Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Kategori: Pembelajaran

  • 19. 1 Timotius 4 – Membangun diri dalam melayani dan memberitakan Injil

    19. 1 Timotius 4 – Membangun diri dalam melayani dan memberitakan Injil

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini mendengarkan arahan Paulus kepada Timotius melalui suratnya yang pertama, bab 3 dan 4.

    Ayat rhema hari ini:

    Terutama di bab 4, saya mendapatkan prinsip-prinsip dalam melayani, terutama prinsip dalam membangun diri kita sendiri dalam rangka melayani dan memberitakan Injil.

    ‭‭1 Timotius 4:6 TB‬‬
    [6] Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.

    https://bible.com/bible/306/1ti.4.6.TB

    Dan di ayat-ayat selanjutnya Paulus menyampaikan beberapa hal terkait tugas Timotius dalam melayani, membangun dan memberitakan Injil.

    Renungan

    1. Kita harus mendidik diri kita dalam hal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat.

    Itu berarti kita memang harus belajar, bagaimana ceritanya kita mau memberitakan Injil jika kita tidak tahu, tidak memahami Injil itu sendiri? Bagaimana kita mau menceritakan kebaikan Tuhan Yesus jika kita tidak pernah berusaha mengenal pribadiNya dan hidup bergantung kepadaNya?

    2. Menjauhi takhayul dan dongeng nenek-nenek tua.

    Takhayul dan dongeng nenek-nenek tua itu membuat kita bingung. Walaupun seperti hal-hal yang sederhana, tidak nyata, hanya khayalan, justru dapat meracuni pikiran dan hati kita. Bisa jadi iman kita melemah karena dari sekedar mendengar cerita takhayul dan dongeng menjadi mulai percaya sedikit-sedikit. Tutup kuping rapat-rapat agar jangan goyah iman kita.

    3. Rajin beribadah

    Ini ayat emas yang kita juga sering dengar:
    Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. ‭‭1 Timotius 4:8 TB‬‬

    Mungkin ada banyak orang yang menganggap remeh ibadah, ah itu hanya ritual saja. Bisa saja kita berpendapat seperti itu, itu karena kita tidak pernah sungguh-sungguh saat beribadah, pikirannya kemana-mana, sambil chat WA urusan pekerjaan, dan alasan lain-lain sehingga kita tidak pernah merasakan manfaat dan kegunaannya bagi diri kita. Sehingga kita tidak menganggap ibadah itu sebagai sesuatu yang penting.

    4. Menjadi teladan

    Dalam hal:

    • Perkataan
    • Tingkah laku
    • Kasih
    • Kesetiaan, dan
    • Kesucian

    Dengan senantiasa berusaha menjadi teladan dalam hal-hal tersebut, kita akan mendapatkan respect, rasa hormat dari siapa pun termasuk dari orang-orang yang secara usia mungkin lebih senior.

    5. Bertekun dalam membaca Firman Tuhan.

    Nahhh… kembali lagi ke Alkitab. Tidak bisa tidak karena Firman Tuhan adalah sumber dari segala sumber jika kita ingin membangun dan menjaga diri kita sebelum membangun dan mengajar orang lain. Firman Tuhan inilah yang akan memperkaya hidup kita dengan hikmat, yang akan menuntun kita dalam menjalani proses transformasi diri, transformasi karakter kita agar semakin serupa dengan Tuhan.

    Harapan dan Doa

    Ya Tuhan jangan lepaskan tangan kami ya Tuhan, agar kami jangan sampai terseret arus dunia ini. Biarlah kami tampak bodoh karena tidak mengikuti trend dunia, tapi berikan kami hikmat agar kami semakin sejalan dengan trendMu ya Tuhan.

    Amen

    Image by mindandi on Freepik

  • 7. Intermezzo – What a Funny God

    Have you experienced that Jesus is funny?

    This morning, after I woke up, and did everything else I sit on my yoga-mat on the floor, open my bible and pray before I read the bible.

    My pray this morning are not usual words that I used to say when I pray before reading my bibles.

    I said, “Lord, thank you for this morning, I want to listen Your words, I want to study, I want to study Your words so I can live right. Amen”

    I open my eyes and when I looked in my bible, the title of the chapter I have to continue read today is : Kebenaran yang sejati (Indonesian version bible) – Phillipians 3. What? It is kind of funny I think.

    Image by stockking on Freepik

    Although it is different title with New International Version (NIV) : No Confidence in the Flesh. I assume that it was God who really want to speak to me about this topic. And you know that God frequently did something like that in instant, like it was already there before I said that in my wish or my prayer. And a second after I finished my words, bamm… it is in front of my eyes.

    Oh God, You are so kind and sweet to me. Me, who frequently off the road. Yes you are loyal and commit to me. Thank You Jesus, don’t let me go, don’t let me off from Your guardiance. Amen.

  • Kegagalan dalam Gerakan Doa Puasa (self review)

    Kegagalan dalam Gerakan Doa Puasa (self review)

    Pernahkah anda melakukan Doa Puasa ?

    Bagaimana perasaan Anda ?

    Apakah Anda mengalami sesuatu yang spesial ? Sesuatu yang supranatural ?

    Apakah tujuan atau yang Anda inginkan menjadi kenyataan ?

    Pertanyaan diatas adalah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul saat saya membaca kembali tulisan Pdm. Yenny Verodika di Kata Pengantar Buku Tuntunan Gerakan Doa Puasa “Mengenal Roh Kudus” 21 Hari.

    Saya pernah puasa. Namun hanya beberapa kali puasa saya yang tuntas dari sekian banyak niatan gerakan doa puasa yang saya jalani.

    Biasanya jarang sekali kita membaca buku bagian Kata Pengantar. Karena biasanya kita merasa bahwa ahhh paling hanya begitu-begitu saja.

    Namun, saat saya membaca tulisan pdm Yenny Verodika, tulisan beliau menggugah saya untuk membaca bagian berikutnya – tips berpuasa yang efektif.

    Disitulah saya menyadari penyebab kegagalan saya menjalankan gerakan doa puasa saya sebelum-sebelumnya. Mengapa saya tidak tuntas menjalankan komitmen saya.

    Penyebab kegagalan saya dalam Gerakan Doa Puasa :

    1. Tidak memiliki Tujuan yang KUAT.

    Sama seperti dalam hidup sehari-hari, tujuan yang kuat adalah Pondasi, Api semangat yang akan menjaga momentum kita saat kita menghadapi godaan-godaan saat berpuasa.

    Apakah Anda berpuasa untuk mengenal Tuhan lebih lagi ?

    Apakah Anda berpuasa untuk kepentingan Anda atau keluarga Anda ?

    Apakah Anda berpuasa untuk mengalami sebuah terobosan ?

    Apa tujuan doa puasa kita masing-masing ?

    Apa yang ingin kita capai ?

    2. Tidak punya WHY atau Alasan yang KUAT.

    Pertanyaan-pertanyaan yang kita harus tanyakan ke diri kita sendiri saat kita akan menjalani atau memulai Gerakan Doa Puasa :

    Mengapa kita melakukan Doa Puasa ?

    Apa yang tengah terjadi dalam kehidupan kita ?

    Apakah kita sedang mengalami pergumulan ?

    Apakah ada orang lain yang sedang mengalami pergumulan dan kita terdorong untuk mendukungnya ?

    Seberapa pentingnya, seberapa bermaknanya pergumulan tersebut ?

    Apakah yang akan terjadi dalam hidup kita kalau pergumulan itu tetap ada ?

    3. Tidak tahu cara berpuasa yang efektif.

    Sepertinya lucu ya. Berpuasa itu kan ya seperti itulah, prinsipnya menahan godaan, menahan lapar dan haus (kalau tanpa minum juga). Hehehehe…

    Tapi ternyata banyak kegagalan terjadi karena kita tidak tahu cara yang benar.

    Kegagalan-kegagalan itu cepat atau lambat akan membentuk suara dalam pikiran kita bahwa kita akan selalu gagal saat kita akan memulai gerakan baru. Berbahaya.

    Maka dari itu walaupun kelihatannya simple, sederhana kita perlu tuntunan, tips sukses agar niatan yang baik ini bisa berhasil.

    Kita harus berhasil walaupun hanya puasa yang sederhana.

    2 hal diatas adalah salah satu dari 6 tips berpuasa yang efektif.

    Ayo, definisikan Alasan dan Tujuan anda saat berpuasa agar puasa anda berhasil.

  • Just DO what He said !!

    Just DO what He said !!

    Saya berdiri ditengah kerumunan orang yang sedang memperhatikan seorang yang berdiri agak di ketinggian.

    Orang itu berbicara dengan berapi-api. Kadang nadanya seperti agak marah.

    Tapi semakin lama semakin banyak orang yang datang, dan kami semua terpana, terbius dengan semua kata-kata yang disampaikannya.

    Ia bicara tentang kebahagiaan, tentang peringatan akan sikap-sikap tidak baik yang kita sering lakukan, tentang menghadapi musuh, tentang menghakimi.

    Dan yang paling menampar saya saat Ia berkata :

    “Mengapa kamu berseru kepada-Ku : Tuhan, Tuhan…. padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan ?”

    Jadi kalau kalian datang, kemudian mendengarkan apa yang disampaikan, setelah selesai LAKUKAN !

    Lakukan saja !

    Kalau kalian melakukan, itu sama dengan kalian sedang membangun rumah dengan pondasi batu yang akan kuat menghadapi air bah dan banjir yang menerpa.

    Lakukan

    Lakukan

    Lakukan saja.

  • Everything is POSSIBLE

    Everything is POSSIBLE

    Mark 9 : 23

    Anda pasti sudah sering membaca kisah Yesus menghadapi permintaan dari seorang Bapak, untuk kesembuhan anaknya.

    Tahukah anda ada hal yang menarik disana ?

    Yesus tergugah dengan kata-kata permintaan Bapak tersebut : Tapi jika Tuhan bisa ….

    Kita semua tahu, bahwa tidak ada yang tidak bisa bagi Tuhan, namun Yesus pada saat itu juga mengerti atas harapan yang sangat besar dan keputusasaan Bapak itu karena murid-murid Yesus tidak dapat menyembuhkan anaknya. Sehingga mulai muncul rasa tidak yakin, yang kemudian memunculkan pertanyaan seperti di atas.

    Namun Yesus menjawab : “Everything is POSSIBLE for one who is BELIEVE”

    Believe – Percaya itu yang seringkali kecil atau tidak ada. Jika sempat ada, maka menjaga dan mempertahankan keyakinan tersebut adalah perjuangan. Dibutuhkan kekuatan untuk senantiasa yakin dan percaya. Dibutuhkan hubungan spesial dan keintiman dengan Tuhan dan Roh Kudus agar senantiasa percaya.

    Maka kita harus mulai membangun hubungan yang lebih intim lagi dengan Tuhan dan Roh Kudus.

    Saat ini saya sedang membaca edisi bahasa Inggris (NIV), dan saya menemukan hal baru yang berkesan buat saya. Berbeda dengan edisi Bahasa Indonesia dan King James Version, namun saya menganggapnya juga sebagai kebenaran, bahkan hal tersebut memperkaya iman saya.

    Verse 24 NIV :

    Immediately the boy’s father exclaimed, “I do believe; help me overcome my unbelief!

    Bapak itu menyadari kesalahannya dan permintaanya bertambah yaitu meminta agar Tuhan membantunya untuk jadi percaya. Jadi lebih percaya. Memperbesar imannya.

    Bahkan tahukah anda kalau Bapak tersebut, menyesali bahkan sampai berseru dan menangis meminta hal tersebut kepada Yesus ?

    Verse 24 KJV :

    And straightway the father of the child cried out, and said with tears, Lord, I believe; help thou mine unbelief.

    Percaya, itu adalah porsi manusia. Namun saya juga percaya, Tuhan mampu membuat kita lebih percaya jika kita memintanya. Jika memang kita menginginkannya.

    Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, yang kita butuhkan hanya percaya.

    Setiap permasalahan di dalam hidup kita pasti ada jalannya.

    Bahkan untuk dosa terbesar kita, Tuhan tetap menyediakan jalan.

    “Be innocent of both outward and inward sins. Ask The Holy Spirit cleanse you through and through.” – Philip Mantofa

    Mari kita mulai dengan membaca Alkitab, 1 pasal sehari.

    Atau kalau masih terlalu banyak mulailah dengan 5 menit sehari.

    Mintalah hikmat Tuhan dari yang 5 menit itu.

    Saya percaya, Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk anda.

    Karena itulah Tuhan, tidak ada yang tidak sempurna yang berasal dari Tuhan.

    Amen.

  • BIBLE is Useless Unless Acted Upon

    BIBLE is Useless Unless Acted Upon

    Mark 4 The Parable of The Sower

    Jesus told us the parable of the sower.

    And I am sure that all of us have read the explanation about that either.

    What do you think ?

    We all want to be the good soil right? But how ? How can we be the good soil ?

    In verse 20 : They hear the message, accept it, and bear fruit…

    Does it true if we accept the message and then we change to be the good soil?

    No, no, no…. The Acceptance need to be deep one. We need to be active, not just accept by mouth, but in daily acts.

    It is useless if we said that we accept Jesus words but we still have sins.

    So if we want to be the good soil, act upon the messages, on daily basis.

    Pray for growth and Let us grow together in Christ. And let us bear fruits.

  • Perintah Yesus yang Sengaja Dilanggar

    Mark 1

    Apakah anda seorang yang takut akan Tuhan ?

    Apakah anda seorang yang senantiasa mengikuti perintah Tuhan ?

    Ternyata ada loh di Alkitab, yang tidak tahan untuk melanggar perintah Yesus. Bukan cuma tidak melaksanakan tapi tidak tahan untuk tidak melanggar.

    Salah satunya adalah orang kusta yang disembuhkan Yesus pada Markus pasal 1.

    Disebutkan : segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras.

    Tapi apa yang dilakukan orang itu ?

    Disebutkan : Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana.

    Saudaraku, sukacita yang besar tidak dapat ditutup-tutupi.

    Apakah anda dapat membayangkan sukacita yang dirasakan oleh orang kusta ini ?Apakah kita pernah mengalami sukacita seperti orang ini ? Apakah sukacita itu masih ada sampai sekarang ? Atau ada yang belum pernah merasakan sukacita itu?

    Pernahkah kita membayangkan hidup tanpa Kristus?

    Apakah hidup kita akan biasa-biasa saja ?

    Mari kita merenungkan, apa yang sudah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Karena tidak ada yang kebetulan di dalam hidup ini. Semua karena Kasih Karunia Tuhan.

    Mari kita hitung berkatNya. Dan seandainya semua itu tidak ada, apa yang akan terjadi pada hidup kita?

    Mari saudaraku, mari kita ceritakan kebaikan-kebaikan Tuhan pada hidup kita. Jangan kita simpan sendiri… Jadilah seperti si orang kusta itu. Maka cerita-cerita kita akan menjadi pengharapan bagi orang-orang yang membutuhkannya.

    Berceritalah, bercerita tentang kebaikan Tuhan dalam hidup kita.

  • 2019 Message : Jesus has risen in you, don’t waste it

    2019 Message : Jesus has risen in you, don’t waste it

    Matthew 28

    Tuhan Yesus telah bangkit dari kematian ribuan tahun yang lalu.

    Tapi tahukah anda, Tuhan Yesus juga bangkit di dalam hati kita. Setiap pagi….

    Saat kita bangun pagi, sesungguhnya Tuhan sudah terlebih dahulu bangkit di hati kita.

    Mari kita mulai tahun 2019 untuk mulai belajar, atau belajar lagi. Belajar dari firman Tuhan. Belajar lagi dari Yesus.

    Kalau satu buku Alkitab dirasa berat, mari fokus pelajari Perjanjian Baru saja.

    Kalau Perjanjian Baru juga masih terasa berat, mari fokus pelajari salah satu kitab saja.

    Kalau satu kitab dirasa juga berat, ayo kita fokus pelajari kitab yang paling pendek di Perjanjian Baru yaitu Surat Yohanes yang ke dua (The Second Epistle of John). Hanya 1 1/3 halaman.

    Bacalah kitab itu setiap pagi, setiap pagi. Itu akan menjadi Goal besar setiap hari – menyelesaikan 1 kitab per hari. Bukankah terasa hebat ?

    Yesus sudah bangkit di dalam kita, biarlah bibit kecil itu terus bertumbuh besar sampai menutupi diri kita.

  • Did washed hands worth ? – Pilate act

    Apakah mencuci tangan seperti yang dilakukan oleh Pilatus berarti ?

    Setelah menetapkan Yesus untuk disalibkan, Pilatus mencuci tangannya dihadapan seluruh pengunjung sebagai perlambang bahwa ia tidak bersalah.

    Seperti tidak ada logikanya ya.

    Banyak pertanyaan yang muncul di kepala saya, mempertanyakan perbuatan-perbuatan Pilatus pada saat itu.

    Namun saya kemudian berpikir, bagaimana dengan saya?

    Apakah ternyata saya juga sering melakukan hal-hal yang Pilatus lakukan ? Memang tidak dalam bentuk fisik.

    Matius, pasal 26 dan 27 berbicara tentang pengkhianatan, atau penyangkalan dalam bentuk yang lebih sederhana.

    Petrus menyangkal…

    Yudas mengkhianati…

    Pilatus menyangkal…

    Bagaimana dengan kita? Apakah kita ternyata juga sering menyangkali Yesus? Menyangkali iman kita?

    Ya Tuhan, bantu saya untuk tetap setia.

  • Pdt Philip Mantofa : Accepting Jesus (Catatan Kotbah Natal 2018).

    Tidak ada yang terlalu kotor untuk menerima Yesus.

    Siapapun kita, betapa berdosanya kita, Tuhan bisa memperbaiki kita.

    Siapa wanita Samaria yang memberi Yesus minum.

    1. Wanita tersebut adalah orang Samaria.
    2. Wanita tersebut adalah wanita yang najis (dosa seksual).
    3. Wanita tersebut tidak mencari Tuhan.
    4. Wanita tersebut bahkan mencela / memandang remeh Yesus.

    Namun walaupun begitu Yesus profesional. Ia melihat ke dalam diri wanita itu.

    Bukan berarti kita permisif terhadap perbuatan dosa. Dosa adalah dosa. Namun sikapilah dengan baik, karena bagaimana kita bisa membawa mereka kepada Tuhan.

    Tuhan Yesus menyukai seseorang yang mengakui dosanya. Yesus menerima wanita itu. Wanita itu mengalami penerimaan. Kemudian ia juga mengalami pemulihan. Bahkan bukan hanya dia saja namun seluruh kotanya dipulihkan.

    Perubahan terjadi setelah perubahan terjadi di dalam diri kita.

    Jangan pernah bangga merasa selalu mencari Tuhan sejak kecil. Kemuliaan justru didapat lihat dari defisit sebelumnya. Tuhan mengubahkan dari kehidupan dosa menjadi seorang evangelis.

    Jesus convert her.

    Saat kita bertobat, jalan kita mungkin tidak akan mudah, jalan salib. Tapi kemuliaan ada di ujung sana.

    Jadilah penjala manusia, Tuhan sudah menunjuk kita menjadi evangelis-evangelis yang luar biasa.

    P.S :

    Wow…. Amen.

    Thank You my God, Jesus. For confirming me. Help me to grow in You, grow inside me.