Pernahkah anda mengalami pengalaman supranatural dengan Tuhan?

Peristiwa yang membuat anda menyadari dan mengakui betapa besarnya Tuhan? Betapa tidak berartinya diri kita tanpa Tuhan?

Mari kita membaca Yesaya 6 untuk merenungkan pengalaman Yesaya mendapat panggilan ALlah.

Yang menjadi ayat rhema kita hari ini adalah jawaban Yesaya kepada Tuhan.

‘Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
”Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?”
Maka sahutku: ”Ini aku, utuslah aku!” ‘
Yesaya 6:8

https://www.bible.com/bible/306/ISA.6.8

Tidak semua orang memang pernah mengalami pengalaman supranatural seperti yang dialami oleh Yesaya. Namun saya percaya bahwa setiap orang dipanggil oleh Tuhan, hanya apakah dia tahu atau mengenali itu panggilan dari Allah? Dan bagi siapapun yang pernah mengalami pengalaman spiritual seperti itu, Tuhan punya tugas khusus kepada dirinya, janganlah melarikan diri dari panggilan Allah.

Janganlah melarikan diri dari panggilan Allah, karena Allah akan memperlengkapi kita. Yesaya pada saat itu mengalami penglihatan, belum mendapatkan panggilan Allah langsung teringat akan dosa-dosanya, teringat akan kenajisannya. Dan malaikat Tuhan menyentuhkan bara dari mezbah ke bibir Yesaya sambil berkata bahwa kesalahannya telah dihapus dan dosanya telah diampuni. Pada saat itu seketika pemulihan terjadi di dalam diri Yesaya, walaupun tidak tersebut, namun terpancar dari reaksi Yesaya pada saat Tuhan berkata.

Saat Tuhan berkata, “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” . Spontan Yesaya langsung menjawab tanpa berpikir panjang, “Ini aku, utuslah aku!”.

Jika seandainya pertanyaan itu ditanyakan kepada kita saat ini, seperti apa respon kita? Apakah kita akan bertanya dulu, “ehmm, Tuhan mau utus saya kemana? Situasinya disana bagaimana ya Tuhan? Apakah jauh? Bagaimana dengan pekerjaan saya, karir saya, bisnis saya?”. Dan berbagai macam pertanyaan lain yang kita tanyakan.

Mari kita belajar dari Yesaya, hanya 2 hal saja:

  1. Menyadari dan mengakui situasi dan kondisi kita.

Kita manusia punya keterbatasan, termasuk kesalahan dan dosa. Dan pasti Tuhan tahu semua itu. Namun Tuhan tidak mencari orang yang sempurna, karena tidak ada, tapi Tuhan mencari siapa saja yang mau bekerja untuk Tuhan, siapa saja yang terpanggil.

Dan kalau kita lihat pengalaman Yesaya, Tuhan memulihkan dahulu diri Yesaya, perasaan najis, perasaan tidak pantas, mental blocking terbesar sebelum Tuhan menyatakan panggilanNya. Disini bukan Tuhan panggil, Yesaya menjawab ya, baru kemudian Tuhan pulihkan.

Jadi sesungguhnya saat kita mengalami panggilan Allah, itu berarti kita sedang dipulihkan walaupun mungkin belum 100% karena mungkin saat kita meresponi panggilan Allah dan mengerjakannya maka kita akan pulih 100%.

2. Meresponi panggilan Allah dengan menjawab “ya”.

Bagi orang yang telah mengalami hubungan dengan Tuhan seharusnya akan meresponi panggilan Allah itu dan berkata “Ya”.

Saya tidak bisa membayangkan jika Yesaya berkata tidak, atau Yesaya diam-diam saja apa yang akan terjadi. Tapi kita bisa lihat pengalaman Yunus yang menghindari panggilan Allah. Dari Yunus saya belajar bahwa Tuhan begitu mengasihi Yunus dan bangsa Niniwe, peristiwa yang dialami Yunus bukanlah suatu hukuman atau pelajaran tapi suatu tuntunan yang akan berguna bagi Yunus. Bisa jadi memang Yunus belum siap pada saat itu, namun pengalaman yang dialaminya membuat ia semakin siap mentalnya untuk menghadapi bangsa Niniwe. Mungkin itu memang harus terjadi dan dialami agar Yunus selamat dari bangsa Niniwe.

Apakah hari ini anda merasa dipanggil Allah untuk melakukan sesuatu? Untuk membaca Alkitab mungkin, untuk pergi ke Gereja mungkin, untuk mengampuni, untuk dibaptis, atau untuk melayani di Gereja? Lakukanlah dua hal di atas, terbukalah kepada Tuhan agar Ia yang memberikan pengertian, dan jangan tunggu sampai benar-benar mengerti, responi panggilan tersebut walaupun berat mungkin rasanya karena rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera, dan waktu Tuhan adalah yang terbaik, semua akan indah pada waktunya.

Amin

Quote of the week

“Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan yang merenungkan taurat itu siang dan malam.”

~ Mazmur 1

Designed with WordPress

Eksplorasi konten lain dari Kucinta Alkitabku

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca