Dapat rhema apa hari ini?
Hari ini membaca Galatia 3:15-29 tentang Hukum Taurat atau Janji yang bagi saya cukup sulit menangkap dan memahami apa konteks yang ingin disampaikan Paulus kepada jemaat di Galatia.
Ayat rhema saya sebagai berikut:
Galatia 3:26-27, 29 TB
[26] Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. [27] Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.
[29] Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.
https://bible.com/bible/306/gal.3.26-29.TB
Dari ayat-ayat tersebut di atas bisa saya simpulkan bahwa kita yang memiliki iman dalam Yesus Kristus dan telah dibaptis dalam Kristus adalah anak-anak Allah, yang juga merupakan keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.
Ada satu pemikiran yang menggelitik, apakah orang yang dari mulutnya “mengaku” dirinya Kristen, percaya kepada Kristus juga berhak menerima janji Allah? Padahal dalam hidupnya sehari-hari tidak pernah berpikir untuk hidup benar sesuai Firman Tuhan.
Ego saya berkata: “Kok enak ya?”
Apakah yang memiliki iman dan telah dibaptis dalam Kristus dan menjadi anak-anak Allah tidak memiliki kewajiban sebagai anak Allah? Apakah kasih karunia Tuhan begitu besarnya sehingga asal sudah mengaku dan dibaptis dalam Kristus akan auto-mendapat janji Allah atau warisan sebagai anak (Galatia 4)?
Saya membandingkan posisi sebagai anak di dunia, ya saya punya hak untuk dikasihi, dicintai, diajar, dibimbing, dan jika orang tua saya memiliki warisan untuk saya maka saya pun berhak untuk mendapatkan warisan tersebut.
Namun apakah sebagai seorang anak, apakah saya punya kewajiban terhadap orang tua saya?
Coba kita renungkan dan coba tuliskan, apa yang menjadi kewajiban seorang anak kepada orang tuanya?
1. ……
2. ……
3. ……
Dan seterusnya jika lebih dari 3.
Kemudian kembali kepada posisi sebagai anak-anak Allah, apakah kita juga seharusnya memiliki kewajiban kepada Allah?
Coba kita renungkan dan tuliskan juga, apa yang menjadi kewajiban kita kepada Allah?
1. …..
2. …..
3. …..
Dan seterusnya jika lebih dari 3.
Bagi saya pribadi, saya punya kewajiban-kewajiban sebagai anak Allah. Kewajiban tersebut sebenarnya tertulis di dalam Firman Tuhan, dan begitu banyak. Namun saya melihat kewajiban tersebut sebagai suatu didikan, petunjuk, arahan, dan bimbingan Tuhan kepada saya anakNya. Walaupun terkadang keras, namun saya percaya itu agar saya ingat karena pasti itu penting buat saya. Dan semua itu bukan hanya agar kita mendapatkan janji Allah, namun agar kita selamat. Karena kalau tidak selamat, bagaimana kita mau mendapatkan janji Allah itu? Benar bukan?
Saya sendiri berusaha untuk mengikuti Firman Tuhan tidak melihat sebagai suatu kewajiban namun lebih karena saya mengasihi Tuhan dan percaya kepadaNya sebagai bapak saya. Seringkali dalam banyak situasi saya pun abai, lupa, atau termakan ego dan nafsu pribadi sehingga saya tidak mengerjakan apa yang sudah Tuhan beritahukan sebelum-sebelumnya (namanya juga anak-anak ya 😊), namun saat tersadar saya berusaha segera minta maaf sama Tuhan dan berpikir bagaimana biar tidak lupa, tidak termakan ego dan nafsu kedagingan.
Saya percaya Tuhan sebagai bapak saya sangat sabar dan tidak pernah mengingkari saya apalagi meninggalkan saya. Namun saya juga tidak enak kalau terus-terusan membuat Tuhan kecewa dan sedih atas kelakuan saya yang tidak benar.
Anda sendiri, bagaimana anda melihat posisi anda sebagai anak Allah? hak dan kewajiban sebagai anak Allah?
Share di bawah ya….

Comments
One response to “35. Renungan Galatia 3 – Hak dan Kewajiban anak”
kewajiban terhadap ortu:
Mengasihi
menghormati
melindungi
menjaga nama baik
Semuanya masih dalam konteks Firman Tuhan dimana tidak melebihi kasih kita ke Tuhan ataupun tidak melanggar/merusak/menyakiti rumah tangga sendiri jika sudah berumah tangga, intinya semua dalam koridor Firman Tuhan.
kewajiban kita ke Tuhan
Mencintai / mengasihi/menghormati
Taat /pelaku Firman
membawa keluarga dalam hadirat Tuhan/mengenal Tuhan