‘Ketika Yoab bersama dengan segenap tentaranya sudah pulang, diberitahukan kepada Yoab, demikian: ”Abner bin Ner telah datang kepada raja dan ia sudah dibiarkannya pergi dengan selamat.” Kemudian pergilah Yoab kepada raja, katanya: ”Apakah yang telah kauperbuat? Abner telah datang kepadamu; mengapa engkau membiarkannya begitu saja?
2 Samuel 3:23-24 (TB) https://my.bible.com/bible/306/2SA.3.23-24
Siapakah Abner bin Ner?
Abner bin Ner adalah Panglima Saul yang membantu anak Saul yaitu Isyboset menjadi raja menggantikan ayahnya, yang membunuh Asael adik Yoab Panglima Daud.
Karena marah dengan Isyboset karena dituduh yang tidak benar, Abner pindah berpihak kepada Daud. Proses perpindahan pihak itu ternyata tidak diketahui oleh Yoab, sehingga pada saat mereka pulang setelah berperang, Yoab membunuh Abner (Kisah lengkap baca disini (2 Samuel 2) dan disini (2 Samuel 3)).
Pada masa peperangan, sudah pasti orang akan berpihak ke salah satu sisi yang sesuai cara pandangnya/ keyakinannya dengan dirinya. Namun ada banyak juga yang tidak mau ikut campur memilih untuk tidak memihak karena berbagai macam alasan.
Pada saat ibadah hari minggu yang lalu (21 Agustus 2022 di Gereja Mawar Sharon Bogor) Pdm. Yenny Verodika, Ketua Departemen Doa Sinode Gereja Mawar Sharon menyampaikan bahwa kita sesungguhnya hidup dalam masa peperangan rohani, apalagi kita mau memasuki bulan CG Fun yang ibarat suatu kegiatan penyerangan untuk merebut kembali jiwa-jiwa yang terhilang.
Di dunia ini, kita akan selalu menghadapi resiko dikecewakan oleh orang lain, apalagi saat ekspektasi-ekspektasi, harapan-harapan yang kita miliki ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya. Apalagi saat janji-janji yang dulu disampaikan diawal ternyata kenyataannya, realitanya tidak seperti itu. Seperti janji kampanye yang bertujuan untuk mengumpulkan pendukung agar menang dalam pemilihan.
Saat kita memutuskan untuk percaya kepada Tuhan, itu adalah saat dimana kita memilih untuk berpihak kepada Tuhan. Dan saat memilih pihak atau tidak memilih pihak, selalu ada konsekuensinya.
Dalam peperangan di dunia, jika tidak memilih maka kita bisa menjadi korban dari kedua pihak yang bertempur. Jika kita memilih salah satu pihak maka kita bisa menjadi pihak yang menang atau yang kalah.
Kira-kira, jika kita memilih Tuhan, Tuhan bakal menang atau kalah ya?
Pernahkah bapak-ibu nonton pertandingan olahraga? Nonton pertandingan dimana yang bertanding adalah tim yang bapak/ibu dukung dan yang secara statistik sudah pasti bakal menang. Apa yang bapak/ibu rasakan selama menonton pertandingan? Saat menang, apa yang bapak ibu rasakan? Saat ternyata kalah, apa yang bapak ibu rasakan?
Memilih percaya Tuhan, bukan hanya menonton tim Tuhan yang sedang bertanding, namun kita masuk dalam tim Tuhan yang ikut bertanding dalam pertandingan itu.
Supaya menang telak, maka kita harus ikuti semua strategi yang sudah disusun oleh Tuhan. Baik strategi untuk latihan-latihan sebelum bertanding, maupun strategi dalam pertandingan. Strategi pertahanan dan juga strategi menyerang.
Yang membuat suatu tim kebobolan, itu biasanya karena ada anggota tim yang tidak sinkron karena tidak nurut ke strategi yang sudah dibuat, atau tidak fokus/ perhatiannya teralihkan.
Menarik ya.
Oke, saya ingin mengajak dan mengingatkan kita semua untuk berlatih setiap waktu, setiap waktu ya, bukan hanya hari. Karena pertempuran rohani itu juga terjadi setiap waktu. Berlatih secara pribadi, membangun manusia roh kita, dan berlatih secara kelompok melalui komunitas rohani (komsel/ connect group – CG), atau di pelayanan di Gereja.
Mari kita dengan sengaja, lebih serius lagi membangun hubungan dengan Tuhan yang lebih erat lagi, agar kita semakin mengerti dan memahami semua strategi yang Tuhan sudah buat, posisi dan peran kita dalam strategi Tuhan itu dimana dan harus berbuat apa? Agar kita bisa mendengar instruksi-instruksi Tuhan dalam pertandingan hidup ini.
Semoga kita semua menang setiap waktu, bahkan bukan hanya menang, tapi kita semua menjadi lebih dari pemenang. Menjadi MVPnya (Most Valuable Player) tim Tuhan.
Amin.