Renungan dan rhema saat teduh dari Lukas 24:13-35.

Ya Tuhan Yesus itu tidak pernah jauh dari kita anak-anakNya. Ia dekat dan dalam banyak kesempatan bahkan tanpa kita sadari Ia menghampiri kita, berdiri sangat dekat, bahkan berjalan bersama-sama dengan kita.

Mari buka Alkitab kita:

‭‭Lukas‬ ‭24:13‭-‬15‬ ‭TB‬‬
[13] Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,

[14] dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.

[15] Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.

https://bible.com/bible/306/luk.24.13.TB

Susahnya kehidupan, banyaknya masalah, pergumulan baik pribadi, dalam keluarga, pekerjaan, usaha, atau lingkungan membuat kita beralih fokus. Kita jadi fokus ke sana, bagaimana kita menyelesaikan, mengatasi, atau melewati kondisi-kondisi itu semua. Pikiran, energi, perasaan kita tertuju ke sana, bahkan seringkali ditambah dengan emosi.

Kita lupa, mata, telinga, pikiran dan bahkan hati kita seperti ada yang menyelimuti kita, mengikat kita, mencegah kita untuk menjangkau Tuhan, untuk bertanya kepada Tuhan, atau mungkin sudah mencari namun kita menyangkali apa yang Tuhan arahkan, petunjuk, jalan dari Tuhan.

Dalam kisah dua murid yang sedang perjalanan ke Emaus ini kita melihat bahwa Yesus menghampiri mereka berdua yang sedang ngobrol tentang kesusahan hati yang mereka hadapi akibat kematian Tuhan Yesus. Mereka bahkan “curhat” dan terlihat seperti masih tidak bisa menerima hal itu terjadi, karena mereka masih berpikir bahwa Yesus datang untuk membebaskan Israel dari jajahan Romawi (ayat 21).

Mata mereka seperti tertutup, padahal Tuhan sendiri yang ada di depan mereka. Namun mereka mulai mendengar saat Tuhan menegur mereka, dan kemudian membuka pikiran serta logika mereka dengan penjelasan tentang Yesus menurut kitab nabi-nabi.

Dan saat mereka sadar bahwa Yesuslah yang ada bersama-sama dengan mereka, mereka juga baru sadar bahwa jiwa mereka, hati mereka berkobar-kobar saat mendengarkan Tuhan berbicara. Yang pertama kali meresponi Tuhan itu adalah hati kita, jiwa kita yang langsung bisa mengenali Tuhan. Namun logika kita justru yang seringkali membungkamnya, menyangkalinya.

Sangat disayangkan….

Saat kita mendapatkan tuntunan Tuhan, petunjuk Tuhan janganlah disangkali, janganlah gunakan logika dan pemikiran serta kepintaran kita. Jika kita ragu, maka itulah waktunya kita untuk berdoa lagi, bertanya, berdiskusi, konsultasi dengan Tuhan, pada Roh Kudus. Mintalah hikmat agar kita percaya, dan melangkahlah sesuai tuntunan Tuhan itu dengan iman.

Semoga kita tidak kehilangan kesempatan. We did not miss the opportunity untuk bisa menikmati perjalanan hidup dengan Tuhan.

Amen.

Quote of the week

“Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan yang merenungkan taurat itu siang dan malam.”

~ Mazmur 1

Designed with WordPress

Eksplorasi konten lain dari Kucinta Alkitabku

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca