Manusia selalu ingin mendapatkan kepastian, memiliki garansi apalagi jika dihadapkan pada situasi yang menantang, yang penuh pergolakan.

Mazmur 2, versi bahasa Indonesia berjudul Raja yang diurapi Tuhan.

Namun pasal ini tidak hanya berbicara tentang seorang raja, pasal ini berbicara tentang siapa pun, tentang janji Tuhan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya.

Mari kita membaca terlebih dahulu Mazmur pasal 2.

Ayat yang menjadi rhema renungan hari ini adalah sebagai berikut:

Mazmur 2:6-12 TB
[6] ”Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!”

[7]  Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan; Ia berkata kepadaku: ”Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.

[8] Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
[9]  Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk.”

[10] Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia!

[11] Beribadahlah kepada Tuhan dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, [12] supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala.

Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!

https://bible.com/bible/306/psa.2.6-12.TB

Tuhan adalah Bapa kita, guru kita, mentor kita, coach kehidupan kita. Seringkali dalam banyak kondisi dan situasi kita tidak tahu harus bagaimana, maka pertama-tama carilah Tuhan dulu, sebelum mencari pertolongan dan bantuan dari orang lain.

Pasal ini bicara bukan hanya tentang raja yang dilantik seperti kisah pada waktu itu, namun berbicara tentang kita, tentang posisi kita saat ini, bahwa Tuhan menempatkan kita dengan tujuan.

Dan Tuhan tidak membiarkan kita begitu saja, Tuhan mempersilahkan kita meminta kepadaNya maka hal-hal yang di luar ekspektasi kita akan diberikan Tuhan kepada kita.

Mintalah kepada Tuhan.

Tuhan juga ingin kita menjadi pribadi yang bijaksana, memiliki kerendahan hati, dan senantiasa belajar, baik belajar melalui Firman Tuhan maupun belajar hal-hal teknis sesuai dunia pekerjaan kita.

Dan yang paling penting adalah kita menjalin hubungan intim dengan Tuhan. Beribadah dengan rasa kerinduan, takut ketinggalan, takut terlewat, takut kehilangan tuntunan dan penyertaan Tuhan. Milikilah rasa itu.

Agar kita bahagia berada dalam perlindungan dan penyertaan Tuhan.

Pasal ini begitu detil berbicara tentang segala sesuatu yang harus kita lakukan.

Kita semua adalah anak kesayangan Tuhan, “Anak-Ku engkau!”. Kata Tuhan tadi di ayat ke-7.

Make Him proud, make Him proud that He trust you to win the battle of life.

Doa

Ya Tuhan,

Terimakasih untuk FirmanMu hari ini. Biarlah rhema ini tertanam dan bertumbuh di dalam hati kami, di pikiran sadar dan bawah sadar kami.

Dan FirmanMu ini akan menjadi tuntunan hidup kami dalam segala situasi kehidupan yang kami hadapi sejak kami membuka mata sampai kami menutupnya kembali. Selalu seperti itu.

Terimakasih Bapa, terimakasih Coach 😊. I love You

Image by freepik

Quote of the week

“Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan yang merenungkan taurat itu siang dan malam.”

~ Mazmur 1

Designed with WordPress

Eksplorasi konten lain dari Kucinta Alkitabku

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca