Renungan Doa Puasa 10 Hari – Connect Group Family 08
(ditulis ulang dari renungan doa puasa Gereja Mawar Sharon Balikpapan – Desember 2015)
Renungan Hari-4 : Bilangan 11 : 4 – 23
Tuhan berjanji memberi daging
4 Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israel pun menangislah pula serta berkata: ”Siapakah yang akan memberi kita makan daging?
5Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.
6Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apa pun, kecuali manna ini saja yang kita lihat.”
7Kel. 16:31 Adapun manna itu seperti ketumbar dan kelihatannya seperti damar bedolah.
8Bangsa itu berlari kian ke mari untuk memungutnya, lalu menggilingnya dengan batu kilangan atau menumbuknya dalam lumpang. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bundar; rasanya seperti rasa panganan yang digoreng.
9Kel. 16:13-15 Dan apabila embun turun di tempat perkemahan pada waktu malam, maka turunlah juga manna di situ.
10Ketika Musa mendengar bangsa itu, yaitu orang-orang dari setiap kaum, menangis di depan pintu kemahnya, bangkitlah murka Tuhan dengan sangat, dan hal itu dipandang jahat oleh Musa.
11Lalu berkatalah Musa kepada Tuhan: ”Mengapa Kauperlakukan hamba-Mu ini dengan buruk dan mengapa aku tidak mendapat kasih karunia di mata-Mu, sehingga Engkau membebankan kepadaku tanggung jawab atas seluruh bangsa ini?
12Akukah yang mengandung seluruh bangsa ini atau akukah yang melahirkannya, sehingga Engkau berkata kepadaku: Pangkulah dia seperti pak pengasuh memangku anak yang menyusu, berjalan ke tanah yang Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangnya?
13Dari manakah aku mengambil daging untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini? Sebab mereka menangis kepadaku dengan berkata: Berilah kami daging untuk dimakan.
14Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku.
15Jika Engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau membunuh aku saja, jika aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, supaya aku tidak harus melihat celakaku.”
16Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Musa: ”Kumpulkanlah di hadapan-Ku dari antara para tua-tua Israel tujuh puluh orang, yang kauketahui menjadi tua-tua bangsa dan pengatur pasukannya, kemudian bawalah mereka ke Kemah Pertemuan, supaya mereka berdiri di sana bersama-sama dengan engkau.
17Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya.
18Tetapi kepada bangsa itu haruslah kaukatakan: Kuduskanlah dirimu untuk besok, maka kamu akan makan daging; sebab kamu telah menangis di hadapan Tuhan dengan berkata: Siapakah yang akan memberi kami makan daging? Begitu baik keadaan kita di Mesir, bukan? – Tuhan akan memberi kamu daging untuk dimakan.
19Bukan hanya satu hari kamu akan memakannya, bukan dua hari, bukan lima hari, bukan sepuluh hari, bukan dua puluh hari,
20tetapi genap sebulan lamanya, sampai keluar dari dalam hidungmu dan sampai kamu muak – karena kamu telah menolak Tuhan yang ada di tengah-tengah kamu dan menangis di hadapan-Nya dengan berkata: Untuk apakah kita keluar dari Mesir?”
21Tetapi kata Musa: ”Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus ribu orang berjalan kaki, namun Engkau berfirman: Daging akan Kuberikan kepada mereka, dan genap sebulan lamanya mereka akan memakannya!
22Dapatkah sekian banyak kambing domba dan lembu sapi disembelih bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup? Atau dapatkah ditangkap segala ikan di laut bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup?”
23Tetapi Tuhan menjawab Musa: ”Masakan kuasa Tuhan akan kurang untuk melakukan itu? Sekarang engkau akan melihat apakah firman-Ku terjadi kepadamu atau tidak!”
Renungan
Bayangkan situasi dalam cerita tersebut:
- 600.000 orang pria (belum termasuk wanita)
- Orang-orang yang kelaparan dan sampai marah menuntut minta makan daging – pasti akan makan dalam jumlah banyak.
- Orang-orang yang bernafsu rakus – makan lebih dari ukuran normal.
- Dan mereka semua makan sampai kekenyangan, sampai muntah dan keluar dari hidung mereka.
Bayangkan berapa banyak jumlah burung puyuh yang Tuhan harus kirimkan untuk memenuhi kebutuhan itu?
Aplikasi
Kalau dalam murka dan amarahnya Tuhan, karena Israel bangsa yang tegar tengkuk, yang keras kepala, memberontak minta daging, Tuhan bisa mengirimkan burung puyuh “tanpa batas – unlimited”. Apalagi jika kita hidup benar dan kudus seperti yang Tuhan mau, hidup dalam kasih dan perkenanan Tuhan.
Mari melalui doa puasa raya ini, kita percayai Tuhan sebagai satu-satunya sumber berkat, sumber pertolongan, dan pasti akan ada jalan keluar untuk semua masalah ekonomi, kesehatan, keluarga yang kita tengah hadapi. Tapi di atas segala sesuatu, melalui doa puasa ini, mari kita mengejar perkenanan Tuhan dalam hidup kita masing-masing. Lebih dari harta, merindukan hidup yang bisa lebih menyenangkan hati Tuhan. Lebih dari kesembuhan atas suatu penyakit, miliki kerinduan agar kita lebih berusaha untuk mengenal hati Tuhan dan keinginan untuk dipakai Tuhan untuk menyatakan kuasa kesembuhan dan mukjizatNya.
Ayo kejar perkenanan Tuhan bukan untuk ditukar dengan berkat / “membeli” berkat Tuhan, tapi karena Dia Allah yang layak untuk kita senangkan dan layani dengan segenap hati.
Biarlah semua berkat-berkat ekonomi, kesehatan, pemulihan keluarga dan lain-lain ditambahkan Tuhan dalam seluruh kehidupan kita.
DOA
Tuhan Yesus,
Kami mohon pengampunanMu ya Tuhan, jika selama ini kami pun tegar tengkuk, sama seperti Bangsa Israel. Kami keras kepala, keras hati, kami tidak mau mendengar, dan itu semua membuat kami tidak percaya penuh, tidak mau melakukan perintah-perintahMu dan terlebih lagi kami seringkali tanpa kami sadari menyangkali Engkau ya Tuhan. Ampuni kami ya Tuhan atas dosa-dosa kami.
Kami mau ya Tuhan, belajar untuk mengenal Engkau lebih lagi dari yang selama ini. Kami mau memiliki hati yang kasmaran terhadap Engkau setiap waktu ya Tuhan. Biarlah api cinta kami kepadaMu senantiasa membara setiap waktu.
Terimakasih ya Tuhan, atas berkat dan pemeliharaan Tuhan selama ini, walaupun kami keras kepala, bolak-balik jatuh dalam dosa yang sama, namun Engkau Allah yang setia, Engkau tak pernah meninggalkan kami. Terimakasih Tuhan dan ampuni kami.
Terimakasih Tuhan, terima kasih.