Dalam hidup kita hanya ada 2 sisi:
1. Sisi Penyertaan Allah
2. Sisi Tanpa Penyertaan Allah
Mari baca kisah tentang Yunus:
Datanglah firman Tuhan kepada Yunus bin Amitai, demikian:
https://bible.com/bible/306/jon.1.1.TB
Saat Firman Tuhan datang dan meminta Yunus pergi ke Niniwe
Yunus bukannya pergi tapi justru kabur menghindar berusaha jauh dari hadapan Tuhan.

Yunus tidak mau ke Niniwe karena mereka itu bangsa yang keji, kenapa Tuhan mau selamatkan mereka? Kenapa tidak Tuhan biarkan bangsa itu binasa. Yunus tidak mau ke sana, mungkin Yunus bahkan benci atau dendam dengan mereka.
Kita manusia juga seringkali kabur dari hadapan Tuhan, karena kita tidak mau melakukan hal-hal yang Tuhan minta.
Bahkan Yunus pun rela bayar biaya perjalanan yang begitu jauh, yang pasti mahal. Dan kita pun seringkali rela mengorbankan apa yang kita miliki agar tetap tidak melakukan apa yang Tuhan perintahkan.
Apa Niniwe anda hari ini?
Ini waktunya kita mengerjakan Niniwe kita, jangan melarikan diri, melangkahlah, terima dulu. Saat Tuhan mengutus maka Tuhan akan memperlengkapi dan menjagai kita.
Sangking tidak maunya Yunus ke sana, saat kapal ditimpa badai pun Yunus bisa-bisanya tidur nyenyak sementara semua awak kapal panik sampai membuang muatan mereka ke laut.
Dalam hidup kita pun seringkali terjadi goncangan atau badai, ini terjadi karena Tuhan begitu mengasihi Yunus. Bagaimana kalau Yunus dibiarkan Tuhan sampai ke Tarsis, maka Yunus akan semakin jauh dari hadapan Tuhan. Bahkan Tuhan menyelamatkan Yunus melalui ikan besar.
Jadi hamba Tuhan tidak jaminan kita berada di sisi penyertaan Allah. Itu harus dibangun setiap waktu, dijaga setiap waktu.
Jauh dari hadapan Tuhan itu seperti keluar dari radar. Jauh dari pantauan. Jauh dari rencana Allah. Kita perlu membangun kedekatan dengan Tuhan.

Kedekatan dengan Tuhan tidak dibangun dengan ibadah di hari minggu, jumlah pelayanan yang kita jalani. Tapi dibangun dari hari demi hari.
Taat pada Firman Tuhan adalah satu-satunya jalan dalam penyertaan Tuhan.

Dan semua yang Tuhan lakukan itu bukan untuk kemuliaan Tuhan karena nama Tuhan sudah besar, namun Tuhan ingin membesarkan kita sebagai anak-anak yang dikasihiNya.
Dimanakah posisi anda saat ini?

Tuhan senantiasa menyertai hidup kita, namun ada satu pertanyaan apakah kita menyertai Tuhan dalam rencana-rencanaNya? Apakah kita yang mengaku menyayangi, menganggap Tuhan sebagai Tuhan kita bersedia melakukan apa pun agar rencana Tuhan bisa terwujud?
Naik level lah menjadi anak-anak Tuhan yang menyertai Tuhan.

Semoga Tuhan Yesus memberkati.
(Sermon Note – Ibadah GMS Bogor 24 Maret 2024)
