Dapat rhema apa hari ini?
Yakobus 4:1 TB
https://bible.com/bible/306/jas.4.1.TB
[1] Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
Saat kita mendengar kata “hawa nafsu” sudah langsung terbayang dengan konotasi yang negatif, hal-hal yang jelek atau kurang baik.
Namun jika kita mendengar kata “desire” atau dalam bahasa Indonesia artinya keinginan, maka konotasi kita netral. Kata keinginan biasanya bisa saja keinginan yang baik atau keinginan yang kurang baik atau tidak baik.
Ayat tersebut di atas dalam versi bahasa inggris sebagai berikut:
James 4:1 NIV
What causes fights and quarrels among you? Don’t they come from your desires that battle within you?
https://bible.com/bible/111/jas.4.1.NIV
Memiliki keinginan bukanlah sesuatu hal yang salah. Karena keinginan juga yang akan membawa kita maju, keinginan yang membawa kita semakin dekat dengan Tuhan, dan keinginan juga yang membawa kita untuk menjalani hidup dengan benar sesuai dengan kehendak Tuhan.
Pada awal manusia diciptakan, manusia pertama hanya mengenal keinginan Allah, dan mereka menjalani hidup sesuai dengan kehendak Allah. Namun tipu daya iblis membangkitkan keinginan yang bertentangan dengan Allah, membangkitkan hawa nafsu dalam diri manusia sehingga walaupun dalam hati kecil mereka menyadari salah, mereka tetap memetik dan memakan buah yang dilarang Allah untuk mereka makan.
Dan hawa nafsu, biasa disebut juga dengan kedagingan. Yang timbul dari keinginan daging, untuk mendapatkan atau terpuaskan. Namun kita pun menyadari bahwa hawa nafsu itu sulit untuk dipuaskan, saat sudah mendapatkan maka kecenderungannya kita akan menginginkan lagi, bukan hanya lagi, kalau bisa lebih. Dan itu yang berbahaya.
Itulah mengapa kita sebagai orang percaya diminta untuk mengalahkan kedagingan, selama kita hidup kita bertempur melawan daging kita sendiri. Kita diminta untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah, keinginan Allah. Keinginan kita diselaraskan dengan kehendak Allah. Menyelaraskan keinginan kita setiap waktu dengan kehendak Allah itulah yang menjadi pertempuran, yang menjadi kuk, yang menjadi pergumulan sesungguhnya dalam kehidupan kita orang percaya.
Saat hawa nafsu menguasai hidup kita maka kita akan jatuh, banyak kisah di dalam Alkitab tentang orang-orang yang jatuh karena hawa nafsunya. Oleh karena itulah Tuhan Yesus memperkenalkan Roh Kudus yang akan menolong dan membantu kita menyelaraskan keinginan kita dengan kehendak Allah. Itulah mengapa kita harus membangun hubungan personal yang baik, yang akrab, yang erat dengan Roh Kudus. Karena benar-benar tidak mudah melawan kedagingan kita. Karena tubuh kita tahu lebih enak tidur lagi daripada bangun pagi untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, itu contoh sederhananya.
Kita menggunakan logika kita sendiri, bahkan sama seperti iblis kita bisa loh menggunakan Firman Tuhan untuk membenarkan dasar pemikiran atas perbuatan atau keinginan yang berdasar dari keinginan diri sendiri, bukannya kehendak Allah.
Itulah mengapa Tuhan berpesan kepada Adam dan Hawa bahwa dengan berpeluh mereka mengusahakan tanah. Karena bukanlah peluhnya, bukanlah susah payahnya, tapi karena hawa nafsu yang ada di dalam hati mereka yang akan membuat manusia itu susah.
Sehingga apabila kita merasa hidup kita susah payah, mungkin kita perlu merenung bersama Roh Kudus, apakah hawa nafsu dan keinginan daging lebih berkuasa atas pikiran kita? Karena seharusnya jika selaras dengan kehendak Allah, seperti kata Tuhan Yesus, kuk yang kita pikul itu ringan, karena kita tidak pikul sendiri, karena yang mengarahkan kemana kita berjalan adalah Tuhan sendiri yang memikul kuk bersama-sama dengan kita.

Matius 11:29-30 TB
https://bible.com/bible/306/mat.11.29-30.TB
[29] Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. [30] Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”
Marilah kita masing-masing merenung.
Doa
Ya Tuhan, betapa kusadari bahwa hidupku benar-benar masih jauh dari kehendakMu. Ada banyak sekali hal dimana aku tidak mau mengikuti kehendakMu, dengan berbagai alasan yang kubuat, bahkan aku berani menggunakan FirmanMu untuk membenarkan keinginan dagingku ya Tuhan. Untuk membenarkan ketakutanku, untuk membenarkan kekuatiranku ya Tuhan.
Kepintaran yang Engkau karuniakan kepadaku bukan aku gunakan untuk mengerjakan panggilanMu, namun justru untuk menciptakan alasan menghindari atau lari dari panggilanMu.
Aku tidak layak ya Tuhan.
Ya Roh Kudus, tolonglah aku yang tak berdaya ini.
Amen
