Renungan Matius 5 – Ada siapa di belakangnya?
Rhema dari Saat Teduh pribadi – Matius 5; Garam Dunia dan Terang Dunia
Ayat Rhema
Matius 5:16 TB
https://bible.com/bible/306/mat.5.16.TB
[16] Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
Renungan
Matius pasal 5, ada banyak sekali ayat-ayat emas di dalamnya. Namun saya tertarik dengan ayat di atas. Ayat ini sudah saya berikan highlight juga di aplikasi dan di buku Alkitab saya.
Terutama pada kalimat kedua: supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.
Orang itu suka mencari tahu tentang latar belakang orang lain.
Siapa dia? Dimana rumahnya? Kerja apa dia? Siapa istri atau suaminya? Lulusan mana dia? Agama apa dia?
Dan orang suka sekali menghubung-hubungkan apa yang kita lakukan dengan latar belakang kita. Dan memang ada benarnya bahwa kita itu adalah hasil pembentukan dari masa lalu kita.
Saat kita dianggap baik, maka yang ada di belakang kita akan juga dinilai baik. Sebaliknya jika kita dianggap tidak baik, maka semua yang ada di belakang kita pun juga dianggap tidak baik.

Sehingga, jika kita percaya, jika kita yakin Tuhan yang kita sembah adalah satu-satunya Tuhan, Tuhan yang begitu baik maka hendaklah kita menjaga diri kita dalam kehidupan sehari-hari untuk hidup dengan baik, karena pasti ada banyak orang di sana yang akan mengaitkan kita dengan Tuhan yang kita sembah.
Seperti yang disampaikan di kitab Amsal 22 bahwa nama baik jauh lebih berharga daripada kekayaan besar, justru sering kali nama baik yang akan mendatangkan kekayaan besar.
Namun perlu hikmat, bukan berarti kita berbuat baik demi mendapatkan nama baik – karena itu sama dengan pencitraan, cari muka. Berbuat baik karena memang kita mengasihi orang lain, sebagai wujud karena kita mengasihi Tuhan kita seperti yang diajarkan Tuhan kita.
Aplikasi
Ayolah, semakin hari kita dengan sengaja untuk menjadi semakin baik dalam sikap dan perbuatan.
Mari kita semakin merindukan Tuhan, semakin berusaha mengenalNya. Karena dalam prosesnya, Tuhan akan memberikan hati yang mengasihi, bukan hanya mengasihi Tuhan, juga mengasihi sesama kita manusia.
Biarlah nama Tuhan dikenal dan dimuliakan melalui kasih yang kita lakukan bagi sesama kita, bagi orang-orang di sekitar kita, bagi lingkungan kita, dan dunia ini.
Amen
