visi Kemuliaan

    25. Jumat Agung – 2 Korintus 4:17 – Miliki Visi Kemuliaan

    Dapat rhema apa hari ini?

    Saya dapat visi!

    ‭2 Korintus 4:17 TB‬
    [17] Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

    https://bible.com/bible/306/2co.4.17.TB

    Sama seperti Tuhan Yesus yang sedang menjalani kisah sengsara, segala penderitaan yang dijalani oleh Tuhan Yesus hanya untuk satu visi yaitu kemuliaan kekal.

    Ya, penderitaan kita di dunia, pergumulan, kesakitan, kesulitan, dan segala hal yang membuat kita susah juga sudah dialami oleh Tuhan Yesus, Ia yang tidak berdosa sedikit pun harus menanggung penderitaan yang begitu mengerikan dan keji demi kita manusia, demi kita mendapatkan akses kembali ke rumah Bapa di surga.

    Jadi apa pun situasi dan kondisi kita, betapa susah dan menyakitkan pergumulan kita ayo kita kerjakan demi kemuliaan kekal yang melebibi segala-galanya. Jalani dengan sukacita.

    Amen

    Image by freepik

  • 24. 2 Timotius 3 – Apakah kita termasuk di dalamnya?

    24. 2 Timotius 3 – Apakah kita termasuk di dalamnya?

    Dapat Rhema apa hari ini?

    Rasul Paulus menyarankan kita untuk menjauhi orang-orang dengan ciri-ciri ini, namun sebelum kita menjauhi mereka atau tidak bergaul dengan mereka alangkah baiknya jika kita melakukan tes cermin dahulu, apakah kita termasuk di dalamnya atau tidak?

    ‭2 Timotius 3:2-5 TB‬
    [2] Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, [3] tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, [4] suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. [5] Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    https://bible.com/bible/306/2ti.3.2-5.TB

    Tes cermin attitude

    • Mencintai diri sendiri
    • Menjadi hamba uang
    • Membual dan menyombongkan diri
    • Pemfitnah
    • Berontak terhadap orang tua
    • Tidak tahu berterima kasih
    • Tidak mempedulikan agama
    • Tidak tahu mengasihi
    • Tidak mau berdamai
    • Suka menjelekkan orang
    • Tidak dapat mengekang diri
    • Garang
    • Tidak suka yang baik
    • Suka mengkhianat
    • Tidak berpikir panjang
    • Berlagak tahu
    • Lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah
    • Secara lahiriah menjalankan ibadah tapi memungkiri kekuatan ibadah tersebut.

    Mari kita refleksi diri kita.

    Image by freepik

  • 23. 2 Timotius 2:20-21 – We are called for special purposes

    23. 2 Timotius 2:20-21 – We are called for special purposes

    Dapat rhema apa hari ini?

    Ayat rhema untuk direnungkan hari ini:

    ‭2 Timotius 2:20-21 TB‬
    Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.

    Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

    https://bible.com/bible/306/2ti.2.20-21.TB

    Renungkanlah pertanyaan-pertanyaan ini:

    • Manakah yang kita inginkan menjadi instrument untuk hal yang mulia atau kurang mulia?
    • Apakah kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk menyucikan diri dari hal-hal yang jahat?

    Image by valeria_aksakova on Freepik

  • 22. 2 Timotius 6:1 – Memberi respect atau penghormatan

    22. 2 Timotius 6:1 – Memberi respect atau penghormatan

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini saya mendapat rhema yang sangat menarik, yang sangat menegur bagi saya pribadi.

    Ayat rhema saya hari ini

    ‭1 Timotius 6:1 TB‬
    Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang.

    https://bible.com/bible/306/1ti.6.1.TB

    Renungan saya

    Ini menarik ini ayat ini, karena memiliki sudut pandang yang sangat tidak biasa. Dan ini mengingatkan saya juga akan beberapa kisah di Perjanjian Lama yang tokoh dalam kisah tersebut menunjukkan sikap ini.

    Zaman dulu mungkin memang banyak sekali perbudakan, bukan hanya di luar negeri termasuk di Indonesia, saat Indonesia dijajah sama artinya diperbudak.

    Apakah saat ini masih ada praktik perbudakan, kemungkinan besar masih ada walaupun kecil atau tidak terlihat.

    Yang menjadi rhema saya pagi ini tidaklah semata praktik perbudakan seperti dulu, namun lebih luas daripada itu yaitu perasaan diperbudak, menanggung beban perbudakan, seperti diperbudak. Entah kenapa hal itu yang saya tangkap dari ayat ini. Dan lebih luas lagi apalagi kita sebagai pekerja yang memperoleh bayaran. Yang hak-haknya dibayarkan, karena kalau budak yang sebenarnya mereka tidak punya hak sama sekali karena semua hidup mereka sudah menjadi milik tuannya.

    Paulus mengajarkan kepada kita yang memiliki perasaan seperti diperbudak, atau mungkin memang diperbudak agar menganggap tuan mereka layak mendapatkan segala penghormatan. Wah, bukan hanya satu tapi ternyata segala penghormatan. Kita harus respect kepada mereka. Dan begitu pula kalau kita sebagai karyawan. Ini adalah sudut pandang yang menarik, agar kita hendaknya menganggap tuan kita, atau atasan kita, atau pemimpin kita itu layak mendapatkan segala penghormatan.

    Segala sesuatu dimulai dari persepsi dan cara pandang, begitulah dengan menganggap layak, itu pun adalah persepsi atau cara pandang. Dan Paulus mengajarkan dasar atau alasannya mengapa kita harus melakukan itu yaitu agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat.

    Kita melakukan itu untuk nama baik Tuhan, termasuk menjalankan ajaran Tuhan dalam mengasihi sesama. Karena itu berarti jika kita tidak menganggap mereka layak apalagi seringkali berdasarkan perasaan kita sendiri yang pertama-tama kita jatuh dalam dosa, menghakimi orang lain karena dalam banyak situasi terutama kita yang berstatus pegawai atau bawahan kita tidak tahu semua hal, kita tidak paham semua latar belakang.

    Kemudian saya diingatkan juga pada salah satu Firman Tuhan yang mengatakan bahwa kita harus menghormati pemimpin yang ditempatkan Tuhan atas kita, walaupun mereka memiliki banyak kekurangan.

    Lihatlah beberapa tokoh dalam perjanjian lama seperti Daniel, Mezakh, dan Abednego, kemudian Yusuf anak Israel, dan beberapa lagi. Mereka menunjukkan bagaimana menghormati pemimpin mereka.

    Semoga kita semua bisa belajar mengasihi sesama dalam hal ini adalah mengasihi tuan atau pemimpin yang ditempatkan Tuhan atas kita. Dan juga sebaliknya saat kita menjadi pemimpin maka kita pun mungkin hendaknya menganggap setiap orang yang ada dibawah kita layak untuk dikasihi.

    Amen