Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: Janji Tuhan

  • Renungan Mazmur 107 – Terbebas dari Kuasa yang Menyesakkan

    Renungan Mazmur 107 – Terbebas dari Kuasa yang Menyesakkan

    Selama kita hidup pasti mengalami berbagai pergumulan.

    Siapa yang berkuasa atas diri kita akan menentukan bagaimana perasaan kita, bagaimana respon hati kita, dan bagaimana sikap kita.

    “Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!
    Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
    Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus Tuhan, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan.”

    ‭‭Mazmur‬ ‭107‬:‭1‬-‭3‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/psa.107.1-3.TB

    Benar adanya bahwa ada perang di alam roh, perang yang memperebutkan jiwa-jiwa. Jiwa kita manusia.

    Iblis selalu berusaha mengikat manusia agar jatuh dalam dosa, agar menjauh dari Tuhan dengan segala macam tipu daya nya, dan kuasanya.

    Manusia akan mengalami kesesakan, kecemasan, lemah lesu, dan lain sebagainya karena mereka melakukan apa yang diarahkan oleh kuasa jahat yang mempengaruhi jiwa mereka.

    1. Tersesat di padang belantara (ayat 4)
    2. Memberontak terhadap perintah Allah dan menista nasihat Roh Kudus (ayat 10)
    3. Sakit karena dosa (ayat 17)
    4. Mengalami bencana (ayat 23)
    5. Akibat kejahatan orang lain (ayat 33)

    Tuhan akan membebaskan apabila kembali kepada Tuhan, berseru-seru meminta pertolonganNya.

    Apakah akhir-akhir ini kita sedang mengalami kesesakan dan kecemasan?

    Berserulah kepada Tuhan untuk meminta kelepasan dan pembebasan dari Tuhan.

    Doa

    Ya Tuhan, tolong kami Tuhan

    kami yang dikuasai oleh kuasa jahat.

    bebaskan kami Tuhan. Engkau saja yang berkuasa atas kami ya Tuhan.

  • Renungan Advent 5 – Kita tidak perlu menanti lagi

    Renungan Advent 5 – Kita tidak perlu menanti lagi

    Apakah anda sedang menunggu jawaban Tuhan?

    Sudah berapa lama anda menanti?

    “Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon.
    Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.

    Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: ”Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”

    Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.”
    ‭‭Lukas‬ ‭2‬:‭25‬-‭33‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/luk.2.29-33.TB

    Ya kita semua sedang menunggu, menunggu kedatangan Tuhan, namun dalam konteks yang berbeda-beda.

    Jika anda menunggu janji Tuhan seperti Simeon menunggu, sepertinya kita harus bertanya lagi dalam doa kepada Tuhan. Benarkah Tuhan?

    Karena Tuhan Yesus sudah datang dan membebaskan umat manusia, berarti sudah tidak ada lagi yang harus ditunggu bukan?

    Sesungguhnya Tuhan dekat sekali dengan kita, Tuhan ada di hati kita. Tuhan sedang duduk di pojok, di sebelah kita menunggu kita mengalihkan pandangan kepadaNya.

    Saat kita ada dalam pergumulan seringkali fokus pandangan kita adalah diri kita sendiri, bagaimana supaya survive, supaya selamat. Kita mencari jalan, mencari cara supaya jangan semakin menderita. Pikiran kita sibuk. Apabila kita berdoa, kita fokus pada solusi yang menurut kita akan mengeluarkan kita dari kesusahan. Namun itu tidak kunjung ada, kita bertanya sama Tuhan, di mana Engkau Tuhan?

    Kabar baiknya, kita tidak perlu lagi menanti lama asalkan kita mengalihkan pandangan kita kepada Tuhan. Yang sebelumnya kita mencari jalan keluar, sekarang kita cari Tuhannya, kita cari suaraNya. Maka kita bisa mendengar Tuhan yang akan menuntun kita.

    Ubah doa kita, ubah permintaan kita karena Tuhan benar-benar sedang menunggu kita mengalihkan pandangan saja. Dan hanya kita yang bisa mengalihkan pandangan. Tuhan sudah mengirimkan sinyal, tanda, dan sebagainya untuk menarik perhatian kita tapi kalau kita masih fokus ke masalah kita maka kita tidak bisa melihat penyediaan dan jalan Tuhan bagi kita.

    Doa

    Ya Tuhan,

    Peace ✌🏼 mohon ampun ya Tuhan, kalau selama ini tidak menyadari bahwa Engkau dekat sekali dengan aku. Aku sibuk sendiri dengan pikiran dan perasaanku.

    Jewer ya Tuhan, tarik aku kalau perlu jangan sampai aku makin jatuh semakin dalam.

    Amin

  • Renungan Advent 4 – Merasa Terancam

    Renungan Advent 4 – Merasa Terancam

    Kelahiran Messias ke dunia tidak seluruhnya disambut gembira oleh orang-orang yang mengetahuinya, justru ada yang tidak suka karena merasa posisinya jadi terancam.

    “Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.”

    ‭‭Matius‬ ‭2‬:‭16‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/mat.2.16.TB

    Apapun yang direncanakan sejak awal setelah mengetahui informasi kelahiran Mesias dari para orang majus itu, dan juga dikonfirmasi dari para ahli taurat, itu pastilah bukan sesuatu yang baik, yang merupakan bentuk sukacita.

    Herodes merasa terancam posisi dan kedudukannya saat ia mengetahui Mesias lahir. Yang pasti ia takut bahwa ada raja yang lebih besar dan kuat yang sudah diramalkan sejak ratusan bahkan mungkin ribuan tahun lalu.

    Saat ada suatu kenyamanan yang kita rasakan seperti akan direnggut dari kita, maka manusia daging kita pasti akan menghindarinya bahkan menolak jauh-jauh.

    Dalam hidup ini, tidak selalu dalam bentuk Tuhan yang datang di hadapan kita secara visual. Namun Tuhan bisa datang dalam bentuk Firman yang mengarahkan kita kepada suatu hal yang baru, yang mungkin pada saat itu kita berpikir itu merupakan sesuatu hal yang akan menyulitkan atau menyusahkan hidup kita.

    Padahal Firman Tuhan itu adalah tuntunan hidup yang akan membawa kita pada hidup berkemenangan. Namun karena kita takut tidak enak/nyaman, kita menolak itu semua. Bahkan saat kita sedang dalam kesukaran atau penderitaan seringkali kita menolak tuntunan, kita menolak mengikuti Firman Tuhan yang akan membawa kita mengikuti rencana untuk menuju kepada janji Tuhan. atas hidup kita. Itulah mengapa Tuhan Yesus berdoa meminta kepada Bapa agar mengampuni orang-orang yang terlibat dalam penyalibanNya, karena Tuhan Yesus tahu mereka tidak tahu, mereka tidak mau menerima figur Yesus yang tidak sesuai dengan apa yang mereka bayangkan selama ini.

    Bagi kita yang sedang berjalan bersama dengan Tuhan, siapkan hati selalu untuk terbuka ata semua tuntunan Tuhan. Perkataan, perintah, dan bahkan laranganNya harus kita pahami, renungkan, dan jalankan dalam kehidupan kita sehari-hari.

    Agar rencana dan janji Tuhan benar-benar terwujud dalam hidup kita. Izinkan Tuhan masuk ke dalam hati kita dan menguasai hidup kita.

    Doa

    Ya Tuhan,

    Kami seringkali menolak Engkau saat Firmanmu mengarahkan kami kepada hal-hal yang menjauhkan kami dari sesuatu yang sudah nyaman bagi kami.

    Kuasai kami Tuhan, pegang erat tangan kami dan tarik kami saja Tuhan jika kami ragu atau takut.

    Dalam nama Tuhan Yesus,

    Amin

  • Renungan Advent 1 – Rencana Tuhan Pasti Terjadi

    Renungan Advent 1 – Rencana Tuhan Pasti Terjadi

    Pernahkah kita membayangkan situasi apabila sensus jiwa dilakukan di Indonesia seperti pada waktu Tuhan Yesus dilahirkan? Dimana semua orang harus kembali ke tempat asalnya?

    Begitu banyak kekacauan yang akan terjadi, bukan hanya di tempat tujuan, tapi juga di tempat domisili mereka saat itu.

    Peristiwa sensus itu pasti dicatatkan dalam sejarah, sensus yang diadakan oleh bangsa Romawi, bangsa yang tingkat literasinya cukup tinggi, yang memiliki budaya atau kebiasaan untuk mendokumentasikan berbagai peristiwa penting dalam sejarah mereka.

    “Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
    ‭‭Lukas‬ ‭2‬:‭1‬-‭3‬ ‭TB‬‬

    https://bible.com/bible/306/luk.2.1-3.TB

    Pernahkah kita memikirkan apabila sensus tersebut tidak diadakan, apakah Tuhan Yesus tetap dilahirkan di Betlehem?

    Ya, Tuhan Yesus tetap akan lahir di Betlehem, dan kemungkinan besar pastinya dari seorang perawan yang suci dan tulus hatinya seperti Maria., sesuai yang sudah direncanakan Allah.

    Rencana kelahiran Tuhan Yesus, Sang Mesias ini sudah fixed, bahkan juga tertulis dalam kitab-kitab Nabi, seperti hasil penelusuran orang Majus, dan ahli-ahli kitabnya Herodes.

    Dan satu hal yang luar biasa juga adalah timing kelahiran Tuhan Yesus ini pun bertepatan dengan momen sensus di zaman Kaisar Agustus. Sensus ini adalah momen bersejarah yang tentunya bisa dilacak kebenaran peristiwanya.

    Rencana Tuhan, atau janji Tuhan pasti terjadi. Dan bila kita renungkan momentumnya begitu cantik, dan seringkali bahkan tidak kita sadari jika kita tidak peka, seperti bangsa Israel pada waktu itu.

    Bangsa Israel memang menantikan kedatangan Mesias, namun mereka tidak punya bayangan bagaimana Mesias itu akan datang. Mereka membangun persepsi sendiri akan kedatangan Mesias berdasarkan apa yang mereka dengar turun temurun. Mereka sesungguhnya tidak paham konsep sebenarnya apa yang disampaikan Tuhan melalui para Nabi. Sama seperti janji Tuhan kepada Abraham, Abraham tidak bisa membayangkan keturunannya seperti bintang di langit itu seperti apa? Juga Yusuf saat mendapatkan mimpi tentang bagaimana ikat gandum saudara-saudaranya tunduk pada ikat gandumnya.

    Mengharapkan kedatangan Mesias di dalam dunia ini seperti mengharapkan terobosan atas masalah dan pergumulan kita di dunia.

    Tuhan Yesus sudah lahir di timing momentum yang luar biasa dan dengan cara yang cantik.

    Janji Tuhan, rencana Tuhan atas hidup kita juga akan terwujud di timing momentum yang luar biasa dan juga dengan cara yang cantik.

    Dan banyak orang akan mengakui bahwa itu Tuhan.

    Tetaplah menanti-nantikan janji Tuhan terwujud atas hidup kita, bukan hanya dari logika dan pikiran karena Tuhan sudah bilang begitu tapi justru nantikan Tuhan dari hati dan kerinduan yang begitu besar.

    Dalam penantian itu, jaga selalu hubungan dan komunikasi kita dengan Tuhan. Yang erat dan intim. Agar kita bisa mengikuti caraNya Tuhan, merasakan momentumNya Tuhan. Agar jangan sampai kita terlewat, tidak siap, dan akhirnya kita tertinggal seperti 5 perempuan yang bodoh dalam perumpamaan Tuhan Yesus.

    Doa

    Ya Tuhan,

    Dari timing kelahiranMu ke dunia kami sadari lagi bahwa begitu luar biasa rancangan dan pekerjaan tanganMu. Aku terkagum tak bisa berkata-kata saat menyadarinya.

    Ya Tuhan,

    RancanganMu atas hidupku dan keluargaku pasti juga luar biasa kan ya Tuhan? Taruh selalu dalam hati kami bahwa kami adalah bagian dari rancangan Tuhan atas dunia ini, kami adalah salah satu “pemeran” agar rancanganMu jadi.

    Dan kami percaya, Engkau akan menyertai hidup kami agar rancanganMu jadi.

    Buka hati, telinga, dan mata kami ya Tuhan, dan yang terpenting beri kami hikmat agar saat waktunya datang kami bisa turut bersama-sama dengan Engkau.

    Amin

  • 43. Renungan Yakobus 1 – Menjadi Pelaku Firman Tuhan itu Membahagiakan Jiwa

    43. Renungan Yakobus 1 – Menjadi Pelaku Firman Tuhan itu Membahagiakan Jiwa

    Dapat rhema apa hari ini?

    Jalan menuju kebahagiaan yang hakiki.

    Mari kita baca dengan perlahan sambil membayangkan bahwa Yesus sendiri yang sedang berbicara kepada kita.

    Yakobus 1:19-27 TB‬
    [19] Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
    [20] sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
    [21] Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
    [22] Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
    [23] Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. [24] Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
    [25] Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.
    [26] Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.
    [27] Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

    https://bible.com/bible/306/jas.1.19-27.TB

    Mari kita baca lagi 2x lagi.

    Sebelum kita diskusi tentang pelaku Firman, mari kita pelajari tentang Firman Tuhan itu sendiri dari ayat-ayat di atas.

    1. Firman Tuhan itu seharusnya tertanam di dalam hati kita.

    Disitulah seharusmya kita menempatkan Firman Tuhan, bukan hanya di pikiran, karena sesungguhnya manusia itu adalah makhluk yang digerakkan oleh perasaannya, oleh hatinya. Sehingga jika kehidupan kita ingin dilandaskan akan Firman Tuhan maka izinkanlah Firman Tuhan tertanam di dalam hati kita.

    Firman Tuhan ibarat benih yang ditaburkan. Bacalah juga perumpamaan Yesus tentang Penabur.

    2. Firman Tuhan itu berkuasa menyelamatkan jiwa kita.

    Saat hidup kita berlandaskan atas Firman Tuhan maka kita menjaga hidup kita dari pencemaran dunia. Kita jadi bisa memiliki hidup yang benar, hidup yang kudus dan berkenan kepada Bapa. Firman Tuhan akan berkuasa menyelamatkan jiwa kita hanya jika kita benar-benar menyerahkan jiwa kita, hidup kita dalam tuntunan Firman Tuhan.

    Ini janji Tuhan yang bisa kita jadikan pegangan hidup kita, bahwa melakukan Firman Tuhan akan menyelamatkan jiwa kita.

    3. Firman Tuhan itu perlu dipahami dan dimengerti.

    Tidak mungkin kita memahami dan mengerti Firman Tuhan jika hanya membaca sekilas, baca asal baca, kejar setoran. Memang ada disampaikan untuk kita membaca Firman Tuhan entah kita pada akhirnya mengerti atau masih tidak mengerti. Namun itu bukan berarti baca asal baca, karena jika itu yang kita lakukan maka seumpama benih di perumpamaan penabur, Firman Tuhan itu jatuh bukan di tanah melainkan di jalan. Tidak sempat keluar tunas, langsung hilang lenyap.

    Baca dan bertanya, gunakan buku catatan untuk menuliskan hal yang menarik, hal yang tidak jelas, bahkan hal yang aneh yang kita temukan pada Firman Tuhan yang kita baca. Jika perlu tanyakanlah, “Tuhan, ini maksudnya apa ya? Mengapa kok begini? Mengapa kok begitu? Memangnya kenapa kalau ini? Memangnya kenapa kalau begitu?

    Dan alih-alih mencari penjelasan melalui internet, cobalah untuk rileks, tenangkan hati dan pikiran kita dan bayangkan kita sedang berdiskusi dengan Tuhan tentang Firman yang sedang kita baca. Bayangkan ekspresi Tuhan dan gerak-gerikNya yang sedang menjelaskan apa pesan Tuhan. Tuliskan pada buku catatan anda, kalimat yang muncul baik dalam bentuk kalimat biasa atau dalam bentuk pertanyaan juga. Tuliskan semuanya.

    Dan setelah selesai coba dibaca lagi, jika ada kalimat yang berkaitan atau berhubungan anda bisa tarik garis-garis untuk menghubungkan kalimat-kalimat tersebut. Atau jika ada yang penting bisa anda lingkari atau garis bawahi.

    Bacalah sekali lagi, dan rasakan bagaimana perasaan anda saat itu. 😊

    Cobalah….

    4. Melakukan Firman Tuhan dengan benar itu membahagiakan jiwa kita.

    Melakukan Firman Tuhan dalam banyak bagian terlihat ekstrim, tidak populer dari sudut pandang orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, tidak asyik, tidak menyenangkan, bahkan cenderung susah. Itu semua yang kita pikirkan saat melihat, membaca, atau mendengar Firman Tuhan.

    Jika hal-hal itu benar yang kita pikirkan, maka seperti perumpamaan tentang penabur, benih itu jatuh ke tanah yang bersemak duri.

    Melakukan Firman Tuhan itu benar-benar membahagiakan, ada perasaan menang dan bangga saat melakukannya, ada aliran kebahagiaan di dalam hati dan tubuh kita, dan benar jiwa kita seperti mendapatkan charge energi yang baru.

    Cobalah…

    Doa

    Tuhan, ajari dan bantu kami untuk mengelola hati kami. Membuang segala kotoran dan kejahatan yang membuat hati kami tidak siap menerima FirmanMu.

    Kami mau merasakan kebahagiaan dan sukacita yang Engkau janjikan, dan kami mau memperoleh keselamatan atas kemenangan jiwa kami.

    Amen.

    NB: Share ya, hasil percobaan bapak ibu di kolom komentar di bawah. Agar makin banyak orang semakin yakin bahwa menjadi pelaku Firman itu membahagiakan jiwa.

    Image by freepik

  • 38. Renungan Ibrani 11 – Karena Iman

    38. Renungan Ibrani 11 – Karena Iman

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini saya belajar satu hal tentang motif.

    ‭Ibrani 11:32-34 TB‬
    [32] Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi, [33] yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, [34] memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.

    https://bible.com/bible/306/heb.11.32-34.TB

    Motif adalah sesuatu hal yang mendasari seseorang melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

    Di kitab Ibrani 11 ini kita diperlihatkan kembali apa yang menjadi motif dari apa yang diperbuat atau tidak dibuat oleh orang-orang kudus dalam perjanjian lama.

    Motif mereka adalah iman. Karena iman ….., iman dalam Kristus.

    Iman dalam Kristus menjadi motivasi untuk berjuang, iman akan Kristus menjadi sumber pengharapan untuk menahan segala kesulitan dan penderitaan dalam kehidupan mereka.

    Kalau kita refleksi bertanya pada diri kita sendiri, apakah pernah kita berjuang karena iman?

    Dalam kitab ini, begitu banyak contoh perbuatan-perbuatan besar yang diperlihatkan, namun apakah iman itu hanya ditunjukkan dalam perbuatan yang besar? Bagaimana dengan kehidupan sehari-hari? Karena saya bukanlah seorang nabi, saya hanyalah seorang karyawan, saya hanyalah pengusaha usaha kecil-kecilan, saya ibu rumah tangga, saya masih sekolah.

    Apa yang bisa, apa yang harus saya lakukan karena iman saya?

    Kalau kita renungkan, maka ada begitu banyak hal, bahkan segala sesuatu yang kita kerjakan mulai dari tidur, makan, berpakaian, dan lain sebagainya.

    Contoh: Dalam hal pribadi, apakah kita menyisihkan waktu khusus untuk membangun hubungan dengan Tuhan, di tengah kesibukan, keinginan untuk “me time”, mengeluarkan biaya untuk pergi ke gereja? Apakah kita memilih membaca Alkitab ketimbang membuka media sosial atau nonton film? Apakah kita menjaga pola makan kita, menahan diri untuk tidak ngemil terus-terusan?

    Dalam pekerjaan, apakah kita berlaku jujur, tidak membuat laporan yang tidak benar, apakah kita benar-benar mengupayakan yang terbaik, apakah kita tetap menghormati atasan kita walaupun seringkali merasa seperti diperlakukan tidak adil?

    Tak terhitung begitu banyak hal. Namun satu yang terpenting, dari seluruh aktifitas dan kegiatan yang kita pilih maka motifnya adalah iman dalam Kristus.

    Tuhan, ya Roh Kudus, tolong buka mata kami, telinga kami, dan pikiran kami agar dalam melihat segala sesuatu kami dapat melihat dalam kacamata iman dalam Kristus. Agar apapun yang kami lakukan, apapun yang kami pikirkan, kami rasakan, motifnya hanya satu yaitu iman akan Kristus. Dan biarlah iman akan Kristus menjadi satu-satunya motif, jangan biarkan ada motif yang lain. Amen.

    Apakah ada contoh aktifitas sehari-hari yang didasari motif iman anda pada Kristus? Mau dong agar kita bisa belajar sama-sama. Bagikan di kolom komentar di bawah ya 😊🙏🏼

    Terimakasih Tuhan Yesus memberkati.

    Image by jcomp on Freepik

  • 37. Renungan Ibrani 10 – Apa yang Tuhan kehendaki?

    37. Renungan Ibrani 10 – Apa yang Tuhan kehendaki?

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini saya menyadari apa yang sebenarnya Tuhan kehendaki dari manusia.

    Ayat rhema hari ini

    ‭Ibrani 10:5-7 TB‬
    [5] Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: ”Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki – tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku –. [6] Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. [7] Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.”

    https://bible.com/bible/306/heb.10.5-7.TB

    Bagian dari Kitab Ibrani ini menegaskan Mazmur Daud:

    ‭Mazmur 40:7-9 TB‬
    [7]  Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut. [8] Lalu aku berkata: ”Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; [9] aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”

    https://bible.com/bible/306/psa.40.7-9.TB

    Walaupun Daud bermazmur bahwa Tuhan tidak menuntut korban bakaran dan korban penghapus dosa, pasti Daud masih melakukannya karena pada saat itu, itulah ritual yang mereka jalani. Daud mungkin tidak benar-benar mengerti karena ia pun bermazmur bahwa Tuhanlah yang meletakkan nyanyian baru pada bibirnya.

    ‭Mazmur 40:4 TB‬
    [4] Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada Tuhan.

    https://bible.com/bible/306/psa.40.4.TB

    Namun setelah Tuhan Yesus turun menjadi manusia, mati, dan bangkit serta naik ke sorga barulah disadari pemenuhan kitab Mazmur itu. Bukan korban persembahan yang diinginkan Tuhan, namun iman percaya kepadaNya.

    Iman percaya yang menggerakkan kita untuk melakukan setiap kehendakNya.

    Saya pun teringat kembali bagaimana Abraham membawa Ishak untuk dikorbankan. Bagaimana susahnya hati Abraham untuk melakukan apa yang Tuhan minta. Mengorbankan anak satu-satunya yang mana ia sudah menunggu puluhan tahun, menghadapi tekanan terhadap imannya yang mempertanyakan apakah benar janji Tuhan akan memberikan kepadanya keturunan sebanyak bintang di langit dan pasir di lautan. Dan Abraham tetap pergi membawa Ishak, sambil bertahan menjaga imannya bahwa Tuhan pasti akan menepati janjiNya, ia tetap melangkah mengerjakan apa yang Tuhan minta.

    Itulah yang Tuhan mau, iman kita dan kita melangkah dalam iman.

    Saat kita melakukannya Tuhan akan selalu menyertai kita dalam setiap prosesnya.

    Doa

    Ya Tuhan, seringkali kami tidak mengerti bahkan tidak tahu mengapa situasi yang berat harus terjadi dalam kehidupan kami. Tapi seperti anak yang percaya kepada bapaknya, kami mau terus melangkah. Ajari kami Tuhan, berikan kami semangat saat kami mulai ragu, lemah, atau takut, bahkan terpikir untuk kabur. Kami percaya ada bagian kami yang tak ternilai yang sudah Engkau siapkan untuk kami saat kami sudah selesai nantinya.

    Oh Tuhan betapa kami merindukan tanganMu yang menggandeng tangan kami, betapa kami merindukan dekapan dan pelukanMu saat kami sedih, kecewa, ragu, atau takut. Jangan biarkan kami sendirian ya Tuhan menyusuri kehidupan ini, karena kami tahu kami takkan sanggup melangkah tanpa Engkau di sisi kami.

    Amen

    Image by freepik

  • 35. Renungan Galatia 3 – Hak dan Kewajiban anak

    35. Renungan Galatia 3 – Hak dan Kewajiban anak

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini membaca Galatia 3:15-29 tentang Hukum Taurat atau Janji yang bagi saya cukup sulit menangkap dan memahami apa konteks yang ingin disampaikan Paulus kepada jemaat di Galatia.

    Ayat rhema saya sebagai berikut:

    ‭Galatia 3:26-27, 29 TB‬
    [26] Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. [27] Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.
    [29]  Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

    https://bible.com/bible/306/gal.3.26-29.TB

    Dari ayat-ayat tersebut di atas bisa saya simpulkan bahwa kita yang memiliki iman dalam Yesus Kristus dan telah dibaptis dalam Kristus adalah anak-anak Allah, yang juga merupakan keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

    Ada satu pemikiran yang menggelitik, apakah orang yang dari mulutnya “mengaku” dirinya Kristen, percaya kepada Kristus juga berhak menerima janji Allah? Padahal dalam hidupnya sehari-hari tidak pernah berpikir untuk hidup benar sesuai Firman Tuhan.

    Ego saya berkata: “Kok enak ya?”

    Apakah yang memiliki iman dan telah dibaptis dalam Kristus dan menjadi anak-anak Allah tidak memiliki kewajiban sebagai anak Allah? Apakah kasih karunia Tuhan begitu besarnya sehingga asal sudah mengaku dan dibaptis dalam Kristus akan auto-mendapat janji Allah atau warisan sebagai anak (Galatia 4)?

    Saya membandingkan posisi sebagai anak di dunia, ya saya punya hak untuk dikasihi, dicintai, diajar, dibimbing, dan jika orang tua saya memiliki warisan untuk saya maka saya pun berhak untuk mendapatkan warisan tersebut.

    Namun apakah sebagai seorang anak, apakah saya punya kewajiban terhadap orang tua saya?

    Coba kita renungkan dan coba tuliskan, apa yang menjadi kewajiban seorang anak kepada orang tuanya?

    1. ……

    2. ……

    3. ……

    Dan seterusnya jika lebih dari 3.

    Kemudian kembali kepada posisi sebagai anak-anak Allah, apakah kita juga seharusnya memiliki kewajiban kepada Allah?

    Coba kita renungkan dan tuliskan juga, apa yang menjadi kewajiban kita kepada Allah?

    1. …..

    2. …..

    3. …..

    Dan seterusnya jika lebih dari 3.

    Bagi saya pribadi, saya punya kewajiban-kewajiban sebagai anak Allah. Kewajiban tersebut sebenarnya tertulis di dalam Firman Tuhan, dan begitu banyak. Namun saya melihat kewajiban tersebut sebagai suatu didikan, petunjuk, arahan, dan bimbingan Tuhan kepada saya anakNya. Walaupun terkadang keras, namun saya percaya itu agar saya ingat karena pasti itu penting buat saya. Dan semua itu bukan hanya agar kita mendapatkan janji Allah, namun agar kita selamat. Karena kalau tidak selamat, bagaimana kita mau mendapatkan janji Allah itu? Benar bukan?

    Saya sendiri berusaha untuk mengikuti Firman Tuhan tidak melihat sebagai suatu kewajiban namun lebih karena saya mengasihi Tuhan dan percaya kepadaNya sebagai bapak saya. Seringkali dalam banyak situasi saya pun abai, lupa, atau termakan ego dan nafsu pribadi sehingga saya tidak mengerjakan apa yang sudah Tuhan beritahukan sebelum-sebelumnya (namanya juga anak-anak ya 😊), namun saat tersadar saya berusaha segera minta maaf sama Tuhan dan berpikir bagaimana biar tidak lupa, tidak termakan ego dan nafsu kedagingan.

    Saya percaya Tuhan sebagai bapak saya sangat sabar dan tidak pernah mengingkari saya apalagi meninggalkan saya. Namun saya juga tidak enak kalau terus-terusan membuat Tuhan kecewa dan sedih atas kelakuan saya yang tidak benar.

    Anda sendiri, bagaimana anda melihat posisi anda sebagai anak Allah? hak dan kewajiban sebagai anak Allah?

    Share di bawah ya….

  • Khotbah Paskah 2024 Ps. Philip Mantofa – Hari Minggu yang Damai & Penuh Aktifitas

    Khotbah Paskah 2024 Ps. Philip Mantofa – Hari Minggu yang Damai & Penuh Aktifitas

    Yohanes 20:19-23

    Berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat, hal ini menjadi kegiatan yang akhirnya menjadi kebiasaan. Memang sembahyang bisa sendiri, namun secara corporate perlu berkumpul bersama-sama. Kalau hari minggu waktunya kita beribadah untuk ke gereja, pikiran jangan kemana-mana, pertama ke gereja dulu.

    Kita harus punya rutinitas secara rohani walaupun kerohanian itu bukanlah rutinitas.

    Bangun kebiasaan saat ke gereja, datang awal, doa saat teduh dulu sebelum beribadah. Jangan kalah dengan nonton bioskop yang kita datang awal, tidak mau ketinggalan film ekstra di awal. Miliki sebuah culture, culture to go to church.

    Jemaat adalah murid, bukan customer. Saat kita pergi ke gereja persiapkan hatimu. Bangun good chruch culture, gereja itu arus atas, dunia itu arus bawah yang menarik. Mulailah dari pribadi dan keluarga.

    Live Streaming from GMS Bogor

    Hari minggu adalah hari pertama, sama seperti Senin di kita, untuk mereka maka mereka harus bayar harga karena mereka ke gereja setelah hari pertama mereka ke Gereja.

    Pada hari itu Yesus sangat sibuk dari subuh sampai malam. Kalau kenal Yesus, orang akan jadi seorang yang rapi, lihat Yesus waktu bangkit Ia merapikan ranjangNya. Yesus pun orang yang rajin. Orang memimpin dengan teladan agar mereka mau mengikuti, jangan cuma suruh-suruh. Setelah itu Yesus bertemu dengan wanita-wanita. Kemudian bertemu dengan kedua murid yang dalam perjalanan ke Emaus, lalu ke Petrus, dan kemudian waktu malam Yesus menampakkan diri pada saat mereka berkumpul.

    Lihat Tuhan Yesus yang begitu sibuk setelah Ia bangkit. Ia tidak pensiun, atau istirahat dulu. Ia terus bekerja untuk mencari jiwa-jiwa.

    Perumpamaan Tuhan mencari domba yang hilang, tidak mungkin domba-domba itu diam saha, mereka ikut mencari, memanggil domba yang hilang.

    Kalau anda tidak kepikiran terpanggil untuk mencari jiwa yang terhilang, jangan-jangan kita pun masih terhilang.

    Kita tidak bisa hanya menjadi kristen seumur hidup kalau kita diam-diam saja. Mari bekerja di ladang Tuhan.

    Saat Tuhan datang, Tuhan menyapa murid-muridNya dengan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” padahal murid-murid itu kabur tidak ada yang membantu Yesus. Harusnya mereka itu takut dan malu saat bertemu Yesus. Tuhan tidak pernah murka, berilah dirimu kesempatan untuk semakin mengenal Tuhan lebih lagi, pahami hatiNya.

    Damai sejahtera yang diucapkan Yesus bukan hanya perasaan damai biasa tapi juga mengandung janji. Shalom yang diucapkan Yesus mengandung janji aku akan menolongmu. Artinya dari bahasa ibrani bukan Aku janji kalau kamu percayakan hidupmu kepadaKu maka tidak akan ada yang patah dalam hidupmu. Nothing will be missing.

    Walaupun kita tidak melihat bukan berarti tidak ada. Tuhan Yesus itu nyata. Jika Tuhan tidak melakukan yang kita inginkan lantas kita menganggap Tuhan itu tidak ada. Tuhan itu nyata.

    ‭Yohanes 20:23 TB‬
    [23] Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

    https://bible.com/bible/306/jhn.20.23.TB

    Ini adalah intersection, seperti dalam doa syafaat. Kalau berdoa syafaat maka percayalah bahwa Tuhan itu ada sangat dekat dengan kita. Miliki iman yang kuat. Jika terus kita lakukan, kerjakan apa yang Tuhan perintahkan maka kebangkitan rohani akan bangkit. Mulai dari kita yang memberikan diri, saat kita mulai rajin mendoakan, memberitakan Firman, sama seperti Tuhan, kebangkitan rohani akan bangkit. Jangan simpan talentamu!

    Bekerja di ladang Tuhan, jangan lelah!

    – Ps. Philip Mantofa

    3 poin yang bisa menjadi bekal buat kita:

    1. Setiap hari adalah harinya Tuhan, tapi hari minggu adalah hari Gereja Perjanjian Baru.
    2. Yesus yang telah bangkit itu rajin dan nyata, tapi sekarang bekerja lewat Roh Kudus-Nya.
    3. Berdamailah dulu dengan Tuhan, lalu jadilah pembawa damai sejahtera.

    Selamat Paskah,

    Tuhan Yesus memberkati.

  • 19. 1 Timotius 4 – Membangun diri dalam melayani dan memberitakan Injil

    19. 1 Timotius 4 – Membangun diri dalam melayani dan memberitakan Injil

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini mendengarkan arahan Paulus kepada Timotius melalui suratnya yang pertama, bab 3 dan 4.

    Ayat rhema hari ini:

    Terutama di bab 4, saya mendapatkan prinsip-prinsip dalam melayani, terutama prinsip dalam membangun diri kita sendiri dalam rangka melayani dan memberitakan Injil.

    ‭‭1 Timotius 4:6 TB‬‬
    [6] Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.

    https://bible.com/bible/306/1ti.4.6.TB

    Dan di ayat-ayat selanjutnya Paulus menyampaikan beberapa hal terkait tugas Timotius dalam melayani, membangun dan memberitakan Injil.

    Renungan

    1. Kita harus mendidik diri kita dalam hal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat.

    Itu berarti kita memang harus belajar, bagaimana ceritanya kita mau memberitakan Injil jika kita tidak tahu, tidak memahami Injil itu sendiri? Bagaimana kita mau menceritakan kebaikan Tuhan Yesus jika kita tidak pernah berusaha mengenal pribadiNya dan hidup bergantung kepadaNya?

    2. Menjauhi takhayul dan dongeng nenek-nenek tua.

    Takhayul dan dongeng nenek-nenek tua itu membuat kita bingung. Walaupun seperti hal-hal yang sederhana, tidak nyata, hanya khayalan, justru dapat meracuni pikiran dan hati kita. Bisa jadi iman kita melemah karena dari sekedar mendengar cerita takhayul dan dongeng menjadi mulai percaya sedikit-sedikit. Tutup kuping rapat-rapat agar jangan goyah iman kita.

    3. Rajin beribadah

    Ini ayat emas yang kita juga sering dengar:
    Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. ‭‭1 Timotius 4:8 TB‬‬

    Mungkin ada banyak orang yang menganggap remeh ibadah, ah itu hanya ritual saja. Bisa saja kita berpendapat seperti itu, itu karena kita tidak pernah sungguh-sungguh saat beribadah, pikirannya kemana-mana, sambil chat WA urusan pekerjaan, dan alasan lain-lain sehingga kita tidak pernah merasakan manfaat dan kegunaannya bagi diri kita. Sehingga kita tidak menganggap ibadah itu sebagai sesuatu yang penting.

    4. Menjadi teladan

    Dalam hal:

    • Perkataan
    • Tingkah laku
    • Kasih
    • Kesetiaan, dan
    • Kesucian

    Dengan senantiasa berusaha menjadi teladan dalam hal-hal tersebut, kita akan mendapatkan respect, rasa hormat dari siapa pun termasuk dari orang-orang yang secara usia mungkin lebih senior.

    5. Bertekun dalam membaca Firman Tuhan.

    Nahhh… kembali lagi ke Alkitab. Tidak bisa tidak karena Firman Tuhan adalah sumber dari segala sumber jika kita ingin membangun dan menjaga diri kita sebelum membangun dan mengajar orang lain. Firman Tuhan inilah yang akan memperkaya hidup kita dengan hikmat, yang akan menuntun kita dalam menjalani proses transformasi diri, transformasi karakter kita agar semakin serupa dengan Tuhan.

    Harapan dan Doa

    Ya Tuhan jangan lepaskan tangan kami ya Tuhan, agar kami jangan sampai terseret arus dunia ini. Biarlah kami tampak bodoh karena tidak mengikuti trend dunia, tapi berikan kami hikmat agar kami semakin sejalan dengan trendMu ya Tuhan.

    Amen

    Image by mindandi on Freepik