Ayat pertama di pasal ini menggelitik pikiran saya. Dan akhirnya membuat saya mengulang lagi membaca pasal ini berusaha untuk menangkap maknanya.
Ayat 1 di pasal 2 Alkitab versi Terjemahan Baru tersebut berbunyi :
Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.
https://bible.com/bible/306/heb.2.1.TB
Kemudian seperti biasa, saya membandingkan dengan versi AMPC yang berbunyi :
SINCE ALL this is true, we ought to pay much closer attention than ever to the truths that we have heard, lest in any way we drift past [them] and slip away.
https://bible.com/bible/8/heb.2.1.AMPC
Kalau diterjemahkan menjadi :
SEJAK SEMUA ini benar, kita harus memberikan perhatian yang lebih dekat daripada sebelumnya pada kebenaran yang telah kita dengar, jangan sampai kita melewatinya dan menyelinap pergi.
Ayat ini berbicara tentang fungsi pendengaran.
Sama juga halnya seperti yang sering sekali kita dengar tentang Iman, pada Kitab Roma 10:17 bahwa Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran akan Firman Kristus.
Jadi fungsi pendengaran kita ini ternyata sangat penting. Karena pendengaran kita akan mempengaruhi apa yang kita yakini.
Di satu sisi, pendengaran akan menimbulkan Iman akan Kristus kalau yang kita dengar Firman Kristus. Di sisi lain akan menimbulkan keyakinan lain kalau kita mendengar yang lain.
Oleh karena itu kita dapat menarik benang merah lagi ke ayat-ayat yang berbicara tentang pergaulan. Jika anda menggunakan bible app, coba cari keyword “pergaulan”. Ada banyak sekali contoh dan peringatan tentang pergaulan, mayoritas memerintahkan kita untuk hati-hati dengan siapa kita bergaul, fokuslah bergaul dengan Tuhan.
Mengapa itu penting ? Karena saat kita bergaul, kita akan saling berkomunikasi, kita akan saling sharing, kita akan sering mendengar. Dan bila Iman kita juga masih berat berjuang, yang terjadi justru kita yang terbawa. Alih-alih yang semula berniat untuk membawa orang tersebut kembali ke jalan Tuhan justru kita yang terbawa, tersesat.
Lalu bagaimana ? Katanya kita diminta untuk menjadi saksi, mewartakan kabar gembira.
Menurut saya kita perlu lebih cerdik. Masakan kita mau berperang dengan senjata seadanya ? Masakan kita berperang sendirian ?
Jadi itulah kenapa Rasul Paulus dalam Efesus 6 memberitahu kita agar memperlengkapi diri kita dengan perlengkapan senjata Allah. Namun perhatikanlah perlengkapan tersebut, mayoritas adalah alat pertahanan diri. Dan 2 senjata di tangan yaitu perisai iman dan pedang roh, kedua-duanya bersumber pada satu hal yaitu Firman Allah.
Perisai Iman, Iman timbul dari …. dan …. (Roma 10:17).
Pedang Roh, Pedang Roh yaitu …. (Efesus 6:17).
Kembali ke Ibrani 2:1, jadi kita harus hati-hati menggunakan pendengaran kita. Karena berbeda dengan penglihatan, pendengaran tidak ada tutupnya.
Kalau ada hal yang terlihat tidak baik kita bisa menutup mata atau memalingkan muka. Tapi kalau telinga ? Relatif lebih sulit.
Karena pendengaran relatif lebih pasif lemah maka jauh lebih baik jika kita lebih sering tempatkan di lingkungan yang baik. Membaca dan merenungkan Firman Allah, lebih memilih untuk mendengarkan lagu-lagu rohani, mendengarkan kotbah di CD / media, lebih memilih bergaul dengan komunitas warga gereja yang positif (connect group contohnya), dsb.
Supaya kita semakin dekat dengan kebenaran yaitu Yesus itu sendiri dan bukan menyingkir atau bahkan menjauhinya (Ibrani 2:1 AMPC).
Saya percaya saat kita melakukan hal-hal itu maka perisai iman dan pedang roh kita akan semakin kokoh. Peralatan lainnya juga akan ikut kokoh sejalan dengannya.
Jika anda merasa lelah, bingung, feel empty dengan hidup anda, ingin mengalami transformasi hidup yang positif mari bergabung dengan Connect Group di Gereja Mawar Sharon di kota anda.
Terimakasih semoga Tuhan memberkati.
