Kita semua pasti sudah berulangkali membaca kisah tentang Maria dan Marta, dan berulangkali pula mendengar khotbah atau membaca ulasan di dalam kisah tersebut.

Bagi yang belum pernah dengar atau ingin refresh boleh membuka link ini :

http://bit.ly/KisahMariadanMarta

Sebelum pagi ini, mindset saya tentang kisah ini adalah : Terlalu sibuk melayani / bekerja walaupun untuk Tuhan itu tidak benar.

Namun pagi ini saya mendapatkan rhema yang baru saat saya bertanya, apakah salah bekerja / melayani Tuhan ? Seperti Marta.

Padahal, bukankah sudah sewajarnya Tuan Rumah menyiapkan segala sesuatunya bagi tamu yang datang ke rumahnya. Jadi wajar kan jika ia ingin agar tamunya mendapatkan kenyamanan, kesan baik, kesan positif saat berkunjung ke rumah kita. Apalagi tamu yang datang adalah tamu yang sangat sangat super duper penting, alias VVVVVIP.

sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”

Lukas 10:40 TB

Namun kemudian mata saya ditunjukkan sebuah ayat, jawaban Yesus kepada Marta :

Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
Lukas 10:41 TB

Apa maksudnya nih Tuhan ? Oooo, yang kurang tepat adalah perasaan kuatir alias kekhawatiran. Dan memang benar, saat kita menjadi kuatir kita akan menjadi susah (pikiran dan perasaan). Kita kehilangan damai sejahtera.

Saya penasaran…. ingin konfirmasi lagi. Saya buka terjemahan AMPC.

Dalam terjemahan lainnya menceritakan :

But Martha [overly occupied and too busy] was distracted with much serving; and she came up to Him and said, Lord, is it nothing to You that my sister has left me to serve alone? Tell her then to help me [to lend a hand and do her part along with me]!
Luke 10:40 AMPC

Oooo… Marta menjadi terlalu sibuk bahkan sampai teralihkan sampai terlalu sibuk melayani.

Lihat jawaban Yesus kepada Marta :

But the Lord replied to her by saying, Martha, Martha, you are anxious and troubled about many things;
Luke 10:41 AMPC

Jadi sikap hati Marta yang kurang tepat bukan apa yang ia kerjakan. Kan Tuhan tidak menegur Marta karena ia bekerja menyiapkan segala sesuatunya untuk Tuhan. Marta ditegur karena merasa khawatir.

Tidak salah bekerja melayani Tuhan, (nanti kalau tidak ada yang bekerja pekerja ladang kurang bukan, masak sih harus batu yang diubah jadi pekerja ?) namun jangan sampai sikap hati yang tidak benar mengalihkan fokus kita. Justru menjauhkan kita dari Tuhan.

Kekhawatiran juga membuat kita susah akan banyak hal, padahal seperti yang Tuhan Yesus bilang bahwa yang terpenting hanya satu, dan Maria mengerti itu sehingga ia meninggalkan semuanya, melepaskan semuanya untuk duduk dekat kaki Yesus mendengarkan Yesus berbicara. Sementara Marta khawatir, fokusnya teralihkan, sehingga terlalu sibuk dan ketinggalan bagian yang terbaik alias missed the best part.

Kalau Tuhan Yesus datang ke rumah saya hari ini, pasti saya juga akan tinggalkan semuanya, semuanya buat mendekat dan dengerin Tuhan Yesus bicara.

Tuhan itu rindu sekali kita punya waktu ngobrol denganNya. Bukan hanya doa, kita yang komplain, curhat, minta-minta. Tapi Tuhan juga ingin berbicara kepada kita, bicara banyak hal. Tuhan ingin kita dengar, mendengar.

Woow… luar biasa ya.

Saya kemudian membayangkan kisah selanjutnya yang tidak tertulis (versi pribadi saya) : Marta kemudian sadar, dan menangis. Namun Tuhan Yesus menenangkan Marta dan mengajak Marta duduk di sebelah Maria. Kemudian Tuhan Yesus melanjutkan cerita dan pengajarannya kepada mereka.

Indah ya.

Yuuuk ingat yuk, apa yang paling penting.

Kesimpulan saya, yang paling penting itu adalah kebersamaan dengan Tuhan, mendengarkan Tuhan bicara.

Eh trus kita gak perlu kerja dong ? Eittsss…bukan begitu mindsetnya. Ada waktu bekerja tapi ada waktu untuk Tuhan. Saat bersama Tuhan fokuslah dengan Tuhan, saat bekerja juga harus senantiasa ingat Tuhan, apa yang dipesankan, nilai-nilai yang dibekali Tuhan untuk kita dalam bekerja.

Quote of the week

“Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan yang merenungkan taurat itu siang dan malam.”

~ Mazmur 1

Designed with WordPress

Eksplorasi konten lain dari Kucinta Alkitabku

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca