Benarkah kita diurapi Tuhan?

Jika kita benar-benar percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan, putra Allah yang maha tinggi maka kita adalah orang yang diurapi Tuhan.

Renungan kita hari ini dari Mazmur pasal ke-2.

Yuk, kita baca dulu keseluruhannya. Klik disini.

Yang menjadi ayat rhema hari ini adalah:

‭[7] Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan; Ia berkata kepadaku: ”Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.
[8] Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.

https://bible.com/bible/306/psa.2.7-8.TB

Mazmur 2:7-8 TB‬

Apakah anda melihat judul dari Mazmur 2 versi terjemahan baru ini?

“Raja yang diurapi Tuhan.”

The annointed King. Pada saat melihat judul ini yang terbersit di pikiran saya, coba ganti kata “raja” dengan kata “orang”.

“Orang yang diurapi Tuhan”

Alias

“The annointed person”

Bagi setiap orang percaya pastinya ingin diurapi Tuhan. Siapa yang ingin dan siapa yang ingin sekali nih?

Apa yang dituliskan oleh pemazmur  kali ini menurut saya bukan hanya ditujukan bagi Raja Daud, mungkin menurut saya ya. Namun berlaku juga buat kita.

Tinggal apakah kita mau menggunakannya atau tidak?

Saya diingatkan tentang perumpamaan talenta, berkembang pemahaman saya tentang kisah tersebut menunjukkan kalau semua yang dipanggil oleh Tuhan setidaknya menerima minimal 1 talenta. Maka begitulah kita yang dipanggil menjadi anak-anak Tuhan, minimal kita punya 1 talenta. Dan jika kita merasa bhwa kita tidak punya talenta satu pun, izinkan saya mengingatkan bahwa kita punya akses langsung untuk berbicara kepada Tuhan? Bukankah itu juga merupakan suatu karunia yang berasal dari suatu urapan?

Mintalah, maka akan Ku berikan. Itulah yang dikatakan pemazmur. Dan itu pula yang dikatakan oleh Tuhan Yesus.

Seringkali kita takut meminta, kita malu, kita merasa rendah diri, padahal Tuhan tidak berpikir seperti itu. Lihatlah di ayat rhema hari ini, bagi Raja yang diurapi bangsa-bangsa akan diberikan bahkan sampai ke ujung bumi.

Dan yang seringkali kita salah paham adalah pada saat kita meminta, kita ingin hasilnya cepat. Jika kita meminta untuk mencapai sesuatu, mendapatkan sesuatu maka tetap perlu ada usaha yang kita lakukan untuk menuju ke sana. Jadi pertanyaan, “kalau tetap harus berusaha, lalu apa gunanya berdoa? apa gunanya meminta kepada Tuhan? Toh, kita juga tetap harus kerja keras”.

Ya, memang kita tetap harus kerja keras, namun hati kita akan lebih siap apa pun yang akan kita hadapi dalam menjalani setiap prosesnya. Ada saatnya upaya kita tidak berjalan seperti yang kita perkirakan, dan saat itu terjadi jangan kecewa sama Tuhan, jangan marah, apalagi mundur dari Tuhan.

Lihat Abraham, yang harus mengupayakan tanah yang relatif tidak sebaik yang dipilih oleh Lot. Yusuf yang harus menjalani dijual, jadi budak, dipenjara, sebelum akhirnya menjadi orang kepercayaan Firaun. Musa dan bangsa Israel yang harus melewati padang gurun. Daud yang harus bertempur, perang bahkan mau dibunuh oleh raja sendiri. Mereka semua kerja keras fisik dan mental dan tetap setia dalam imannya.

Yuk, mari kita doa meminta apa yang menjadi kerinduan kita yang paling dalam kepada Tuhan. Dan percayalah pada saat kita meminta dalam doa, Tuhan sudah mengaminkan terlebih dahulu sebelum kita mengucapkan amin. Asalkan semua yang kita minta sesuai dengan kehendak Tuhan.

Doa:

Ya Tuhan, kami itu antara sungkan, malu, takut, tidak tahu harus minta apa atau tidak tahu harus berdoa bagaimana, atau kami terlalu sepele dengan doa bahwa kami masih bisa kok memikirkannya sendiri, mengerjakan dan mengupayakannya sendiri.

Ubah mindset kami ya Tuhan, cara berpikir kami, dan terutama hati kami bahwa kami rindu Tuhan untuk turut campur dalam setiap rencana dan prosesnya. Kami ingin Tuhan review dahulu rencana kami.

Dalam nama Tuhan Yesus.

Amin

Image by freepik

Quote of the week

“Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan yang merenungkan taurat itu siang dan malam.”

~ Mazmur 1

Designed with WordPress

Eksplorasi konten lain dari Kucinta Alkitabku

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca