Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Kategori: Entrepreneurship

  • 29. Titus 3:8 – Melakukan Pekerjaan Baik

    29. Titus 3:8 – Melakukan Pekerjaan Baik

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini belajar banyak dari Surat Paulus kepada Titus, ada 1 yang akan saya bagikan tentang perubahan hidup, perubahan karakter dan sikap selaku orang percaya.

    ‭Titus 3:8 TB‬
    [8] Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.

    https://bible.com/bible/306/tit.3.8.TB

    Ya, Paulus mengingatkan bahwa sebagai orang yang percaya kepada Allah itu sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik.

    Agar melalui pekerjaan yang baik tersebut kita bisa menjadi berkat bagi sesama, yang baik dan berguna bagi manusia.

    Seorang pengawas pekerjaan konstruksi mengawasi proyek konstruksi.

    Melakukan pekerjaan yang baik itu bukanlah sesuatu yang mudah seperti mengucapkannya. Di dalamnya begitu banyak pergumulan, perjuangan, yang apabila kita tidak sungguh-sungguh membangun hubungan dengan Allah, hasilnya justru bisa terjadi sebaliknya. Kasih karunia, damai sejahtera yang Tuhan janjikan tidak bisa kita rasakan.

    Maka dari itu, agar apapun yang kita kerjakan di hidup ini bisa benar-benar berguna bagi manusia, kita harus senantiasa membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, melayani Tuhan dimanapun, dan menjalankan setiap perintahNya.

    Amen

    Image by jcomp on Freepik

  • 22. 2 Timotius 6:1 – Memberi respect atau penghormatan

    22. 2 Timotius 6:1 – Memberi respect atau penghormatan

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini saya mendapat rhema yang sangat menarik, yang sangat menegur bagi saya pribadi.

    Ayat rhema saya hari ini

    ‭1 Timotius 6:1 TB‬
    Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang.

    https://bible.com/bible/306/1ti.6.1.TB

    Renungan saya

    Ini menarik ini ayat ini, karena memiliki sudut pandang yang sangat tidak biasa. Dan ini mengingatkan saya juga akan beberapa kisah di Perjanjian Lama yang tokoh dalam kisah tersebut menunjukkan sikap ini.

    Zaman dulu mungkin memang banyak sekali perbudakan, bukan hanya di luar negeri termasuk di Indonesia, saat Indonesia dijajah sama artinya diperbudak.

    Apakah saat ini masih ada praktik perbudakan, kemungkinan besar masih ada walaupun kecil atau tidak terlihat.

    Yang menjadi rhema saya pagi ini tidaklah semata praktik perbudakan seperti dulu, namun lebih luas daripada itu yaitu perasaan diperbudak, menanggung beban perbudakan, seperti diperbudak. Entah kenapa hal itu yang saya tangkap dari ayat ini. Dan lebih luas lagi apalagi kita sebagai pekerja yang memperoleh bayaran. Yang hak-haknya dibayarkan, karena kalau budak yang sebenarnya mereka tidak punya hak sama sekali karena semua hidup mereka sudah menjadi milik tuannya.

    Paulus mengajarkan kepada kita yang memiliki perasaan seperti diperbudak, atau mungkin memang diperbudak agar menganggap tuan mereka layak mendapatkan segala penghormatan. Wah, bukan hanya satu tapi ternyata segala penghormatan. Kita harus respect kepada mereka. Dan begitu pula kalau kita sebagai karyawan. Ini adalah sudut pandang yang menarik, agar kita hendaknya menganggap tuan kita, atau atasan kita, atau pemimpin kita itu layak mendapatkan segala penghormatan.

    Segala sesuatu dimulai dari persepsi dan cara pandang, begitulah dengan menganggap layak, itu pun adalah persepsi atau cara pandang. Dan Paulus mengajarkan dasar atau alasannya mengapa kita harus melakukan itu yaitu agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat.

    Kita melakukan itu untuk nama baik Tuhan, termasuk menjalankan ajaran Tuhan dalam mengasihi sesama. Karena itu berarti jika kita tidak menganggap mereka layak apalagi seringkali berdasarkan perasaan kita sendiri yang pertama-tama kita jatuh dalam dosa, menghakimi orang lain karena dalam banyak situasi terutama kita yang berstatus pegawai atau bawahan kita tidak tahu semua hal, kita tidak paham semua latar belakang.

    Kemudian saya diingatkan juga pada salah satu Firman Tuhan yang mengatakan bahwa kita harus menghormati pemimpin yang ditempatkan Tuhan atas kita, walaupun mereka memiliki banyak kekurangan.

    Lihatlah beberapa tokoh dalam perjanjian lama seperti Daniel, Mezakh, dan Abednego, kemudian Yusuf anak Israel, dan beberapa lagi. Mereka menunjukkan bagaimana menghormati pemimpin mereka.

    Semoga kita semua bisa belajar mengasihi sesama dalam hal ini adalah mengasihi tuan atau pemimpin yang ditempatkan Tuhan atas kita. Dan juga sebaliknya saat kita menjadi pemimpin maka kita pun mungkin hendaknya menganggap setiap orang yang ada dibawah kita layak untuk dikasihi.

    Amen

  • Everything is POSSIBLE

    Everything is POSSIBLE

    Mark 9 : 23

    Anda pasti sudah sering membaca kisah Yesus menghadapi permintaan dari seorang Bapak, untuk kesembuhan anaknya.

    Tahukah anda ada hal yang menarik disana ?

    Yesus tergugah dengan kata-kata permintaan Bapak tersebut : Tapi jika Tuhan bisa ….

    Kita semua tahu, bahwa tidak ada yang tidak bisa bagi Tuhan, namun Yesus pada saat itu juga mengerti atas harapan yang sangat besar dan keputusasaan Bapak itu karena murid-murid Yesus tidak dapat menyembuhkan anaknya. Sehingga mulai muncul rasa tidak yakin, yang kemudian memunculkan pertanyaan seperti di atas.

    Namun Yesus menjawab : “Everything is POSSIBLE for one who is BELIEVE”

    Believe – Percaya itu yang seringkali kecil atau tidak ada. Jika sempat ada, maka menjaga dan mempertahankan keyakinan tersebut adalah perjuangan. Dibutuhkan kekuatan untuk senantiasa yakin dan percaya. Dibutuhkan hubungan spesial dan keintiman dengan Tuhan dan Roh Kudus agar senantiasa percaya.

    Maka kita harus mulai membangun hubungan yang lebih intim lagi dengan Tuhan dan Roh Kudus.

    Saat ini saya sedang membaca edisi bahasa Inggris (NIV), dan saya menemukan hal baru yang berkesan buat saya. Berbeda dengan edisi Bahasa Indonesia dan King James Version, namun saya menganggapnya juga sebagai kebenaran, bahkan hal tersebut memperkaya iman saya.

    Verse 24 NIV :

    Immediately the boy’s father exclaimed, “I do believe; help me overcome my unbelief!

    Bapak itu menyadari kesalahannya dan permintaanya bertambah yaitu meminta agar Tuhan membantunya untuk jadi percaya. Jadi lebih percaya. Memperbesar imannya.

    Bahkan tahukah anda kalau Bapak tersebut, menyesali bahkan sampai berseru dan menangis meminta hal tersebut kepada Yesus ?

    Verse 24 KJV :

    And straightway the father of the child cried out, and said with tears, Lord, I believe; help thou mine unbelief.

    Percaya, itu adalah porsi manusia. Namun saya juga percaya, Tuhan mampu membuat kita lebih percaya jika kita memintanya. Jika memang kita menginginkannya.

    Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, yang kita butuhkan hanya percaya.

    Setiap permasalahan di dalam hidup kita pasti ada jalannya.

    Bahkan untuk dosa terbesar kita, Tuhan tetap menyediakan jalan.

    “Be innocent of both outward and inward sins. Ask The Holy Spirit cleanse you through and through.” – Philip Mantofa

    Mari kita mulai dengan membaca Alkitab, 1 pasal sehari.

    Atau kalau masih terlalu banyak mulailah dengan 5 menit sehari.

    Mintalah hikmat Tuhan dari yang 5 menit itu.

    Saya percaya, Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk anda.

    Karena itulah Tuhan, tidak ada yang tidak sempurna yang berasal dari Tuhan.

    Amen.

  • Powerful Jesus

    Mark 3

    Saat saya membaca Kitab Markus pasal 3 dan 4 saya merasakan kekuatan Yesus.

    Kekuatan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya.

    Kekuatan yang berasal dari Otoritas dari Kuasa.

    Kekuatan yang membuat kita melakukan apa yang disuruh.

    Mungkin inilah perasaan yang dirasakan oleh orang-orang pada saat melihat dan mendengar secara langsung Tuhan Yesus berbicara.

    Inilah perasaan yang mereka rasakan sampai mereka berkata “dengan Otoritas apakah Dia berbicara ?”

    Ohya, saya sedang membaca edisi Bahasa Inggris sejak memulai membaca kembali Perjanjian Baru. Dan saya menemukan banyak sekali wawasan baru.

    Sudahkah anda membaca Alkitab pagi ini ?

  • BIBLE is Useless Unless Acted Upon

    BIBLE is Useless Unless Acted Upon

    Mark 4 The Parable of The Sower

    Jesus told us the parable of the sower.

    And I am sure that all of us have read the explanation about that either.

    What do you think ?

    We all want to be the good soil right? But how ? How can we be the good soil ?

    In verse 20 : They hear the message, accept it, and bear fruit…

    Does it true if we accept the message and then we change to be the good soil?

    No, no, no…. The Acceptance need to be deep one. We need to be active, not just accept by mouth, but in daily acts.

    It is useless if we said that we accept Jesus words but we still have sins.

    So if we want to be the good soil, act upon the messages, on daily basis.

    Pray for growth and Let us grow together in Christ. And let us bear fruits.

  • Perintah Yesus yang Sengaja Dilanggar

    Mark 1

    Apakah anda seorang yang takut akan Tuhan ?

    Apakah anda seorang yang senantiasa mengikuti perintah Tuhan ?

    Ternyata ada loh di Alkitab, yang tidak tahan untuk melanggar perintah Yesus. Bukan cuma tidak melaksanakan tapi tidak tahan untuk tidak melanggar.

    Salah satunya adalah orang kusta yang disembuhkan Yesus pada Markus pasal 1.

    Disebutkan : segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras.

    Tapi apa yang dilakukan orang itu ?

    Disebutkan : Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana.

    Saudaraku, sukacita yang besar tidak dapat ditutup-tutupi.

    Apakah anda dapat membayangkan sukacita yang dirasakan oleh orang kusta ini ?Apakah kita pernah mengalami sukacita seperti orang ini ? Apakah sukacita itu masih ada sampai sekarang ? Atau ada yang belum pernah merasakan sukacita itu?

    Pernahkah kita membayangkan hidup tanpa Kristus?

    Apakah hidup kita akan biasa-biasa saja ?

    Mari kita merenungkan, apa yang sudah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Karena tidak ada yang kebetulan di dalam hidup ini. Semua karena Kasih Karunia Tuhan.

    Mari kita hitung berkatNya. Dan seandainya semua itu tidak ada, apa yang akan terjadi pada hidup kita?

    Mari saudaraku, mari kita ceritakan kebaikan-kebaikan Tuhan pada hidup kita. Jangan kita simpan sendiri… Jadilah seperti si orang kusta itu. Maka cerita-cerita kita akan menjadi pengharapan bagi orang-orang yang membutuhkannya.

    Berceritalah, bercerita tentang kebaikan Tuhan dalam hidup kita.

  • 2019 Message : Jesus has risen in you, don’t waste it

    2019 Message : Jesus has risen in you, don’t waste it

    Matthew 28

    Tuhan Yesus telah bangkit dari kematian ribuan tahun yang lalu.

    Tapi tahukah anda, Tuhan Yesus juga bangkit di dalam hati kita. Setiap pagi….

    Saat kita bangun pagi, sesungguhnya Tuhan sudah terlebih dahulu bangkit di hati kita.

    Mari kita mulai tahun 2019 untuk mulai belajar, atau belajar lagi. Belajar dari firman Tuhan. Belajar lagi dari Yesus.

    Kalau satu buku Alkitab dirasa berat, mari fokus pelajari Perjanjian Baru saja.

    Kalau Perjanjian Baru juga masih terasa berat, mari fokus pelajari salah satu kitab saja.

    Kalau satu kitab dirasa juga berat, ayo kita fokus pelajari kitab yang paling pendek di Perjanjian Baru yaitu Surat Yohanes yang ke dua (The Second Epistle of John). Hanya 1 1/3 halaman.

    Bacalah kitab itu setiap pagi, setiap pagi. Itu akan menjadi Goal besar setiap hari – menyelesaikan 1 kitab per hari. Bukankah terasa hebat ?

    Yesus sudah bangkit di dalam kita, biarlah bibit kecil itu terus bertumbuh besar sampai menutupi diri kita.

  • Did washed hands worth ? – Pilate act

    Apakah mencuci tangan seperti yang dilakukan oleh Pilatus berarti ?

    Setelah menetapkan Yesus untuk disalibkan, Pilatus mencuci tangannya dihadapan seluruh pengunjung sebagai perlambang bahwa ia tidak bersalah.

    Seperti tidak ada logikanya ya.

    Banyak pertanyaan yang muncul di kepala saya, mempertanyakan perbuatan-perbuatan Pilatus pada saat itu.

    Namun saya kemudian berpikir, bagaimana dengan saya?

    Apakah ternyata saya juga sering melakukan hal-hal yang Pilatus lakukan ? Memang tidak dalam bentuk fisik.

    Matius, pasal 26 dan 27 berbicara tentang pengkhianatan, atau penyangkalan dalam bentuk yang lebih sederhana.

    Petrus menyangkal…

    Yudas mengkhianati…

    Pilatus menyangkal…

    Bagaimana dengan kita? Apakah kita ternyata juga sering menyangkali Yesus? Menyangkali iman kita?

    Ya Tuhan, bantu saya untuk tetap setia.

  • Pdt Philip Mantofa : Accepting Jesus (Catatan Kotbah Natal 2018).

    Tidak ada yang terlalu kotor untuk menerima Yesus.

    Siapapun kita, betapa berdosanya kita, Tuhan bisa memperbaiki kita.

    Siapa wanita Samaria yang memberi Yesus minum.

    1. Wanita tersebut adalah orang Samaria.
    2. Wanita tersebut adalah wanita yang najis (dosa seksual).
    3. Wanita tersebut tidak mencari Tuhan.
    4. Wanita tersebut bahkan mencela / memandang remeh Yesus.

    Namun walaupun begitu Yesus profesional. Ia melihat ke dalam diri wanita itu.

    Bukan berarti kita permisif terhadap perbuatan dosa. Dosa adalah dosa. Namun sikapilah dengan baik, karena bagaimana kita bisa membawa mereka kepada Tuhan.

    Tuhan Yesus menyukai seseorang yang mengakui dosanya. Yesus menerima wanita itu. Wanita itu mengalami penerimaan. Kemudian ia juga mengalami pemulihan. Bahkan bukan hanya dia saja namun seluruh kotanya dipulihkan.

    Perubahan terjadi setelah perubahan terjadi di dalam diri kita.

    Jangan pernah bangga merasa selalu mencari Tuhan sejak kecil. Kemuliaan justru didapat lihat dari defisit sebelumnya. Tuhan mengubahkan dari kehidupan dosa menjadi seorang evangelis.

    Jesus convert her.

    Saat kita bertobat, jalan kita mungkin tidak akan mudah, jalan salib. Tapi kemuliaan ada di ujung sana.

    Jadilah penjala manusia, Tuhan sudah menunjuk kita menjadi evangelis-evangelis yang luar biasa.

    P.S :

    Wow…. Amen.

    Thank You my God, Jesus. For confirming me. Help me to grow in You, grow inside me.

  • Action – nothing is more important

    Action – nothing is more important

    Pagi ini saya membaca 3 pasal. 3 pasal yang berkaitan. Karena awalnya rencana saya membaca 2 pasal namun karena saya sekarang sedang membaca edisi bahasa inggris, ceritanya bersambung, sehingga sayang kalau saya hentikan.

    Saya mendapatkan 2 rhema pagi ini.

    Rhema yang ke – 2 : Buat Tuhan, jauh lebih penting mengerjakan daripada pernyataan kesediaan. (Matt 21 : 28-32).

    Alias Jangan Omong Doang (OmDo).

    This verse hit me strike. Because these Q4 of 2018 I am practicing Acts, Executions not just statements, plans, dreams.

    In 2019 Jesus provide us what we want. We believe that 2019 is the prosperious year. But Jesus ask us to Act !!!

    Rhema ke – 1 : If I want something, if I want my dreams come true, I should ask in prayer and believe that you already have it.

    Ask in prayer in faith.

    Kalau mau dipecah tahapannya bagi yang ingin mewujudkan impiannya :

    1. Bermimpi, membangun impian.
    2. Ask in prayer.
    3. Believe it.
    4. Live it.

    Tapi kita semua tahu, masalah kita ada pada setiap tahapan itu. Bahkan kita tidak tahu impian kita, bagaimana Tuhan bisa membantu mewujudkannya ? Yang masalah apabila hidup kita tidak berjalan baik lalu kita menyalahkan Tuhan, menghakimi Tuhan tidak sayang.

    Yuk, sama-sama berubah yuk…

    Agar menjadi murid Kristus menjadi pengalaman yang membahagiakan.