Mayoritas orang memiliki mimpi yang ingin diraih, atau setidaknya punya keinginan yang ingin digapai, namun tidak semua orang mau melangkah keluar dari zona amannya, ataupun jika mau mudah terdistraksi sehingga takut sendiri.

Mari kita baca Firman Tuhan dari Matius 14 tentang Yesus berjalan di atas air

Yang menjadi ayat emas kita hari ini adalah:

‘Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: ”Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus: ”Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: ”Tuhan, tolonglah aku!” ‘
Matius 14:28-30

https://www.bible.com/id/bible/306/MAT.14.28-30

Ya, kita mudah sekali terkagum dengan suatu mukzizat, atau suatu hal yang luar biasa yang kita lihat. Dan kita juga ingin untuk mengalami atau mendapatkannya. Ini adalah hal yang sangat manusiawi, karena dengan adanya dorongan itu yang akan membuat manusia maju, membuat manusia survive, namun juga dapat membuat manusia jatuh terpuruk.

Petrus di tengah ketakutan dan ketidakpercayaannya, saat badai menerpa kapal mereka, para rasul melihat seseorang yang berjalan di atas air. Petrus juga ingin mengalami bisa berjalan di atas air untuk membuktikan bahwa itu Tuhan.

Dan Tuhan tidak melarang, justru Tuhan merestui Petrus untuk melangkah keluar dari kapal bahkan Tuhan memberikan petunjuk.

Namun sayangnya, fokus Petrus terdistraksi, sehingga di awal ia sudah bisa berjalan beberapa langkah, karena terdistraksi ia menjadi takut sehingga akhirnya mulai tenggelam.

Kisah ini menggambarkan diri kita sendiri, disaat diri kita menggebu-gebu untuk mengejar sesuatu kemudian mulai dimunculkan di hadapan kita situasi badai yang bergelora, suara angin dan ombak yang menderu, hembusan angin kencang dan hujan di wajah kita yang akhirnya membuat fokus kita beralih kepada masalah yang ada di sekitar kita.

Hari ini kita diberikan tips oleh Firman Tuhan:

  1. Tuhan tidak membatasi mimpi kita, jika kita punya mimpi dan itu sejalan dengan rencana Tuhan, pasti Tuhan akan merestui, tinggal kembali kepada kita untuk keluar dari zona aman kita. Melangkah keluar dari perahu kita.
  2. Jika kita memiliki tujuan yang ingin kita capai, maka fokuslah pada tujuan tersebut. Bagi Petrus yang ingin melangkah di air seperti Tuhan Yesus, Petrus diminta Tuhan untuk fokus kepadaNya.
  3. Akan ada situasi yang tidak menyenangkan, yang akan menakutkan, namun tetaplah fokus agar kita bisa terus melangkah menuju/ mencapai tujuan tersebut. Perjalanan menggapai tujuan/ mimpi melalui zona yang sepertinya membahayakan, namun kita harus tetap fokus agar bisa terus melangkah. Karena yang membuat kita berhenti melangkah adalah diri kita sendiri yang memutuskan untuk berhenti melangkah, dan putar balik masuk kembali ke zona aman kita.
  4. Selama tujuan tersebut sejalan dengan rencana Tuhan, maka tangan Tuhan senantiasa siap menolong, tidak akan kita sampai mati tenggelam, nyaris tenggelam mungkin agar kita kembali bergantung kepada Tuhan, kembali fokus kepada tujuan kita. Petrus memang nyaris tenggelam, namun tangan Tuhan langusng menangkap tangannya, perlindungan Tuhan senantiasa ada bagi anak-anakNya.

Doa

Ya Tuhan, bantu kami menemukan tujuan hidup kami yang sesungguhnya. Bantu kami melangkah setahap demi setahap agar kami bisa menjadi seperti yang Engkau inginkan.

Bantu kami agar pandangan kami, mata, telinga, dan seluruh indera kami fokus kepada tujuan yang Engkau tetapkan bagi kami.

Terimakasih Tuhan Yesus,

Amin.

Image by freepik

Quote of the week

“Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan yang merenungkan taurat itu siang dan malam.”

~ Mazmur 1

Designed with WordPress

Eksplorasi konten lain dari Kucinta Alkitabku

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca