Tidak semua orang bisa memaknai firasat yang dirasakannya. Bagaimana jika firasat itu berasal dari Tuhan?
Mari kita belajar dari Firaun di era Yusuf di Kejadian 41.
Firaun mendapatkan mimpi 2x di malam yang sama, mimpi yang membuat hatinya gelisah.
Mengapa Firaun gelisah? Apakah ia tidak pernah bermimpi sebelumnya, dan ini adalah pengalaman pertamanya? Seharusnya tidak?
Apakah mimpi ini seram, sehingga ia sampai masih kuatir saat terbangun? Sepertinya mimpi-mimpi buruk sering kita alami dan biasanya lewat begitu saja.
Mengapa Firaun begitu gelisah? Menurut saya, karena mimpi ini dari Tuhan yang mengandung pesan dan rencana Tuhan tentunya bobotnya berat, dan ini bukan hanya sekedar bunga tidur.
Jadi kita perlu lebih perhatian di saat hati kita merasa gelisah, kalau dalam hal Firaun di saat ia habis mendapat mimpi, namun buat kita ada hal-hal lain yang kita alami sebelumnya dan membuat hati kita gelisah.
Lalu apa yang dilakukan Firaun pada saat itu? Karena ia merasa kegelisahannya setelah penglihatannya dalam mimpi, dan juga ia punya kuasa maka ia memanggil para ahli di seluruh Mesir untuk mengartikan mimpinya, dan semua gagal.
Tapi sepertinya bukan tidak ada satu pun yang bisa, karena pasti ada yang sudah mencoba mengartikan namun interpretasi mereka tidak pas, tidak sesuai, dan tidak menghilangkan kegelisahan dalam hati Firaun.
Sampai kemudian Yusuf datang dan mengartikan mimpi Firaun. Selain mengartikan mimpi, Yusuf juga memberikan saran untuk menindaklanjuti. Dan semua itu dipandang baik oleh semua orang termasuk Firaun.
Hal 1 di saat hati kita gelisah adalah datang kepada Tuhan karena bisa jadi itu adalah sebuah firasat dari Tuhan.
Karena Firaun tidak kenal Tuhan, maka Yusuf yang datang juga bersaksi bahwa Tuhan lah yang bekerja.
Jangan salah, karena kalau salah kegelisahan tidak hilang malah kita akan makin terjerumus ke dalam dosa, akan semakin susah hidup kita.
Perasaan gelisah itu, atau firasat mungkin bukan hanya merupakan petunjuk tapi bisa juga teguran dari Tuhan. Seperti Daud pada saat ia jatuh melakukan dosa kepda Betsyeba.
Hal yang ke-2 di saat hati kita gelisah, dan sudah datang mencari Tuhan maka berikutnya adalah mendengarkan dengan seksama apa yang diminta atau diarahkan oleh Tuhan. Ya, mendengarkan dengan seksama, bukan hanya mendengar apa yang mau kita dengar. Mendengar dengan ekspektasi mendapatkan jawaban atau petunjuk dengan hati yang terbuka.
Dan hal yang ke-3 adalah melakukan apa yang sudah diarahkan kepada kita.
Bayangkan jika firaun tidak melakukan apa yang disarankan Yusuf pasti kerajaannya akan hancur berantakan.
Tuhan rindu untuk bisa menuntun hidup kita ke arah yang benar. Namun seringkali kita yang mengabaikan tuntunanNya. Bahkan walaupun sudah diberikan banyak pertanda kita mengabaikannya, kita tidak mau lihat, kita tidak mau dengar, dan kita tidak mau melakukannya.
Jika saat ini anda merasa gelisah, maka mungkin anda harus mencari Tuhan lebih lagi. Mungkin tidak cukup hanya dari rumah, tapi harus melangkahkan kaki, ambil resiko.
Sama seperti Firaun, menyerahkan kuasa atas Mesir kepada seorang budak Ibrani yang baru ia temui satu kali. Firaun mengambil langkah yang sangat beresiko pada waktu itu, dan pasti banyak juga yang tidak sepakat dengan keputusan yang ia ambil, tapi kita bisa lihat bahwa timbul iman pengharapan bahkan dari seseorang yang tidak kenal Tuhan.
Mari kita cari petunjuk Tuhan, dan lakukan walaupun sepertinya tidak berakibat langsung terhadap situasi yang sedang kita hadapi.
Biarlah lega hati kita pada akhirnya, dan bersyukur atas tumtunan Tuhan atas hidup kita.
Amen
Image by wayhomestudio on Freepik
NB: Anda bisa berlangganan jika ke depan ingin mendapatkan sharing tentang Firman Tuhan.
