Mazmur Raja Daud yang bernazar kepada Tuhan.
Pernahkah kita bernazar? Bernazar dalam hal apa? Dan bagaimana progresnya, apakah anda menepati nazar anda?
Nazar adalah janji komitmen dari hati dan biasanya bersifat spiritual.
Di Mazmur 101 ini kita bisa melihat bagaimana dan apa yang menjadi komitmen Raja Daud kepada Tuhan:
- Hidup yang tidak bercela.
- Hidup dalam ketulusan hati.
- Menjaga penglihatan.
- Membenci perbuatan murtad.
- Menjaga hati yang lurus.
- Menghindari kejahatan.
- Bersikap Terbuka.
- Bersikap Rendah hati.
- Memelihara hidup benar.
- Integritas.
Mengapa Raja Daud bernazar? Dengan segala berkat kekayaan dan kekuasaan yang ia miliki, sepertinya hidup dan kerohaniannya baik-baik saja bahkan di atas rata-rata kita. Lalu mengapa ia harus bernazar? Apa yang ada di hati dan pikiran Daud?
Justru karena Daud sangat erat dengan Tuhan, hubungannya sehingga ia berkomitmen sungguh-sungguh untuk menjaga agar hubungannya dengan Tuhan jangan sampai terganggu atau rusak, Daud tidak ingin melukai hati Tuhan, membuat Tuhan sedih apalagi marah.
Bagaimana dengan kita? Yang terkait membangun hubungan kita dengan Tuhan, apa yang menjadi komitmen di hati kita? Seberapa kuat kita berjuang untuk menjaga komitmen kita kepada Tuhan?
Pertanyaan yang paling dasar sebenarnya bukan komitmennya tapi seberapa penting Tuhan di hidup kita? Siapa sih Tuhan bagi kita?
Kalau Tuhan benar-benar yang terpenting, yang terutama di hidup kita maka kita akan membangun komitmen-komitmen dengan sukacita, tanpa beban sama sekali, dan tak tergoyahkan apa pun juga. Harga mati !!!
Doa
Ya Tuhan,
kami mau bertemu denganMu saat ini. MengalamiMu saat ini.
Supaya kami tersadar siapa Engkau bagi kami.
Buat kami tersadar, kalau perlu terpukul agar kami benar-benar menempatkan Engkau sebagai Tuhan atas kami, Engkau yang terpenting dalam kehidupan kami dan Engkaulah fokus serta tujuan hidup kami.
Amin
