59. Renungan dari Surat Yudas – Mempersiapkan Diri
Jika ada yang bertanya kepada anda, “kira-kira setelah anda mati, kemanakah anda akan menuju?”
Seharusnya seperti kata Tuhan Yesus, bahwa Bapa di sorga telah menyediakan tempat bagi kita, sehingga kesanalah seharusnya kita menuju setelah kita mati.
Namun untuk bisa ke sana ada syarat dan kondisinya, sudahkah anda siap?
Sambil memikirkan jawabannya versi anda, mari kita membaca Alkitab kita dari Surat Yudas: Yudas 1:17-23.
Ada 3 jenis respon hati atas pertanyaan ini (bukan jawaban yang keluar dari mulut):
1. Tersadar, merasa diingatkan dan mau memperbaiki diri karena selama ini hidupnya masih berantakan.
2. Yakin, namun dengan keyakinan bahwa asal sudah dibaptis, asal sudah “kristen” pasti masuk sorga.
3. Tidak peduli, tidak memikirkan tentang setelah kematian, karena lebih baik memikirkan kondisi sekarang yang dihadapi.
Ada satu ayat yang menjadi rhema di bagian sebelumnya dari Surat Yudas ini:
Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya.
Yudas 1:5 TB
Memutuskan untuk menjadi seorang Kristen itu merupakan satu titik dalam hidup. Atau memiliki label agama Kristen saja tidaklah cukup, karena menjadi seorang Kristen harus percaya kepada Tuhan Yesus.
Dan percaya yang dimaksud bukanlah percaya asal percaya, namun tampak dalam kehidupan sehari-hari, apakah ia berusaha untuk hidup benar? Apakah ia senantiasa berusaha mengandalkan Tuhan dalam setiap langkahnya? Apakah ia selalu rindu untuk membangun hubungan, untuk mengenal Tuhan Yesus setiap harinya? Jika jawabannya mayoritas adalah belum atau tidak, maka boleh dibilang kita belum percaya kepada Tuhan.
Sama seperti kesehatan, kita perlu menjaga kesehatan agar hidup kita tidak menderita karena penyakit, maka jika kita benar-benar mengasihi Tuhan yang sudah terlebih dahulu dan senantiasa mengasihi kita, kita perlu dengan sengaja membangun diri kita.
[20] Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
Yudas 1:20-23 TB
[21] Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.
[22] Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu,
[23] selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.
https://bible.com/bible/306/jud.1.20-23.TB
Sehingga kita memang harus membangun dan menjaga iman kita agar kita jangan sampai jatuh (sakit kalau dalam konteks kesehatan).
Kalau kita jatuh, secara fisik terlihat baik-baik saja, secara psikis juga bisa baik-baik saja, namun secara spirit, jiwa kita sedang menderita. Siapa yang suka menderita? Tentunya tidak ada.
Ayo bangun iman kita, ayo pelihara dan jaga iman kita dengan cari Tuhan lebih lagi dari yang sekarang. Miliki senantiasa rasa tidak cukup, miliki senantiasa rasa kurang, haus, atau lapar dalam hal ini, dan percayalah bahwa Tuhan yang begitu mengasihi kita akan bangga dengan diri kita.
Mari kerjakan keselamatan kita masing-masing, karena keselamatan itu urusan personal, urusan pribadi.
Mari siapkan diri kita masing-masing untuk kedatangan Tuhan, entah kita nanti masih hidup atau sudah meninggal dunia.
Doa
Ya Tuhan, ajari kami untuk mempersiapkan diri kami untuk kedatanganMu kedua kali.
Ajari kami membangun iman kami, ajari kami untuk memelihara iman kami.
Agar kami senantiasa berkenan di hadapanMu ya Tuhan.
Dalam nama Tuhan Yesus.
Amen.
