20 Juli 2019
Hari ini saya membaca 1 Korintus Pasal 13 dan sebagian 14.
Saya kembali dibuat terfokus dengan banyaknya penekanan-penekanan. Saya juga dibuat membolak-balik halaman Alkitab saya.
Pada awalnya saat sampai di bagian 1 Korintus 14:24-25 TB
https://bible.com/bible/306/1co.14.24-25.TB
Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua; segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: “Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu.”
Saya merasa diingatkan kembali akan panggilan saya, sehingga saya kemudian mencoba menarik benang merah ke firman-firman (ayat-ayat) sebelumnya.
1. Salah satu hal agar semakin banyak jiwa mengakui dan akhirnya mengimani Allah adalah setelah ia diyakinkan oleh seseorang yang menggunakan karunia bernubuat.
2. Ditekankan juga pada ayat 1
Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.
1 Korintus 14:1 TB
Okee…. berarti salah satu “senjata” yang perlu saya miliki untuk menjalankan Amanat Agung adalah Karunia untuk Bernubuat.
Lalu bagaimana agar saya bisa memperoleh karunia tersebut ?
Darimana ?
Pada pasal 12 ayat 8 disebutkan
Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
1 Korintus 12:8 TB
https://bible.com/bible/306/1co.12.8.TB
Itu berarti karunia-karunia tersebut adalah pemberian Roh Kudus.
Akhirnya saya mengerti, itulah mengapa Gereja Mawar Sharon mengajak jemaatnya untuk memiliki hubungan yang lebih intim dengan Roh Kudus.
Hmmm berikutnya saya dituntun untuk fokus pada kalimat “Kejarlah kasih itu”. Kalimat itu menjadi menarik, lebih menarik daripada hal karunia diatas.
Kasih yang dikejar itu kasih apa ?
Saya mundur lagi ke pasal 13 ayat 4 – 7.
Kasih itu sabar;
kasih itu murah hati;
ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
1 Korintus 13:4-7 TB
https://bible.com/bible/306/1co.13.4-7.TB
Kemudian saya juga melihat lagi ayat yang pernah saya highlight :
1. Kasih tidak berkesudahan
2. Demikian tinggal ketiga hal ini, yaitu Iman, Pengharapan, dan Kasih, dan yang terbesar adalah kasih
Saya kemudian mundur lagi, mulai dari ayat 1 – 3 -> saya membuat kesimpulan dari 3 ayat ini bahwa segala sesuatu tidak ada artinya dan tidak berguna jika saya tidak memiliki kasih.
Bahkan disebutkan di ayat 2, sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia… tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
Ditambah lagi ayat 8 : Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
Ayat 9 : Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
Dari hal-hal di atas saya diberitahu bahwa (seperti pasal 14 ayat 1) sudah benar jika kita mengusahakan diri agar memperoleh karunia-karunia terutama karunia bernubuat.
Namun saya juga diingatkan bahwa bukanlah karunia yang terutama yang menjadi fokus utama melainkan kasih.
Bukan mengejar karunia, namun mengejar kasih.
Kasih itu karakter. Salah satu karakter Tuhan. Jadi kalau kita memiliki misi untuk menjadi serupa dengan Tuhan karena kita mengaku adalah anak-anak Tuhan maka membentuk karakter kasih dalam diri kita adalah salah satu keharusan.
Saat saya mencari judul untuk tulisan ini, saya penasaran dan mencari pasal yang sama di bible versi AMPC
EAGERLY PURSUE and seek to acquire [this] love [make it your aim, your great quest]; and earnestly desire and cultivate the spiritual endowments (gifts), especially that you may prophesy (interpret the divine will and purpose in inspired preaching and teaching).
1 Corinthians 14:1 AMPC
https://bible.com/bible/8/1co.14.1.AMPC
Wow, menurut saya itu bukan hanya mengejar karena kalau diterjemahkan artinya bersemangat mengejar dan berusaha untuk mendapatkan kasih ini. Sangat berbeda kan ?
Bahkan dipesankan agar pengejaran kasih itu menjadi tujuan kita, pencarian besar kita. Sama seperti seorang pencari harta karun sedang mencari harta karun terbesar.
Luar biasa pagi ini Tuhan berbicara melalui firmanNya dan juga penyertaan Roh Kudus saat saya merenungkan firman-firman ini.
Ayo mari sempurnakan misi hidup kita untuk mengejar kasih.