Dear my brothers and sisters,
Apakah saat ini anda merasa pekerjaan atau kehidupan anda terlalu sulit ?
Apakah saat ini anda merasa semuanya terlalu complicated ?
Rumit sekali untuk diurai ?
Mau menyerah dan berhenti rasanya ya ?
Beberapa minggu lalu saya merasakan hal yang serupa bahkan sampai hari minggu lalu masih merasakan perasaan seperti itu.
Sempat mau berhenti saat itu mencari tempat lain.
Tapi saya diingatkan bahwa ini semua bagian dari rencana Tuhan. Kepindahan kami ke kota ini adalah rencana Tuhan. Walaupun ada juga pilihan dan tawaran di luar sana tapi apakah itu rencanaNya ? Kami ragu-ragu.
Akhirnya kami memutuskan untuk mengubah mindset kami.
Hari minggu kemarin saat ibadah di Gereja Mawar Sharon Jakarta saya kembali diperkuat, dikonfirmasi, diyakinkan oleh Pdt Indri Pardede bahwa kehidupan kita pasti banyak masalah. Namun yang paling penting adalah sikap hati. Sikap hati atau boleh juga disebut mindset (tetap lebih pas/ cocok sikap hati), bahwa yang perlu itu adalah “masuk dalam rencana Tuhan”.
Apalagi sih itu Bang ?
Dari sekian panjang cerita beliau, saya mencatat 5 hal yang membuat kita tidak masuk dalam rencanaNya. Lebih lengkap lihat di catatan khotbah saya ya.
Yang saya mau ceritakan sebenarnya pagi ini, saya membuka aplikasi Alkitab saya dan menemukan “verse of the day” ini.

Biasanya saya membaca 2 pasal dari aplikasi ini. Tapi entah kenapa ya kok saya seperti diminta merenung-renungkan ayat ini.
Lengkapnya :
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
2 Korintus 12:9 TB
https://bible.com/bible/306/2co.12.9.TB
Paulus itu orang aneh. Bagaimana bisa bermegah di dalam kelemahan ?
Bukannya kalau kita merasa kesulitan, kesusahan, masalah menumpuk seharusnya kita mencari solusi. Kenapa justru malah bermegah ?
Sibuk berkutat mencari solusi vs bermegah adalah sikap hati.
Mencari solusi lebih mengutamakan pikiran kita sendiri, kemampuan kita. Sementara bermegah dalam konteks ini dimaksud untuk menyerahkan semuanya kepada Tuhan, dan berserah terhadap hasilnya.
Seperti Daud, istri saya cerita bahwa bedanya Daud dan Saul adalah sikap hati/ mindset. Daud selalu bertanya kepada Tuhan apa yang ia harus lakukan bahkan untuk situasi yang mirip-mirip. Daud mengakui kelemahan-kelemahannya dan sekaligus mengakui betapa besar Kuasa Tuhan.
Apakah anda tahu bahwa Tuhan sudah menyiapkan rencana besar atas hidup anda ?
Ya, Tuhan sudah merencanakan yang besar untuk anda, untuk saya, untuk kita semua.
Namun untuk itu kita perlu memiliki sikap hati yang Tuhan harapkan maka kita akan senantiasa melihat harapan sesulit apa pun masalah kita, kita akan menjalani semuanya dengan penuh sukacita.
Bagaimana caranya memiliki sikap hati begitu ?
Bertanya, dan minta ke Tuhan. Yes, bertanya dan minta kepada Tuhan.
Caranya ?
Berdoa, berpuasa, berdoa, baca Alkitab, mendengarkan khotbah, bergabung dalam komunitas di gereja anda (kalau saya di Connect Group), dan yang paling penting adalah memaksa diri kita sekeras-kerasnya melakukan setiap perintah Tuhan di dalam diri kita, terutama yang berhubungan dengan cara kita menyikapi situasi.
Puji Tuhan, anda pasti akan mengalami breakthrough (istilah keren sekarang).
Ayo kita sama-sama berjuang. Saya pun masih berjuang.
Semoga Tuhan memberkati anda.
PS. (Akhirnya ikan giling saya selesai juga – sebuah renungan sambil menunggu ikan digiling di pasar ikan)
