Renungan dan rhema saat teduh dari Lukas 12:22 – 34
Hal kekuatiran, selain disampaikan pada Injil Lukas juga disampaikan di Injil Matius.
Mari kita baca ayat 22 sampai dengan 26, kemudian kita lompat ke ayat 29 sampai dengan 34.
Berikut ayat emas kita yang pertama.
Lukas 12:22 TB
https://bible.com/bible/306/luk.12.22.TB
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.
Ya, sangat manusiawi perasaan kuatir itu dimiliki oleh manusia.
Dan area tersebut merupakan salah satu area yang sering digunakan iblis agar kita jatuh dalam dosa, agar hidup kita jadi tidak tenang, agar kita menjauh dari Tuhan.
Kekuatiran ini seperti yang disampaikan pada ayat itu yang berkaitan dengan hal-hal fisik: makanan, pakaian. Hal-hal yang sifatnya kebutuhan primer dan sekunder. Kekuatiran ini yang sifatnya berlebihan yang membuat seseorang tidak merasa “cukup” tapi mau lebih lagi, lebih lagi, buat “jaga-jaga”, atau biar tidak kelihatan “lebih miskin” dari antara anggota komunitasnya.

Sayangnya kalau bawaannya sudah kuatiran, akan merembet ke banyak hal.
Saat kita merasa kuatir, pikiran kita bisa kemana-mana. Wah kalau begini nanti begitu, kalau begitu nanti begono, kalau begono bisa begana. Jadi kemana-mana, ujung-ujungnya jadi kusut akhirnya kita jadi tidak bisa bergerak. Mau memaksakan diri bergerak malah jatuh karena terlilit. Pikiran kita jadi kusut, perasaan kita jadi semakin kacau. Hidup kita jadi tidak damai.
Kekuatiran itu juga yang akhirnya membuat orang terlalu sibuk untuk mengumpulkan harta dunia.
Dan kebenarannya kenapa orang bisa jatuh dalam kekuatiran adalah karena mereka kurang mengenal Allah. Mungkin tahu kalau Allah itu baik, kalau Allah itu Maha Pengasih, dan lain-lain. Tapi mereka tidak mengenal Allah secara pribadi.
Lukas 12:30 TB
https://bible.com/bible/306/luk.12.30.TB
Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu.
Perasaan kuatir itu normal bagi setiap manusia, itu bagian dari insting. Namun bagi orang yang mengenal Allah secara pribadi akan memiliki respon hati yang berbeda dengan orang yang tidak mengenal Allah. Akan memiliki sudut pandang yang juga pasti berbeda, karena fokusnya berbeda.
Fokus orang yang tidak mengenal Allah bukan hanya bisa hidup tapi mengarah kepada serakah – greedy, rakus, tidak puas diri. Sementara fokus orang yang mengenal Allah adalah Kerajaan Allah, ia mengerjakan hal-hal yang berkenan di mata Allah, ia mencari perkenanan Allah agar pada akhirnya nanti ia bisa masuk dalam Kerajaan Allah, ia selamat dari alam maut.
Apakah orang percaya tidak boleh kuatir? Boleh, tentu saja boleh. Apalagi kuatir jangan sampai ia tidak dikenali Allah, kuatir tidak masuk Kerajaan Allah. Justru hal-hal itulah yang seharusnya dikuatirkan oleh orang-orang percaya.
Oleh karena itu, bertobatlah saudara-saudaraku. Ayo kita kembali kepada Tuhan.
Kalau saat ini kita masih hidup menjalankan perbuatan dosa, ayo berhenti. Identifikasi hal-hal atau kondisi yang mengarahkan kita untuk mengulangi lagi dosa itu, keluarlah dari situ.
Ayo kembali ke Gereja, ayo ikut lagi komsel, persekutuan, ayo pelayanan. Memang tidak mudah dengan segala macam aktivitas kita, justru kalau kita tahu bahwa hal-hal itu yang akan mendekatkan kita kepada Tuhan, menjauhkan kita dari resiko jatuh lagi ke dalam dosa, kebiasaan kita yang lama, dan kita rindu untuk kembali ke jalan Tuhan pasti Tuhan yang akan membukakan jalanNya.
Ayo baca lagi Alkitabnya, ayo doa, ayo saat teduh. Baca Alkitabnya mengerti atau tidak mengerti, tetap baca. Mintalah tuntunan Roh Kudus, agar Ia menyingkapkan rhema di dalam Firman Tuhan yang kita baca. Rhema yang akan berguna bagi kita untuk menjalani kehidupan ini.
Dan percayalah, Tuhan akan membawa kita naik lebih tinggi lagi, jadi kepala dan bukan ekor untuk kemuliaan nama Tuhan.
Amen.