Pernahkah kita membayangkan situasi apabila sensus jiwa dilakukan di Indonesia seperti pada waktu Tuhan Yesus dilahirkan? Dimana semua orang harus kembali ke tempat asalnya?

Begitu banyak kekacauan yang akan terjadi, bukan hanya di tempat tujuan, tapi juga di tempat domisili mereka saat itu.

Peristiwa sensus itu pasti dicatatkan dalam sejarah, sensus yang diadakan oleh bangsa Romawi, bangsa yang tingkat literasinya cukup tinggi, yang memiliki budaya atau kebiasaan untuk mendokumentasikan berbagai peristiwa penting dalam sejarah mereka.

“Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
‭‭Lukas‬ ‭2‬:‭1‬-‭3‬ ‭TB‬‬

https://bible.com/bible/306/luk.2.1-3.TB

Pernahkah kita memikirkan apabila sensus tersebut tidak diadakan, apakah Tuhan Yesus tetap dilahirkan di Betlehem?

Ya, Tuhan Yesus tetap akan lahir di Betlehem, dan kemungkinan besar pastinya dari seorang perawan yang suci dan tulus hatinya seperti Maria., sesuai yang sudah direncanakan Allah.

Rencana kelahiran Tuhan Yesus, Sang Mesias ini sudah fixed, bahkan juga tertulis dalam kitab-kitab Nabi, seperti hasil penelusuran orang Majus, dan ahli-ahli kitabnya Herodes.

Dan satu hal yang luar biasa juga adalah timing kelahiran Tuhan Yesus ini pun bertepatan dengan momen sensus di zaman Kaisar Agustus. Sensus ini adalah momen bersejarah yang tentunya bisa dilacak kebenaran peristiwanya.

Rencana Tuhan, atau janji Tuhan pasti terjadi. Dan bila kita renungkan momentumnya begitu cantik, dan seringkali bahkan tidak kita sadari jika kita tidak peka, seperti bangsa Israel pada waktu itu.

Bangsa Israel memang menantikan kedatangan Mesias, namun mereka tidak punya bayangan bagaimana Mesias itu akan datang. Mereka membangun persepsi sendiri akan kedatangan Mesias berdasarkan apa yang mereka dengar turun temurun. Mereka sesungguhnya tidak paham konsep sebenarnya apa yang disampaikan Tuhan melalui para Nabi. Sama seperti janji Tuhan kepada Abraham, Abraham tidak bisa membayangkan keturunannya seperti bintang di langit itu seperti apa? Juga Yusuf saat mendapatkan mimpi tentang bagaimana ikat gandum saudara-saudaranya tunduk pada ikat gandumnya.

Mengharapkan kedatangan Mesias di dalam dunia ini seperti mengharapkan terobosan atas masalah dan pergumulan kita di dunia.

Tuhan Yesus sudah lahir di timing momentum yang luar biasa dan dengan cara yang cantik.

Janji Tuhan, rencana Tuhan atas hidup kita juga akan terwujud di timing momentum yang luar biasa dan juga dengan cara yang cantik.

Dan banyak orang akan mengakui bahwa itu Tuhan.

Tetaplah menanti-nantikan janji Tuhan terwujud atas hidup kita, bukan hanya dari logika dan pikiran karena Tuhan sudah bilang begitu tapi justru nantikan Tuhan dari hati dan kerinduan yang begitu besar.

Dalam penantian itu, jaga selalu hubungan dan komunikasi kita dengan Tuhan. Yang erat dan intim. Agar kita bisa mengikuti caraNya Tuhan, merasakan momentumNya Tuhan. Agar jangan sampai kita terlewat, tidak siap, dan akhirnya kita tertinggal seperti 5 perempuan yang bodoh dalam perumpamaan Tuhan Yesus.

Doa

Ya Tuhan,

Dari timing kelahiranMu ke dunia kami sadari lagi bahwa begitu luar biasa rancangan dan pekerjaan tanganMu. Aku terkagum tak bisa berkata-kata saat menyadarinya.

Ya Tuhan,

RancanganMu atas hidupku dan keluargaku pasti juga luar biasa kan ya Tuhan? Taruh selalu dalam hati kami bahwa kami adalah bagian dari rancangan Tuhan atas dunia ini, kami adalah salah satu “pemeran” agar rancanganMu jadi.

Dan kami percaya, Engkau akan menyertai hidup kami agar rancanganMu jadi.

Buka hati, telinga, dan mata kami ya Tuhan, dan yang terpenting beri kami hikmat agar saat waktunya datang kami bisa turut bersama-sama dengan Engkau.

Amin

Quote of the week

“Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan yang merenungkan taurat itu siang dan malam.”

~ Mazmur 1

Designed with WordPress

Eksplorasi konten lain dari Kucinta Alkitabku

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca