| |

45. Renungan Yakobus 2 – Iman yang Sempurna

Dapat rhema apa hari ini?

Bagaimana agar iman kita kepada Kristus itu sempurna.

‭Yakobus 2:22, 24, 26 TB‬
[22] Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
[24] Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.
[26] Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati

https://bible.com/bible/306/jas.2.22-26.TB

Sepertinya masih banyak orang yang tidak sadar akan hal ini, walaupun sudah didengarnya berulang kali dan setuju akan pernyataan ini. Namun entah mengapa masih seringkali kita jatuh di dalam dosa atau melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan iman yang kita yakini.

Jadinya seperti sendiri-sendiri, iman sendiri, perbuatan adalah hal yang sendiri juga. Tidak saling berkaitan.

Padahal seharusnya bukanlah seperti itu, iman dan perbuatan haruslah bekerja sama karena perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan iman akan membawa iman tersebut menjadi sempurna.

Perbuatan yang baik akan menunjukkan iman seseorang tersebut baik, begitu juga sebaliknya jika perbuatannya tidak baik maka akan menunjukkan iman seseorang tidak baik sehingga jika ada seseorang yang marah saat dikomentari tentang imannya atas perbuatannya yang kurang baik, “Jangan bawa-bawa agama!”. Akan sangat sulit. Karena agama itu adalah label dari iman, sehingga jika akibat dari perbuatan orang lain mempertanyakan iman dan agama orang itu merupakan sesuatu hal yang wajar.

Dari sini bisa terlihat bahwa iman dan perbuatan adalah satu kesatuan. Saat seseorang mendengar iman atau keyakinan seseorang maka dalam pikiran orang tersebut akan mulai tergambar ekspektasi dan asumsi berdasarkan pengetahuan dan pengalaman sebelumnya.

Maka benarlah yang dikatakan bahwa perbuatlah segala sesuatunya demi kemuliaan nama Tuhan. Jika kita hidup benar dan kudus maka orang lain akan turut memuji Tuhan kita, namun saat hidup kita tidak benar maka wajarlah bila orang mempertanyakan Tuhan kita bahkan menjelekkan atau membenci Tuhan kita.

Waktunya bagi kita untuk refleksi. Jika Tuhan bertanya kepada kita seperti bertanya kepada Petrus sebanyak 3 kali apakah kita mengasihiNya? Maka sudah seharusnyalah kita tunjukkan dengan sikap dan perbuatan sesuai yang Tuhan ajarkan kepada kita.

Doa

Ya Tuhan, puji Tuhan karena hari ini sudah diingatkan kembali tentang iman dan perbuatan.

Ingatkan kami selalu ya Tuhan agar cara hidup kami, sikap dan perbuatan kami semakin hari semakin menunjukkan iman kami kepadaMu.

Amen

Similar Posts