Bagaimanakah kita berjalan?
Dimanakah kita berdiri? Dan
Dimanakah kita duduk?
Ketiga pertanyaan di atas perlu kita renungkan agar kita jangan sampai salah posisi yang berujung pada kebinasaan.
Mari kita baca dan renungkan kitab Mazmur pasal 1.
Yang menjadi ayat rhema kita hari ini adalah:
Mazmur 1:1 TB
https://bible.com/bible/306/psa.1.1.TB
[1] Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,
yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan
yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
Pada saat membaca dan merenungkan Mazmur ini, baru saya sadari bahwa ayat 1 ini merupakan suatu petunjuk. Petunjuk tentang posisi.
Bagaimana kita berjalan, dimanakah kita berdiri, dan dimanakah kita duduk, sangat oenting sekali agar kita jangan sampai jatuh dalam kebinasaan.
Kita harus memiliki kesadaran akan hal ini karena kesadaran itu akan menentukan bagaimana kita berjalan dan dimana kita berdiri dan duduk.
Bagaimana kita berjalan.
Dikatakan agar kita tidak berjalan menurut nasihat orang fasik. Berjalan menurut… itu berarti bagaimana kita menentukan pilihan dalam hal apapun juga haruslah mengacu kepada firman Tuhan. Pada saat menimbang-nimbang, firman Tuhan lah yang kita jadikan referensi mana yang harus saya ambil, apa yang harus saya lakukan, bagaimana saya harus bersikap. Firman Tuhan haruslah menjadi referensi utama saat kita menjalani hidup ini.
Dimana kita berdiri.
Yang dimaksud disini adalah dimanakah jalan yang kita ambil. Dikatakan hendaknya kita tidak berdiri di jalan orang berdosa. Itu berarti cara hidup kita, jalan hidup yang kita ambil seharusnya adalah jalan kebenaran, cara hidup yang benar. Dalam Tuhan itu hanya ada dua pilihan, dosa atau kudus. Maka kita harus tentukan dijalan mana kita harus berdiri, sehingga petunjuk-petunjuk dan rambu-rambu di jalan kebenaranlah yang seharusnya kita ikuti. Kalau kita berdiri di jalan orang berdosa maka setiap petunjuk dan rambu akan mengarahkan kita pada kebinasaan.
Dimana kita duduk.
Dikatakan hendaknya kita tidak duduk dalam kumpulan pencemooh. Itu berarti bahwa kita harus memilih dimana dan apa yang kita lakukan saat kita beristirahat, bersantai apakah kita berkumpul bersama-sama dengan orang-orang yang suka mencemooh. Dan biasanya orang yang seperti ini bukanlah orang yang hidupnya benar.
Kalau dalam kondisi sekarang, dimana media sosial sudah menguasai kehidupan, maka apa yang kita tonton, apa yang kita dengar di waktu senggang kita, konten-kontennya itulah posisi kita duduk. Jika kita seringkali menonton konten yang berkonotasi negatif maka cepat atau lambat posisi kita berdiri akan bergeser, begitu pula jalan, petunjuk dan rambu yang kita lihat akan seperti yang kita konsumsi di waktu senggang kita.
Hendaklah di waktu senggang kita merenungkan firman Tuhan, berkumpul dalam perkumpulan orang benar.
Tuhan rindu kita bertumbuh berkembang, dan berbuah. Untuk itu kita harus dengan sadar menentukan posisi kita. Dimanakah kita harus duduk, dimanakah kita harus berdiri, dan bagaimanakah kita berjalan dalam keseharian kita.
Doa
Ya Tuhan, terimakasih atas firman-Mu pada pagi hari ini. Kami belajar suatu hal yang baru tentang posisi.
Ajari kami lagi ya Tuhan, dan tuntun kami dalam mengaplikasikan dalam kehidupan kami sehari-hari agar hidup kami senantiasa berkenan di hadapanMu.
Dalam nama Tuhan Yesus.
Amen.
Jika anda mendapatkan sesuatu dari sharing ini anda boleh berlangganan untuk mendapatkan info bila ada sharing yang baru.
Silahkan di-share buat rekan atau saudara anda.
