“Tuhan adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita!”

Mazmur 97:1 (TB)

Mazmur 97 mengajak kita melihat kembali bahwa Allah adalah Raja atas seluruh bumi. Jika kita menutup mata dan membayangkan suasana yang digambarkan pemazmur di pasal ini, kita bisa merasakan betapa dahsyat kuasa dan kemuliaan-Nya—sampai membuat tubuh merinding.

Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
Api menjalar di hadapan-Nya, dan menghanguskan para lawan-Nya sekeliling.
Kilat-kilat-Nya menerangi dunia, bumi melihatnya dan gemetar.
Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan seluruh bumi.”

Mazmur 97:2–5 (TB)

Gambaran ini menunjukkan Tuhan yang begitu perkasa, adil, dan layak ditakuti.

Siapakah yang tidak gentar di hadapan-Nya?

Siapakah yang berani mengangkat wajah untuk melawan-Nya?

Kalau dalam dunia perang, siapa yang berani menjadikan Dia musuh?

Bukankah jauh lebih baik menjadi sekutu-Nya, bahkan sahabat karib-Nya?

Namun kita justru mendapatkan lebih dari itu. Kita bukan hanya sekutu, tetapi anak-anak-Nya. Kita yang percaya kepada-Nya disebut anak-anak Raja.

Tahukah kita bahwa kita adalah anak-anak Raja?

Percayakah kita sungguh-sungguh akan identitas itu?

Kalau benar kita percaya, mengapa kita masih begitu mudah goyah dan susah hati saat menghadapi kesukaran, seolah-olah kita berjalan sendirian dan tidak dijagai oleh Bapa yang Mahakuasa?

Sering kali kita menuntut melihat sesuatu yang “luar biasa” dulu baru mau percaya. Padahal, begitu banyak hal kecil setiap hari yang sebenarnya menunjukkan penyertaan Tuhan.

Aplikasi

Kita perlu lebih peka terhadap peristiwa di keseharian kita.

Sering kita menyebutnya “kebetulan” atau “untung”, padahal semua itu adalah berkat dan kasih karunia Tuhan yang bekerja diam-diam dalam hidup kita.

Pertemuan yang terasa kebetulan. Pintu yang tertutup, tetapi ternyata menghindarkan kita dari masalah. Kekuatan yang tiba-tiba ada saat kita hampir menyerah.

Itu semua bukan sekadar “nasib baik”, melainkan tangan Tuhan yang memegang dan memimpin kita—Raja yang juga Bapa.

Doa

Kiranya Tuhan membuka mata hati dan telinga rohani kita, supaya kita semakin menyadari bahwa Raja yang Mahakuasa itu adalah Bapa kita sendiri, dan kita boleh hidup dengan damai, bukan dengan ketakutan.

Amin.

Quote of the week

“Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan yang merenungkan taurat itu siang dan malam.”

~ Mazmur 1

Designed with WordPress

Eksplorasi konten lain dari Kucinta Alkitabku

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca