Dalam hubungan dengan Tuhan seperti Daud, kita juga bisa membangun hubungan yang romantis dengan Tuhan.
Menyenangkan hati Tuhan bukan hanya dari sudut pandang kita sebagai hamba, namun kita juga adalah anak, kita adalah mempelai Tuhan, kekasih Tuhan sehingga membangun hubungan yang romantis bukanlah sesuatu yang aneh.
Seperti syair lagu ini:
Ya Tuhanku aku hendak bernyanyi bagiMu
Lirik lagu”Manis Kau dengar” –
Selamaku hidup
Ya Allahku aku hendak bermazmur bagiMu
Selagi ku ada
Inilah yang kurenungkan setiap waktu
Nyanyian pujian dan pengagungan kepadaMu
Biarlah manis Kau dengar Tuhan
Manis Kau dengar Tuhan
Dan hatiku bersuka karnaMu
Sebelum merenungkan lebih lanjut mari kita membaca terlebih dahulu Mazmur pasal 5.
Dan yang menjadi ayat rhema untuk renungan kita hari ini adalah:
Mazmur 5:4 TB
https://bible.com/bible/306/psa.5.4.TB
Tuhan, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku,
pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu,
dan aku menunggu-nunggu.
Coba kita baca kembali ayat 4 ini dengan perlahan, sambil membayangkan kita menjadi Daud.
Pagi-pagi Daud mengatur persembahan bagi Tuhan.
Kemudian Daud bernyanyi, bermazmur memuji Tuhan.
Dan Daud berkomunikasi dengan Tuhan, mencurahkan segala isi hatinya. Bukan hanya kesusahannya, tapi juga sukacitanya.
Kalimat terakhir, “dan aku menunggu-nunggu”. Saya membayangkan kita sedang menunggu-nunggu kedatangan kekasih hati yang sangat kita rindukan, kangen untuk bertemu. Ada perasaan bergolak, rasa tidak sabar, sambil membayangkan segala sesuatu yang indah. Mungkin kita menunggu sambil membawa suatu bingkisan kejutan untuknya? Wow, bukankah itu sesuatu yang romantis?
Saya percaya kalau Tuhan juga ingin membangun hubungan yang romantis dengan kita. Mungkin jauh lebih ingin Tuhan daripada kita manusia, padahal siapa lah kita manusia jika dibandingkan Tuhan.
Daud pagi-pagi membangun hubungannya terlebih dahulu dengan Tuhan. Seperti tidak sabar untuk ngobrol dengan Tuhan di dalam saat teduhnya. Daud tidak sabar untuk masuk dalam hadirat Tuhan.
Bagaimana dengan kita?
Apakah kita melihat Tuhan sebagai pribadi yang kita kasihi, kita kangenin? Apakah pernah ada perasaan rindu untuk bertemu dengan Tuhan setiap hari?
Bisakah kita membangun hubungan yang lebih romantis dengan Tuhan?
Hubungan yang mesra seperti hubungan Daud dengan Tuhan.
Maukah anda mengupayakannya?
Untuk Tuhan yang sudah all out buat anda?
Doa
Hai Tuhan,
Tuhan, terimakasih Engkau sudah baik banget denganku, jauh sebelum aku mengenal Engkau.
Terimakasih sudah mencintaiku begitu besar.
Aku mau Tuhan untuk mencintaiMu lebih lagi dari saat ini, lebih dan lebih lagi.
Biarlah segala sesuatu yang aku lakukan bersumber dari rasa cintaku kepadaMu. Karena aku ingin membawa semuanya itu menjadi persembahan yang harum di hadapanMu.
Amin
