👊🏼 Ayat Rhema
“Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi;
mereka suka kepada dusta;
dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki. Sela”
Mazmur 62:5 TB
https://bible.com/bible/306/psa.62.5.TB
👌🏼Rhema
Pagi ini seperti diingatkan Tuhan lagi untuk dengan sengaja memperhatikan hati kita sendiri. Apakah hati kita semakin menuju ke arah yang benar? Menuju pada Tuhan. Atau hati kita masih sama modelnya seperti dulu belum kenal Tuhan?
Kita sering mengalami hal ini, ketidaksinkronan antara hati dan sikap. Firman Tuhan kan juga bilang bahwa apa yang keluar dari mulut, keluar dari hati. Tapi Firman Tuhan pagi ini menyampaikan bahwa manusia juga seringkali manis mulutnya, padahal hatinya dendam, pahit.
Hati kita perlu dibentuk semakin serupa dengan hati Bapa walaupun gak perfect karena kita ibarat anak kecil di mata Tuhan yang hasil prakarya membentuk hati kita bengkok sana sini, tapi Tuhan tahu bahwa kita sebenarnya polos.
Dan hati kita juga harus benar-benar dijaga karena iblis menunggu kesempatan sekecil apapun untuk langsung masuk menipu hati dan pikiran kita, bahkan mungkin tidak perlu bicara cukup dengan lirikan seakan berkata, tuh kan apa aku bilang. Dan kita mengamininya.
Sama seperti iblis setelah gagal menggoda Tuhan setelah Tuhan Yesus puasa 40hari, dia menanti menunggu kesempatan. Pagi ini saya juga membaca ayat yang sama dari Matius 26:16 – Yudas menunggu kesempatan untuk menyerahkan Tuhan Yesus:
“Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.”
Matius 26:16 TB
https://bible.com/bible/306/mat.26.16.TB
Begitulah iblis menunggu-nunggu kesempatan untuk memenangkan hati kita, itulah kenapa kita harus lebih berhati-hati dengan hati kita. Coba perhatikan lebih lagi. Apakah hati kita masih sering berpikir yang tidak benar? Berpikir dan berasumsi yang membuat kita emosi atau marah dan bahkan benci?
Itu artinya kita sedang menjauh dari Tuhan.
Karena Mazmur 62 ini bilang, kalau dekat dengan Allah itu hati kita tenang. Karena ada perlindungan, ada kekuatan, dan ada harapan sehingga kita tidak perlu kuatir.
Sudahkah kita tahu kebenarannya dimana seharusnya kita curhat?
“Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela”
Mazmur 62:9 TB
https://bible.com/bible/306/psa.62.9.TB
🤔🤔🤔 Saya jadi merenung
Kenapa hati saya bisa sering ngaco?
Apakah saya sering salah makan?
Sepertinya begitu…. saya sering salah “makan”. hati kita sangat mudah dipengaruhi oleh apa yang kita makan alias masukkan dalam diri kita. Apa yang kita baca, kita dengar, kita tonton, dan apa yang menjadi fokus kita… pelan atau cepat akan mempengaruhi pikiran dan hati kita.
Sebagus-bagusnya media sosial (IG, FB, bahkan Youtube) yang niatan awal kita untuk belajar, nonton khobah, bisa digunakan iblis untuk mencuri perhatian dan fokus kita. Juga memasukkan konsep dan pemikiran yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Dan mencuri waktu kita tanpa sadar sudah 2 jam scrolling.
Beberapa, mayoritas akhirnya saya uninstall, walaupun ada yang bicara dalam hati saya, kan sayang kamu bisa banyak belajar loh dari medsos, ada banyak kesaksian atau quotes2 bagus atau potongan khotbah bagus loh, kan bisa ngonten untuk personal branding atau promosi, dsb.
Cuma saya sadar karena saya akhirnya menyadari kelemahan saya. Saya harus memilih mencungkil mereka dari mata saya agar waktu saya jangan tercuri, agar fokus saya jangan teralihkan dari hal yang lebih penting, agar mindset saya jangan digeser dari Tuhan.
Begitu juga dengan pekerjaan, saya harus mengatur diri saya lagi untuk mengalokasikan waktu khusus buat Tuhan. Pekerjaan tidak akan habis, tapi waktu kita semakin sedikit. Seberapa banyak investasi waktu kita dengan Tuhan, karena bukankah itu tujuan akhir hidup kita? Saya seringkali salah alokasi investasi waktu dan fokus.
Padahal saya sudah tahu, kalau jalan sama Tuhan itu Tuhan akan bantu beresin masalah-masalah kita termasuk di kerjaan. Tapi karena atas nama ingin memberikan hasil terbaik, justru kita menyisihkan waktu kita dengan Tuhan, keluarga jangan ditanya udah disisihkan duluan bisa jadi.
Paling parah salah makannya adalah kerjaan + me time.
Lupa keluarga, lupa Tuhan.
Trus kalau ada masalah…. eh keluarga jadi sasaran kemarahan, Tuhan juga kena getah kita pertanyakan dimana pertolongannya. Asyik… Iblis menang deh. Victory dia. Bukannya kita yang berkemenangan, tapi dicuri dia. Hiks hiks sedih ya…
🫠🫠🫠 Waktunya bersandar pada Tuhan
Ya Tuhan…
Kami ini benar-benar bandel dan keras kepala ya Tuhan.
Beranikan kami mencungkil yang nempel di penglihatan kami sehingga fokus kami teralihkan dari padaMu.
Beranikan kami memotong yang nempel di tangan kami yang menggiring kami untuk mengerjakan hal lain alih-alih membaca FirmanMu, untuk berdoa, untuk bersekutu, dan mengerjakan panggilanMu.
Umur kami makin pendek Tuhan, kesehatan kami semakin lemah. Jangan sampai kalau Engkau panggil nanti ternyata kami belum ngapa2in seperti si 1 talenta itu.
Selagi masih ada waktu, pakai kami Tuhan, jadi apa aja boleh…
Terima kasih karena kami boleh melayani tipis2 di Gereja, di komunitas, karena kami sadar itu gak sebanding dengan segala sesuatu yang Tuhan sudah kasih buat kami. Beri kami selalu pengertian yang benar, kesabaran, ketekunan, semangat dan kekuatan dalam pelayanan kami ya Tuhan, bentuk kami di dalamnya menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Engkau.
Sekali lagi, pakai kami Tuhan, jadi apa aja boleh… Tuhan yang pilihkan yang paling cocok buat kami.
Amin
