| | | | | | | | | | | |

Pdt Philip Mantofa : Accepting Jesus (Catatan Kotbah Natal 2018).

Tidak ada yang terlalu kotor untuk menerima Yesus.

Siapapun kita, betapa berdosanya kita, Tuhan bisa memperbaiki kita.

Siapa wanita Samaria yang memberi Yesus minum.

  1. Wanita tersebut adalah orang Samaria.
  2. Wanita tersebut adalah wanita yang najis (dosa seksual).
  3. Wanita tersebut tidak mencari Tuhan.
  4. Wanita tersebut bahkan mencela / memandang remeh Yesus.

Namun walaupun begitu Yesus profesional. Ia melihat ke dalam diri wanita itu.

Bukan berarti kita permisif terhadap perbuatan dosa. Dosa adalah dosa. Namun sikapilah dengan baik, karena bagaimana kita bisa membawa mereka kepada Tuhan.

Tuhan Yesus menyukai seseorang yang mengakui dosanya. Yesus menerima wanita itu. Wanita itu mengalami penerimaan. Kemudian ia juga mengalami pemulihan. Bahkan bukan hanya dia saja namun seluruh kotanya dipulihkan.

Perubahan terjadi setelah perubahan terjadi di dalam diri kita.

Jangan pernah bangga merasa selalu mencari Tuhan sejak kecil. Kemuliaan justru didapat lihat dari defisit sebelumnya. Tuhan mengubahkan dari kehidupan dosa menjadi seorang evangelis.

Jesus convert her.

Saat kita bertobat, jalan kita mungkin tidak akan mudah, jalan salib. Tapi kemuliaan ada di ujung sana.

Jadilah penjala manusia, Tuhan sudah menunjuk kita menjadi evangelis-evangelis yang luar biasa.

P.S :

Wow…. Amen.

Thank You my God, Jesus. For confirming me. Help me to grow in You, grow inside me.

Similar Posts