Fear of God should make you selfish (in a positive way). (Hebrew 3)

Satu minggu yang lalu, saya membaca WA Grup satu angkatan SMA. Dikabarkan seorang teman saya yang berprofesi sebagai dokter meninggal dunia. Meninggalkan istri dan 3 anaknya. Mati…! komentar saya saat membaca berita tersebut.

Sejak saat itu, pikiran tentang kematian jadi lebih sering muncul.

Tahukah anda kalau resiko terjadi serangan jantung atau stroke saat ini bisa terjadi sejak umur 30th ? Dan resikonya akan semakin besar seiring dengan pertambahan usia. Banyak sekali kasus yang saya lihat sendiri karena saya bekerja di Rumah Sakit.

Apalagi saat menginjak angka 40, resikonya jadi jauh lebih besar.

Jika hari ini saya meninggal mendadak bagaimana ?

Saya tidak menggunakan pertanyaan apakah siap ? Karena kematian adalah suatu kepastian, terlepas siap atau tidak siap. Seringkali ketidaksiapan itulah yang membuat kita menjadi takut.

Tapi bagaimana kalau kematian itu ada di depan mata ?

Silahkan untuk takut, tapi sebenarnya lebih takutlah akan apa yang terjadi setelah kematian.

Buat saya pribadi, kematian adalah peristiwa sehari-hari, tetapi apa yang akan kita alami After Death itu justru yang sekarang menakuti saya. Apakah kita akan masuk Sorga atau justru masuk Neraka ?

Apakah sudah pernah mendengar atau menonton kisah kesaksian orang yang melihat Neraka ? Kalau belum coba cari video Trip To Hell dari Ps Philip Mantofa.

Pada saat membaca pasal ini, yang berbicara tentang “Binasa karena Murtad”, membuat pikiran tentang kematian datang lagi.

Seberapa yakin kita akan masuk Sorga ?

Maka dari itu menurut saya saat kita sudah kenal Tuhan, kita perlu takut Tuhan. Kita tahu kuasa dan kebesaranNya. Namun kita juga tahu murkaNya. Takut Tuhan sebenarnya agar kita hidup benar.

Pertimbangkanlah untuk menjadi Egois. Egois agar masuk sorga. Egois melawan keinginan daging. Egois untuk mengerjakan perintah-perintah Tuhan karena itulah yang akan membawa kita masuk sorga. Agar nama kita dicatat dalam kitab kehidupan.

Yang paling baik sebbenarnya semua itu dilakukan karena cinta Tuhan. Itu adalah level tertinggi.

Saya sendiri tidak tahu apakah yang saya sampaikan itu lebih baik. Tapi yang saya pelajari tentang motivasi adalah bahwa seseorang melakukan sesuatu hanya karena 2 faktor yaitu Pain or Pleasure. Dan yang paling kuat adalah menghindari Pain. And it is true for me.

Oh Tuhan, ampuni saya atas dosa-dosa saya. Baik yang saya sadari atau bahkan tidak saya sadari.

Biarlah kesadaran, takut mati ini senantiasa ada agar jangan lengah jiwaku.

Aku mau melakukannya karena aku mencintaiMu.

Similar Posts