Rhema dari Saat Teduh pribadi – Matius 7 tentang Hal Menghakimi / Judging Others.

Ayat Rhema

‭‭Matius‬ ‭7:1‬ ‭TB‬‬
[1] ”Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.

https://bible.com/bible/306/mat.7.1.TB

Renungan

Pada saat membaca ayat ini, satu pemikiran yang muncul: apakah itu berarti kita tidak boleh menegur atau mengingatkan orang lain jika ia berbuat yang tidak benar?

Suatu pernyataan yang kontradiktif, karena di ayat yang lain, tugas kita justru harus mengingatkan, menegur karena kalau tidak maka kita berdosa.

Ya, jika hanya membaca satu ayat ini saja maka akan kontradiktif jadinya. Kita perlu membaca keseluruhan agar memahami konteksnya secara utuh.

Mengapa Tuhan memberikan ilustrasi tentang menghakimi menggunakan mata?

Karena hal menghakimi itu sesungguhnya adalah tentang penglihatan, tentang cara kita melihat sesuatu, tentang sudut pandang.

Dalam versi alkitab AMPC, menghakimi tidak hanya diterjemahkan sebagai judging others, namun juga termasuk mengkritisi dan mengutuk orang lain – judging, criticize and condemn others.

‭‭Matthew‬ ‭7:1‬ ‭AMPC‬‬
[1] DO NOT judge and criticize and condemn others, so that you may not be judged and criticized and condemned yourselves.

https://bible.com/bible/8/mat.7.1.AMPC

Memang Firman ini tentang menghakimi, namun bukan hanya tentang menghakimi, lebih dari itu. Firman ini berbicara tentang kerendahan hati, bicara tentang self improvement, dan terutama bicara tentang kasih.

Kerendahan hati, karena Tuhan ingin mengatakan bahwa semua orang punya sesuatu yang menghalangi pandangannya, tidak ada orang yang benar-benar jelas melihat. Bagaimana mungkin orang yang ada balok di matanya bisa melihat selumbar di mata orang lain. Kalau itu terjadi maka itu bukan benar-benar yang dilihat melainkan yang ia pikir ia lihat. Alih-alih berusaha membersihkan kotoran di mata orang lain, introspeksi terlebih dahulu apakah cara pandang kita sudah benar-benar benar, sudah clear?

Setelah itu self improvement. Saat Tuhan memberitahu bahwa kita punya balok yang menghalangi pandangan kita, maka tugas kita bukankah menghilangkan terlebih dahulu balok di mata kita? Memperbaiki diri, meningkatkan diri, belajar, terutama mengnal Firman Tuhan dan membangun hubungan dengan Tuhan agar bukan hanya pengetahuan, namun kita juga beroleh hikmat, karena Tuhan yang akan memberitahukan apa sebenarnya yang ada di mata orang lain itu.

Dan kasih, karena begitu besar kasih Allah, kasih Bapa sehingga Ia memberikan putra-Nya untuk menebus dosa manusia. Kasihlah yang membuat semuanya mungkin. Daripada berusaha membersihkan selumbar di mata orang lain, bukankah lebih baik mengasihinya, agar pada waktunya ia dapat membersihkan matanya sendiri?

Aplikasi

….

Image by <a href=”https://www.freepik.com/free-photo/beautiful-valentine-s-day-concept-with-roses_11106288.htm#query=love&from_query=Kasih&position=6&from_view=search&track=sph”>Freepik</a&gt;

Mari lebih dekat pada Tuhan, mengasihi Tuhan, dan mengasihi sesama tentunya.

Harapan dan Doa

Pasti dunia akan penuh damai dan sejahtera, karena semua masalah yang terjadi di dunia ini juga gara-gara orang sibuk membersihkan selumbar di mata orang lain.

Amen

Quote of the week

“Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan yang merenungkan taurat itu siang dan malam.”

~ Mazmur 1

Designed with WordPress

Eksplorasi konten lain dari Kucinta Alkitabku

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca