Similar Posts
Renungan Advent 2 – Menerima Tuhan dalam Hati Kita
ByyogaApakah ada tempat untuk Tuhan di hatimu?
Bagikan ini:
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
Renungan Mazmur 97: Allah adalah Raja
ByyogaMazmur 97 mengingatkan kita bahwa Allah adalah Raja yang mahakuasa, namun sekaligus Bapa yang mengasihi kita sebagai anak-anak-Nya. Di tengah kesukaran, kita diajak lebih peka melihat “kebetulan-kebetulan” kecil sebagai tanda penyertaan dan kasih karunia Tuhan setiap hari.
Bagikan ini:
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
84. Renungan Kejadian 2 – Semua ada waktunya
ByyogaBerdoalah juga setelah selesai mengerjakan segala sesuatu.
Bagikan ini:
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
Kegagalan dalam Gerakan Doa Puasa (self review)
ByyogaTulisan ini membahas pentingnya memiliki tujuan dan alasan yang kuat saat melakukan doa puasa. Penulis berbagi pengalamannya yang menyadarkan tentang penyebab kegagalan dalam berpuasa, seperti kurangnya tujuan yang jelas dan pengetahuan tentang cara berpuasa yang efektif. Menetapkan tujuan yang jelas sangat penting untuk keberhasilan puasa.
Bagikan ini:
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
Hati – Hati Telingamu ! (Ibrani 2)
ByyogaTelinga adalah salah satu titik lemah manusia yang kurang disadari, bisa membawa kita sukses atau hancur. Mengapa pendengaran kita itu penting ?
Bagikan ini:
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- action | Catatan Khotbah | disciple of jesus | entrepreneur | Entrepreneurship | Leadership | MSTV | Parenting | Pembelajaran | Renungan | Rhema #iLoveMyBible | Rhema Khotbah | Self Management
Pdt Philip Mantofa : Accepting Jesus (Catatan Kotbah Natal 2018).
ByyogaTidak ada yang terlalu kotor untuk menerima Yesus. Siapapun kita, betapa berdosanya kita, Tuhan bisa memperbaiki kita. Siapa wanita Samaria yang memberi Yesus minum. Wanita tersebut adalah orang Samaria. Wanita tersebut adalah wanita yang najis (dosa seksual). Wanita tersebut tidak mencari Tuhan. Wanita tersebut bahkan mencela / memandang remeh Yesus. Namun walaupun begitu Yesus profesional….
Bagikan ini:
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn

