| | |

37. Renungan Ibrani 10 – Apa yang Tuhan kehendaki?

Dapat rhema apa hari ini?

Hari ini saya menyadari apa yang sebenarnya Tuhan kehendaki dari manusia.

Ayat rhema hari ini

‭Ibrani 10:5-7 TB‬
[5] Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: ”Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki – tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku –. [6] Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. [7] Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.”

https://bible.com/bible/306/heb.10.5-7.TB

Bagian dari Kitab Ibrani ini menegaskan Mazmur Daud:

‭Mazmur 40:7-9 TB‬
[7]  Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut. [8] Lalu aku berkata: ”Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; [9] aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”

https://bible.com/bible/306/psa.40.7-9.TB

Walaupun Daud bermazmur bahwa Tuhan tidak menuntut korban bakaran dan korban penghapus dosa, pasti Daud masih melakukannya karena pada saat itu, itulah ritual yang mereka jalani. Daud mungkin tidak benar-benar mengerti karena ia pun bermazmur bahwa Tuhanlah yang meletakkan nyanyian baru pada bibirnya.

‭Mazmur 40:4 TB‬
[4] Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada Tuhan.

https://bible.com/bible/306/psa.40.4.TB

Namun setelah Tuhan Yesus turun menjadi manusia, mati, dan bangkit serta naik ke sorga barulah disadari pemenuhan kitab Mazmur itu. Bukan korban persembahan yang diinginkan Tuhan, namun iman percaya kepadaNya.

Iman percaya yang menggerakkan kita untuk melakukan setiap kehendakNya.

Saya pun teringat kembali bagaimana Abraham membawa Ishak untuk dikorbankan. Bagaimana susahnya hati Abraham untuk melakukan apa yang Tuhan minta. Mengorbankan anak satu-satunya yang mana ia sudah menunggu puluhan tahun, menghadapi tekanan terhadap imannya yang mempertanyakan apakah benar janji Tuhan akan memberikan kepadanya keturunan sebanyak bintang di langit dan pasir di lautan. Dan Abraham tetap pergi membawa Ishak, sambil bertahan menjaga imannya bahwa Tuhan pasti akan menepati janjiNya, ia tetap melangkah mengerjakan apa yang Tuhan minta.

Itulah yang Tuhan mau, iman kita dan kita melangkah dalam iman.

Saat kita melakukannya Tuhan akan selalu menyertai kita dalam setiap prosesnya.

Doa

Ya Tuhan, seringkali kami tidak mengerti bahkan tidak tahu mengapa situasi yang berat harus terjadi dalam kehidupan kami. Tapi seperti anak yang percaya kepada bapaknya, kami mau terus melangkah. Ajari kami Tuhan, berikan kami semangat saat kami mulai ragu, lemah, atau takut, bahkan terpikir untuk kabur. Kami percaya ada bagian kami yang tak ternilai yang sudah Engkau siapkan untuk kami saat kami sudah selesai nantinya.

Oh Tuhan betapa kami merindukan tanganMu yang menggandeng tangan kami, betapa kami merindukan dekapan dan pelukanMu saat kami sedih, kecewa, ragu, atau takut. Jangan biarkan kami sendirian ya Tuhan menyusuri kehidupan ini, karena kami tahu kami takkan sanggup melangkah tanpa Engkau di sisi kami.

Amen

Image by freepik

Similar Posts