Apakah ada manusia yang setia kepada Tuhannya?
Kesetiaan itu adalah pertandingan iman kita sebagai murid Yesus. Kesetiaan, ketaatan, dan kesucian.
“HELP, Lord! For principled and godly people are here no more; faithfulness and the faithful vanish from among the sons of men.”
Psalm 12:1 AMPC
Daud dalam Mazmur 12 berseru kepada Tuhan karena ia mungkin melihat di saat itu bahwa kesetiaan terutama kepada Tuhan sudah banyak yang hilang dari orang-orang percaya.
Berada di tengah-tengah orang yang tidak percaya, skeptis, dan antipati terhadap iman kita itu merupakan suatu tekanan tersendiri. Apalagi bila disertai dengan perbuatan yang memojokkan, atau bahkan mencelakakan. Hal itu bisa saja terjadi baik dalam lingkup kecil maupun dalam lingkup yang besar.
Hanya Tuhan satu-satunya yang bisa kita percaya dan andalkan untuk memberikan kita kekuatan menghadapi tekanan tersebut. Puji Tuhan jika ada komunitas rohani dari orang-orang percaya yang bersungguh-sungguh ingin menjadi murid Yesus. Mengikut Yesus. Berjuang bersama dalam pertandingan ketaatan dan kesetiaan.
Aplikasi
Lalu apa yang harus kita lakukan?
Ada 2 hal yang wajib kita lakukan:
- Membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Hubungan intim yang dibangun dengan Tuhan, perasaan kasih yang dibangun setiap waktu akan menjagai hidup kita untuk senantiasa taat dan setia.
- Bergabung dengan komunitas rohani yang memang bertujuan membangun keintiman pribadi dengan Tuhan. Kalau di GMS disebut sebagai connect group. Komunitas rohani ini juga merupakan salah satu hal yang penting karena kita tidak sendiri, kita bisa bersama merenungkan Firman Tuhan, sharing kehidupan atau mendengarkan sharing, kita bisa melakukan aktivitas bersama yang dilandasi atas dasar kasih (fellowship) yang semuanya itu akan membawa kita semakin mengenal dan mengasihi Tuhan sehingga pengenalan kita, iman kita, dan keyakinan kita akan semakin kuat seiring dengan perjalanan waktu.
Pertandingan ini harus kita upayakan menang setiap hari.
Timbul satu pertanyaan lagi untuk direnungkan, Sadarkah kita bahwa kita sedang dalam pertandingan/ pertempuran?
Harapan dan Doa
Ya Tuhan, apakah rasa gentar dan takut itu kami perlukan? Gentar dan takut untuk melakukan hal-hal yang melukai hatiMu, membuat sedih hatiMu ya Tuhan.
Jika ya Tuhan, biarlah rasa gentar dan takut itu senantiasa muncul pada waktunya di dalam hati dan pikiranku. Di waktu pagi saat mataku terbuka, pikiranku tersadar, di waktu-waktu saat muncul godaan dan bisikan tipu daya iblis, munculkan lah ya Tuhan. Agar jangan aku berubah setia. Agar hatiku tetap suci dan murni di hadapanMu.
Aku mau memenangkan setiap pertempuran ya Tuhan, aku mau memenangkan hatiMu oh Tuhan Yesus.
Amen.