Habakkuk
Agak sulit dipahami saat membacanya. Perlu hikmat dan karunia Tuhan agar dapat menangkap rhema. Bahkan saya mencoba mengulang-ulang beberapa kali untuk mencari apa yang Tuhan ingin sampaikan kepadaku ?
Untungnya saya membaca intro kitab Habakuk yang ada di buku #iLoveMyBible jadi saya mendapat sekilas gambaran tentang kitab ini.

Satu hal kemudian yang me-rhema di hati saya. Kembali lagi tentang hubungan dengan Tuhan. Kitab ini menceritakan komunikasi Habakuk dengan Tuhan. Komunikasi yang menurut saya mencerminkan bentuk hubungan Habakuk dengan Allah.
Allah tidak jauh, Tuhan itu dekat. Habakuk menempatkan Tuhan sebagai pribadi yang dekat. Walaupun sebenarnya hatinya gentar dengan Tuhan, namun kemana lagi ia harus mengeluh, menceritakan kegundahan hatinya selain kepada Tuhan.
Memiliki iman, keyakinan kepada Tuhan seperti Habakuk seharusnya menjadi target kita. Permasalahan, pergumulan hidup, ketidakadilan, penganiayaan, penindasan, dan lain-lain selalu ada disekeliling kita, namun memiliki pengharapan, dan keyakinan dalam Tuhan harus selalu dipelihara, bahkan bersukacita dalam Tuhan ditengah kondisi-kondisi itu.
Ayat 17 – 19
Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan,
sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,
namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan , beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.
Habakuk 3:17-19 TB
Luar biasa, Amazing.
Terimakasih Tuhan telah menunjukkan kisah ini di depan mataku. Memberikanku pengharapan yang baru.
(Tips : Untuk membantu anda memahami, baca juga versi NIV)