Renungan Advent 5 – Kita tidak perlu menanti lagi
Tuhan sudah datang ke dunia, kita tidak perlu lagi menunggu sampai akhir hayat seperti Simeon.
Just a simple things to do.
Renungan di masa Adven – 48 hari
Tuhan sudah datang ke dunia, kita tidak perlu lagi menunggu sampai akhir hayat seperti Simeon.
Just a simple things to do.
Di masa kini Tuhan datang dalam bentuk FirmanNya.
Mari kita sambut dan terima dengan tangan terbuka agar mengubahkan hidup kita menjadi manusia baru yang akan masuk bersama-sama Tuhan dalam kerajaanNya.
Bagaimana kita memberikan respon atas tanda-tanda heran yang kita alami?
Sadarkah kita?
Apakah benar respon kita?
Semua tergantung pada seberapa dalam pengenalan kita akan Tuhan yang akan membawa kita terlibat atau tidak dalam rancangan Tuhan atas hidup kita.
Apakah ada tempat untuk Tuhan di hatimu?
Tulisan ini mengajak pembaca merenungkan pentingnya sensus yang terjadi saat kelahiran Yesus dan bagaimana ini berkaitan dengan rencana Tuhan. Momen tersebut menunjukkan bahwa janji dan rencana Tuhan pasti akan terwujud dengan cara yang indah, meski sering kali tidak dipahami. Penantian akan janji Tuhan harus disertai hubungan yang erat dengan-Nya.
Jangan Ragu, Betapa Besar Kuasa Allah.
Ketika tekanan hidup menekan dari segala sisi, kita mudah ragu dan putus asa. Melalui Mazmur 90, kita belajar melihat betapa besar kuasa Allah dan bagaimana Firman-Nya mengubah cara kita memandang situasi dan melangkah dalam pengharapan.
Kita ditemukan Allah dalam kondisi terbuang, sendirian, kedinginan, dipenuhi kenajisan, dan hampir mati. Sungguh Allah begitu baik menyelamatkan kita.
Kisah tentang kayu anggur yang tidak berguna, atau menurut pandangan Tuhan pada waktu berbicara kepada Yehezkiel, tidak berguna. Lalu apa yang terjadi dengan kayu anggur itu?
Kita akan menyebut mereka beruntung.
Jangan sampai tanpa kita sadari ada Allah lain di hati kita. Apa yang harus kita lakukan jika ternyata ada Allah lain di hati kita?