Renungan Doa Puasa 10 Hari – Connect Group Family 08
(ditulis ulang dari renungan doa puasa Gereja Mawar Sharon Balikpapan – Desember 2015)
Renungan Hari-3 : Kejadian 2: 16 dan Kejadian 3: 1-24
Kejadian 2: 16
16 Lalu Tuhan Allah memberi perintah ini kepada manusia: ”Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
Manusia jatuh ke dalam dosa. Kejadian 3: 1-24
1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: ”Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”
2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: ”Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: ”Sekali-kali kamu tidak akan mati,
5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”
6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.
7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap Tuhan Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
9 Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: ”Di manakah engkau?”
10 Ia menjawab: ”Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”
11 Firman-Nya: ”Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”
12 Manusia itu menjawab: ”Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”
13 Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu: ”Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: ”Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”
14 Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu: ”Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
16 Firman-Nya kepada perempuan itu: ”Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”
17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: ”Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”
20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
21 Dan Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
22 Berfirmanlah Tuhan Allah: ”Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”
23 Lalu Tuhan Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
Renungan
Di Kejadian 2:16, Tuhan sudah berfirman kepada manusia, jika mereka makan buah dari pohon kehidupan, manusia akan mati. Namun di Kejadian 3, ular berhasil membujuk manusia untuk memakannya dan meyakinkan bahwa manusia tidak akan mati. Dan setelah makan buah tersebut, ternyata mereka memang tidak mati. Mereka sadar kalau telanjang. Mereka akhirnya bersembunyi dan setelah bercakap-cakap dengan Tuhan mereka menerima penghukuman Tuhan.
Dari ayat ini kita belajar, bahwa Tuhan tahu yang terbaik. Jangan ragukan kebenaran FirmanNya. Walau secara fisik mereka tidak mati, tapi ternyata tanpa mereka sadari mereka mengalami kematian rohani. Terputus hubungan dengan Allah dan diusir dari taman Eden.
Aplikasi
Dalam menjalani hari-hari selama masa doa puasa, mari kita semua mengarahkan seluruh kerinduan hati kita untuk mengenal Dia lebih lagi, mempercayai FirmanNya lebih lagi, serta menyadari bahwa lebih dari sekedar kehidupan selama di bumi ini (hidup/mati, sehat/sakit, kaya/miskin, dan lain-lain) ada yang jauh lebih penting dari semua itu. Ada kematian yang lebih menakutkan dari kematian fisik. Ada masalah yang lebih besar dari sekedar apakah kita sudah diberkati atau belum diberkati, sakit disembuhkan atau belum disembuhkan, yaitu mengalami terputusnya hubungan dengan Tuhan.
Melalui doa puasa ini, mari jemaat memperbaharui komitmen kita masing-masing di hadapan Tuhan, bahwa yang terpenting dalam kehidupan kita adalah kehidupan rohani, memiliki hati yang menyembah Dia, Allah yang maha besar dan Allah yang hidup. Dan tentang semua berkat-berkat jasmani, ekonomi, kesehatan, dan keluarga yang dipulihkan, percayailah Tuhan dan FirmanNya. Dia Allah yang menggenapi setiap janjiNya.
Doa Pribadi
Ya Tuhan Yesus yang kami puja dan kami sembah,
Terimakasih Tuhan kami disadarkan kembali, bahwa kami punya banyak sekali kekurangan dalam kehidupan ini, terutama dalam membangun kehidupan rohani kami. Hari ini kami disadarkankan kembali bahwa membangun kehidupan rohani itulah yang terpenting, membangun kembali hubungan yang mesra dengan Engkau seperti saat mula-mula kami mengenal Engkau itu yang terpenting dalam kehidupan kami.
Kami mohon tuntunan Roh KudusMu ya Tuhan, dan peka seluruh indera dan hati kami untuk setiap tuntunanMu ya Tuhan, mata kami bisa melihat, telinga kami bisa mendengar, dan terutama hati kami bisa merasakan agar pikiran kami yang selama ini bebal mau tunduk menjalankan tuntunan demi tuntunan, peringatan demi peringatan, teguran demi teguran.
Ajari kami ya Tuhan di tengah-tengah kesulitan hidup kami, saat kami merasa lapar hari ini untuk senantiasa mencari Engkau, mengingat Engkau. Ampuni kami ya Tuhan.
Amin
(Puji Tuhan! Mari kita juga mendoakan pasangan kita dan anggota keluarga kita agar dengar-dengaran dengan suara Tuhan)