Yohanes 20:19-23
Berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat, hal ini menjadi kegiatan yang akhirnya menjadi kebiasaan. Memang sembahyang bisa sendiri, namun secara corporate perlu berkumpul bersama-sama. Kalau hari minggu waktunya kita beribadah untuk ke gereja, pikiran jangan kemana-mana, pertama ke gereja dulu.
Kita harus punya rutinitas secara rohani walaupun kerohanian itu bukanlah rutinitas.
Bangun kebiasaan saat ke gereja, datang awal, doa saat teduh dulu sebelum beribadah. Jangan kalah dengan nonton bioskop yang kita datang awal, tidak mau ketinggalan film ekstra di awal. Miliki sebuah culture, culture to go to church.
Jemaat adalah murid, bukan customer. Saat kita pergi ke gereja persiapkan hatimu. Bangun good chruch culture, gereja itu arus atas, dunia itu arus bawah yang menarik. Mulailah dari pribadi dan keluarga.

Hari minggu adalah hari pertama, sama seperti Senin di kita, untuk mereka maka mereka harus bayar harga karena mereka ke gereja setelah hari pertama mereka ke Gereja.
Pada hari itu Yesus sangat sibuk dari subuh sampai malam. Kalau kenal Yesus, orang akan jadi seorang yang rapi, lihat Yesus waktu bangkit Ia merapikan ranjangNya. Yesus pun orang yang rajin. Orang memimpin dengan teladan agar mereka mau mengikuti, jangan cuma suruh-suruh. Setelah itu Yesus bertemu dengan wanita-wanita. Kemudian bertemu dengan kedua murid yang dalam perjalanan ke Emaus, lalu ke Petrus, dan kemudian waktu malam Yesus menampakkan diri pada saat mereka berkumpul.
Lihat Tuhan Yesus yang begitu sibuk setelah Ia bangkit. Ia tidak pensiun, atau istirahat dulu. Ia terus bekerja untuk mencari jiwa-jiwa.
Perumpamaan Tuhan mencari domba yang hilang, tidak mungkin domba-domba itu diam saha, mereka ikut mencari, memanggil domba yang hilang.
Kalau anda tidak kepikiran terpanggil untuk mencari jiwa yang terhilang, jangan-jangan kita pun masih terhilang.
Kita tidak bisa hanya menjadi kristen seumur hidup kalau kita diam-diam saja. Mari bekerja di ladang Tuhan.
Saat Tuhan datang, Tuhan menyapa murid-muridNya dengan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” padahal murid-murid itu kabur tidak ada yang membantu Yesus. Harusnya mereka itu takut dan malu saat bertemu Yesus. Tuhan tidak pernah murka, berilah dirimu kesempatan untuk semakin mengenal Tuhan lebih lagi, pahami hatiNya.
Damai sejahtera yang diucapkan Yesus bukan hanya perasaan damai biasa tapi juga mengandung janji. Shalom yang diucapkan Yesus mengandung janji aku akan menolongmu. Artinya dari bahasa ibrani bukan Aku janji kalau kamu percayakan hidupmu kepadaKu maka tidak akan ada yang patah dalam hidupmu. Nothing will be missing.
Walaupun kita tidak melihat bukan berarti tidak ada. Tuhan Yesus itu nyata. Jika Tuhan tidak melakukan yang kita inginkan lantas kita menganggap Tuhan itu tidak ada. Tuhan itu nyata.
Yohanes 20:23 TB
[23] Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”
https://bible.com/bible/306/jhn.20.23.TB
Ini adalah intersection, seperti dalam doa syafaat. Kalau berdoa syafaat maka percayalah bahwa Tuhan itu ada sangat dekat dengan kita. Miliki iman yang kuat. Jika terus kita lakukan, kerjakan apa yang Tuhan perintahkan maka kebangkitan rohani akan bangkit. Mulai dari kita yang memberikan diri, saat kita mulai rajin mendoakan, memberitakan Firman, sama seperti Tuhan, kebangkitan rohani akan bangkit. Jangan simpan talentamu!
Bekerja di ladang Tuhan, jangan lelah!
– Ps. Philip Mantofa
3 poin yang bisa menjadi bekal buat kita:



Selamat Paskah,
Tuhan Yesus memberkati.









