Rhema Saat Teduh pribadi – Matius 6 ttg Hal Berdoa

Ayat Rhema

‭‭Matius‬ ‭6:5‬ ‭TB‬‬
[5] ”Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

https://bible.com/bible/306/mat.6.5.TB

Renungan

Salah satu kebutuhan manusia adalah pengakuan, dihargai oleh orang lain. Apa saja bisa dilakukan untuk mendapatkan pengakuan atau agar dirinya dihargai oleh orang lain. Dan seseorang bisa sangat terluka apabila ada situasi yang membuatnya merasa tidak dihargai.

Dan itu terjadi juga pada orang Farisi, tidak semua juga pastinya, namun mungkin banyak dan sering sampai disebut oleh Tuhan Yesus.

Kenapa kita berdoa? Apa alasan sebenarnya kita berdoa?

Bagi saya, berdoa itu adalah berkomunikasi dengan Tuhan. Berbicara dengan Tuhan. Apapun topik pembicaraannya.

Komunikasi yang terbangun juga menunjukkan kedalaman hubungan.

Kalau baru kenal, pasti pembicaraan yang dibicarakan adalah hal-hal yang superfisial, yang umum, bahkan bisa saja terkesan basa-basi. Akan sangat berbeda jika hubungannya sangat dekat, pasti yang dibicarakan juga termasuk hal-hal yang sifatnya personal, yang dibicarakan hanya orang-orang tertentu.

Dan dalam berkomunikasi seharusnya berjalan dua arah, ada saatnya berbicara, dan ada saatnya mendengarkan. Sehingga mendengar pun juga ada tingkatannya. Ada yang mendengar sambil lalu – pasti ia merasa itu hal yang tidak penting, namun ada juga yang mendengar dengan seksama, seharusnya itu sesuatu yang penting.

Alasan utama kenapa kita berdoa seharusnya pertama-tama adalah karena kita ingin membangun hubungan pribadi dengan Tuhan.

Seberapa sering kita berdoa dan dalamnya kita berdoa juga bisa menunjukkan seberapa ingin kita membangun hubungan dengan Tuhan. Namun sayangnya belum semua orang menyadari hal itu. Banyak orang sadar, tahu, bahkan yakin bahwa Tuhan adalah Tuhan, namun hanya sebatas itu, tidak tahu bahwa Tuhan itu begitu dekat, begitu baik, begitu sabar sehingga doa-doa yang disampaikan mungkin hanya berupa permintaan, permohonan, atau bahkan hanya hapalan. Bukan kata-kata, pemikiran, dan perasaan yang berasal bukan hanya dari pikiran namun juga dari hati.

Kenapa orang curhat? Apa yang dirasakan orang saat curhat dan setelah curhat? Apapun bentuk curhatnya, entah curhat ke orang lain, atau curhat dengan menulis, atau curhat bicara sendiri, apapun.

Alasan kedua kenapa kita butuh berdoa karena kita butuh untuk menyampaikan pemikiran, perasaan, apapun yang ada di hati dan pikiran kita bahkan sampai ke hal-hal yang memalukan, yang tidak mungkin tersampaikan kepada orang lain. Tuhan yang sangat mengenal kita tentu dengan senang hati menampung semuanya, dari yang receh-receh sampai yang super berat sekalipun. Tuh, baik banget kan Tuhan?

Dan alasan ketiga kenapa kita butuh berdoa karena kita ingin mengajukan permohonan, permintaan, pertolongan, bantuan kepada Tuhan.

Aplikasi

Kalau kita ingin punya hubungan yang dekat dengan Tuhan, mau menjadikan Tuhan bestie-nya kita, yuk lah sering-sering ngobrol sama Tuhan. Harus sering-sering berdoa dong.

Gak mungkin mengakui teman dekat kalau ngobrol saja canggung. Yang bener aja.

Sama seperti ketemu teman baru, di awal-awal pasti canggung obrolannya, tapi semakin lama kenal, semakin nyambung obrolannya, masak sih masih canggung. Mungkin malah bisa jadi berjam-jam obrolannya. Nah… kira-kira kita bisa begitu gak dengan Tuhan, ngobrol/doa sampai berjam-jam?

Bisa lah…

Harapan dan Doa

Tuhan yuk jadi bestie saya ya…

Image by brgfx on Freepik

Amen

Quote of the week

“Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan yang merenungkan taurat itu siang dan malam.”

~ Mazmur 1

Designed with WordPress

Eksplorasi konten lain dari Kucinta Alkitabku

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca