Hari ini membaca Kitab Roma Pasal 1.

[28] Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada *pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:
[29] penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.

Roma 1:28-29 TB‬‬

Renungan
Pikiran-pikiran kita seringkali tidak terkendali, dan menjadi terkutuk.
Mungkin kita tidak melakukan kejahatan, dosa dalam perbuatan, tapi seringkali kita melakukan itu dalam pikiran kita. Kita membayangkan hal-hal yang buruk, kita merancangkan hal-hal yang tidak baik yang tidak sesuai dengan apa yang Tuhan mau, yang Tuhan perintahkan.

Apalagi saat kita sedang marah, bagi sebagian orang bisa saja marahnya diluapkan, namun bisa juga marahnya tidak keluar namun dipendam, dipikirkan, dan akhirnya kemana-mana yang arahnya menjadi tidak jelas, dan dalam pikiran kita yang sedang marah itu kita bisa saja melakukan kejahatan.

Mengapa kita masih begitu, di saat kita sedang membangun hubungan dan pengenalan kita akan Tuhan?

Roma 1:19 TB‬‬
[19] Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.

Bacalah juga ayat selanjutnya:

Roma 1:21 TB‬‬
[21] Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

Ya, saya bertanya-tanya mengapa kita masih sering kali jatuh dalam dosa?
Dan Tuhan memberikan jawaban: Fokus.

Fokus kita tidak kepada Tuhan. Pikiran kita seringkali tidak terfokus kepada Tuhan. Pikiran kita fokus kepada pergumulan yang kita hadapi, fokus pada kesenangan yang sedang kita nikmati.

Kita masih perlu banyak beajar dan berlatih bagaimana agar kita selalu ingat Tuhan dalam keseharian kita, baik dalam bekerja, saat sedang bertemu orang-orang lain, dan apa pun kondisi / situasi hati kita.

Saat kita tidak fokus dengan Tuhan, pikiran kita jadi memikirkan hal yang sia-sia, dan hati kita menjadi gelap, dan akhirnya kita jatuh dalam dosa.

Membaca Alkitab, datang ibadah tidaklah cukup jika kita pasif. Termasuk saat kita bergabung dengan komunitas rohani. Kita harus aktif terlibat di dalamnya.

Saat membaca Alkitab kita membaca dengan aktif, membaca sambil merenungkan, sambil berdialog dengan Tuhan, sambil mencatat.

Saat datang ibadah, mengikuti dengan pikiran penuh baik dalam pujian, mendengarkan khotbah, doa, karena banyak yang fisiknya di gereja pikirannya di tempat lain, di rumah, di kantor, di toko, atau di mall.

Mari kita lebih sengaja membangun fokus kita dengan Tuhan.


Harapan dan Doa
Ya Tuhan, jangan sampai kami jatuh semakin dalam karena kami tidak sadar fokus kami tidak kepadamu.
Pikiran kami memikirkan hal-hal terkutuk, hati kami menjadi gelap.
Ajari kami ya Tuhan, karena kami mau hidup kami hidup dalam iman, hidup bersama dengan Engkau.

Quote of the week

“Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan yang merenungkan taurat itu siang dan malam.”

~ Mazmur 1

Designed with WordPress

Eksplorasi konten lain dari Kucinta Alkitabku

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca