Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: Janji Tuhan

  • Renungan Matius 1 – Mempersiapkan Kedatangan Tuhan – Jesus is coming

    Rhema dan hasil perenungan Saat Teduh pribadi saya – Matius 1

    Ayat Rhema

    ‭‭Matius‬ ‭1:17‬ ‭TB‬‬

    [17] Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

    https://bible.com/bible/306/mat.1.17.TB

    Renungan

    Dari 14×3 keturunan sejak Abraham sampai dengan Tuhan Yesus ada yang saya tahu, namun ternyata banyak juga yang saya tidak ingat siapa mereka. Saya yakin pasti ada dalam kisah-kisah di perjanjian lama.

    Janji Tuhan kepada Tuhan terus digenapi sampai sekarang. Bahwa keturunannya akan sebanyak bintang di langit dan pasir di laut.

    Namun kepada Abraham, Tuhan tidak menjanjikan akan datangnya Mesias. Janji akan datangnya Mesias ada jauh setelah Abraham meninggal. Tapi tidak ada satu pun yang tahu bagaimana Mesias itu akan datang dan kapan persisnya.

    Sekarang pun kita menerima janji bahwa Tuhan akan datang lagi, namun lagi-lagi tidak ada satu pun yang tahu kapan itu akan terjadi.

    Dalam Matius ini disebutkan keturunan langsung dari Abraham sampai dengan Tuhan Yesus – mereka memiliki dampak atau terlibat langsung. Namun pasti ada orang-orang di sekitar silsilah tersebut yang mendukung, yang support, membantu sehingga keturunan Abraham bisa sampai dengan Tuhan Yesus lahir.

    Saya membayangkan jika seandainya orang-orang yang terlibat tidak langsung itu bisa melihat bahwa apa yang mereka lakukan ternyata berkontribusi dalam sejarah umat manusia, pasti mereka akan sangat bangga.

    Nah sekarang, Tuhan mau datang lagi. Siapa tahu Tuhan datang lokasinya di kota kita, atau lokasi anak atau cucu atau generasi kita?

    Maukah kita terlibat ikut andil walaupun sederhana dalam mempersiapkan kedatangan Tuhan lagi?

    Aplikasi

    Kita tidak pernah tahu seberapa besar keterlibatan kita dalam mempersiapkan kedatangan Tuhan lagi.

    Tapi kita bisa memulai dari diri kita sendiri dan dari keluarga inti kita.

    1. Mari kita semakin hari semakin mengupayakan diri untuk hidup dalam kebenaran.
    2. Mari kita mulai mengajarkan nilai-nilai hidup dalam kebenaran itu pada anak-anak kita, melalui cerita, melalui diskusi tidak langsung (mereka mendengarkan kita saat kita diskusi dengan pasangan), dan melalui apa yang kita lakukan setiap hari (sikap dan perbuatan).

    Tuhan pasti juga ingin sebanyak mungkin orang bisa ikut terlibat dalam mempersiapkan kedatangan Tuhan, karena dengan begitu akan semakin banyak jiwa diselamatkan.

    Saya share video ini yang saya tonton 5 tahun lalu. Bayangkan jika anda adalah gembala ini. Gembala yang minder, cacat, dijauhi orang namun punya kerinduan ya g besar untuk mengenal Tuhan.

    Share apa yang anda rasakan dan pikirkan ya.

    Harapan dan Doa

    Tuhan kami ingin sekali terlibat dalam karya keselamatanMu.

    Saat ini kami mungkin tidak tahu harus apa dan harus bagaimana.

    Berikan kami arahan dan petunjuk ya Tuhan, gerakkan hati kami, berikan kami api kerinduan yang membara agar kami berani melangkah untuk mempersiapkan kedatanganMu.

    Amen

  • Kejarlah Kasih Itu

    20 Juli 2019

    Hari ini saya membaca 1 Korintus Pasal 13 dan sebagian 14.

    Saya kembali dibuat terfokus dengan banyaknya penekanan-penekanan. Saya juga dibuat membolak-balik halaman Alkitab saya.

    Pada awalnya saat sampai di bagian 1 Korintus 14:24‭-‬25 TB
    https://bible.com/bible/306/1co.14.24-25.TB

    Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua; segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: “Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu.”

    Saya merasa diingatkan kembali akan panggilan saya, sehingga saya kemudian mencoba menarik benang merah ke firman-firman (ayat-ayat) sebelumnya.

    1. Salah satu hal agar semakin banyak jiwa mengakui dan akhirnya mengimani Allah adalah setelah ia diyakinkan oleh seseorang yang menggunakan karunia bernubuat.

    2. Ditekankan juga pada ayat 1

    Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.
    1 Korintus 14:1 TB

    Okee…. berarti salah satu “senjata” yang perlu saya miliki untuk menjalankan Amanat Agung adalah Karunia untuk Bernubuat.

    Lalu bagaimana agar saya bisa memperoleh karunia tersebut ?

    Darimana ?

    Pada pasal 12 ayat 8 disebutkan

    Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.

    1 Korintus 12:8 TB
    https://bible.com/bible/306/1co.12.8.TB

    Itu berarti karunia-karunia tersebut adalah pemberian Roh Kudus.

    Akhirnya saya mengerti, itulah mengapa Gereja Mawar Sharon mengajak jemaatnya untuk memiliki hubungan yang lebih intim dengan Roh Kudus.

    Hmmm berikutnya saya dituntun untuk fokus pada kalimat “Kejarlah kasih itu”. Kalimat itu menjadi menarik, lebih menarik daripada hal karunia diatas.

    Kasih yang dikejar itu kasih apa ?

    Saya mundur lagi ke pasal 13 ayat 4 – 7.

    Kasih itu sabar;

    kasih itu murah hati;

    ia tidak cemburu.

    Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

    Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.

    Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

    Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran.

    Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

    1 Korintus 13:4‭-‬7 TB
    https://bible.com/bible/306/1co.13.4-7.TB

    Kemudian saya juga melihat lagi ayat yang pernah saya highlight :

    1. Kasih tidak berkesudahan

    2. Demikian tinggal ketiga hal ini, yaitu Iman, Pengharapan, dan Kasih, dan yang terbesar adalah kasih

    Saya kemudian mundur lagi, mulai dari ayat 1 – 3 -> saya membuat kesimpulan dari 3 ayat ini bahwa segala sesuatu tidak ada artinya dan tidak berguna jika saya tidak memiliki kasih.

    Bahkan disebutkan di ayat 2, sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia… tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

    Ditambah lagi ayat 8 : Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

    Ayat 9 : Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.

    Dari hal-hal di atas saya diberitahu bahwa (seperti pasal 14 ayat 1) sudah benar jika kita mengusahakan diri agar memperoleh karunia-karunia terutama karunia bernubuat.

    Namun saya juga diingatkan bahwa bukanlah karunia yang terutama yang menjadi fokus utama melainkan kasih.

    Bukan mengejar karunia, namun mengejar kasih.

    Kasih itu karakter. Salah satu karakter Tuhan. Jadi kalau kita memiliki misi untuk menjadi serupa dengan Tuhan karena kita mengaku adalah anak-anak Tuhan maka membentuk karakter kasih dalam diri kita adalah salah satu keharusan.

    Saat saya mencari judul untuk tulisan ini, saya penasaran dan mencari pasal yang sama di bible versi AMPC

    EAGERLY PURSUE and seek to acquire [this] love [make it your aim, your great quest]; and earnestly desire and cultivate the spiritual endowments (gifts), especially that you may prophesy (interpret the divine will and purpose in inspired preaching and teaching).

    1 Corinthians 14:1 AMPC
    https://bible.com/bible/8/1co.14.1.AMPC

    Wow, menurut saya itu bukan hanya mengejar karena kalau diterjemahkan artinya bersemangat mengejar dan berusaha untuk mendapatkan kasih ini. Sangat berbeda kan ?

    Bahkan dipesankan agar pengejaran kasih itu menjadi tujuan kita, pencarian besar kita. Sama seperti seorang pencari harta karun sedang mencari harta karun terbesar.

    Luar biasa pagi ini Tuhan berbicara melalui firmanNya dan juga penyertaan Roh Kudus saat saya merenungkan firman-firman ini.

    Ayo mari sempurnakan misi hidup kita untuk mengejar kasih.

  • Everything is POSSIBLE

    Everything is POSSIBLE

    Mark 9 : 23

    Anda pasti sudah sering membaca kisah Yesus menghadapi permintaan dari seorang Bapak, untuk kesembuhan anaknya.

    Tahukah anda ada hal yang menarik disana ?

    Yesus tergugah dengan kata-kata permintaan Bapak tersebut : Tapi jika Tuhan bisa ….

    Kita semua tahu, bahwa tidak ada yang tidak bisa bagi Tuhan, namun Yesus pada saat itu juga mengerti atas harapan yang sangat besar dan keputusasaan Bapak itu karena murid-murid Yesus tidak dapat menyembuhkan anaknya. Sehingga mulai muncul rasa tidak yakin, yang kemudian memunculkan pertanyaan seperti di atas.

    Namun Yesus menjawab : “Everything is POSSIBLE for one who is BELIEVE”

    Believe – Percaya itu yang seringkali kecil atau tidak ada. Jika sempat ada, maka menjaga dan mempertahankan keyakinan tersebut adalah perjuangan. Dibutuhkan kekuatan untuk senantiasa yakin dan percaya. Dibutuhkan hubungan spesial dan keintiman dengan Tuhan dan Roh Kudus agar senantiasa percaya.

    Maka kita harus mulai membangun hubungan yang lebih intim lagi dengan Tuhan dan Roh Kudus.

    Saat ini saya sedang membaca edisi bahasa Inggris (NIV), dan saya menemukan hal baru yang berkesan buat saya. Berbeda dengan edisi Bahasa Indonesia dan King James Version, namun saya menganggapnya juga sebagai kebenaran, bahkan hal tersebut memperkaya iman saya.

    Verse 24 NIV :

    Immediately the boy’s father exclaimed, “I do believe; help me overcome my unbelief!

    Bapak itu menyadari kesalahannya dan permintaanya bertambah yaitu meminta agar Tuhan membantunya untuk jadi percaya. Jadi lebih percaya. Memperbesar imannya.

    Bahkan tahukah anda kalau Bapak tersebut, menyesali bahkan sampai berseru dan menangis meminta hal tersebut kepada Yesus ?

    Verse 24 KJV :

    And straightway the father of the child cried out, and said with tears, Lord, I believe; help thou mine unbelief.

    Percaya, itu adalah porsi manusia. Namun saya juga percaya, Tuhan mampu membuat kita lebih percaya jika kita memintanya. Jika memang kita menginginkannya.

    Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, yang kita butuhkan hanya percaya.

    Setiap permasalahan di dalam hidup kita pasti ada jalannya.

    Bahkan untuk dosa terbesar kita, Tuhan tetap menyediakan jalan.

    “Be innocent of both outward and inward sins. Ask The Holy Spirit cleanse you through and through.” – Philip Mantofa

    Mari kita mulai dengan membaca Alkitab, 1 pasal sehari.

    Atau kalau masih terlalu banyak mulailah dengan 5 menit sehari.

    Mintalah hikmat Tuhan dari yang 5 menit itu.

    Saya percaya, Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk anda.

    Karena itulah Tuhan, tidak ada yang tidak sempurna yang berasal dari Tuhan.

    Amen.

  • BIBLE is Useless Unless Acted Upon

    BIBLE is Useless Unless Acted Upon

    Mark 4 The Parable of The Sower

    Jesus told us the parable of the sower.

    And I am sure that all of us have read the explanation about that either.

    What do you think ?

    We all want to be the good soil right? But how ? How can we be the good soil ?

    In verse 20 : They hear the message, accept it, and bear fruit…

    Does it true if we accept the message and then we change to be the good soil?

    No, no, no…. The Acceptance need to be deep one. We need to be active, not just accept by mouth, but in daily acts.

    It is useless if we said that we accept Jesus words but we still have sins.

    So if we want to be the good soil, act upon the messages, on daily basis.

    Pray for growth and Let us grow together in Christ. And let us bear fruits.

  • 2019 Message : Jesus has risen in you, don’t waste it

    2019 Message : Jesus has risen in you, don’t waste it

    Matthew 28

    Tuhan Yesus telah bangkit dari kematian ribuan tahun yang lalu.

    Tapi tahukah anda, Tuhan Yesus juga bangkit di dalam hati kita. Setiap pagi….

    Saat kita bangun pagi, sesungguhnya Tuhan sudah terlebih dahulu bangkit di hati kita.

    Mari kita mulai tahun 2019 untuk mulai belajar, atau belajar lagi. Belajar dari firman Tuhan. Belajar lagi dari Yesus.

    Kalau satu buku Alkitab dirasa berat, mari fokus pelajari Perjanjian Baru saja.

    Kalau Perjanjian Baru juga masih terasa berat, mari fokus pelajari salah satu kitab saja.

    Kalau satu kitab dirasa juga berat, ayo kita fokus pelajari kitab yang paling pendek di Perjanjian Baru yaitu Surat Yohanes yang ke dua (The Second Epistle of John). Hanya 1 1/3 halaman.

    Bacalah kitab itu setiap pagi, setiap pagi. Itu akan menjadi Goal besar setiap hari – menyelesaikan 1 kitab per hari. Bukankah terasa hebat ?

    Yesus sudah bangkit di dalam kita, biarlah bibit kecil itu terus bertumbuh besar sampai menutupi diri kita.

  • Matthew chapter 10

    Matthew chapter 10 is about mentorship.

    Jesus teach His disciples before sent them out to do what He did before. Not just teach actually, but commanded them.

    In chapters before, Jesus “show” them how to preach, heal the sick, cleanse the lepers, raise the dead, and cast out demons. None of the task He command was never shown.

    Jesus commands His disciples to models Him. To do exactly like He did.

    And to make sure the disciples to act, He command them to leave with nothing, but Faith.

    And now I ask my self, if Jesus command me personally to do like the disciples did, what will I do? How am I gonna do it?

    And He did ask me. Deep inside my heart, my heart say He did ask you to do that. To preach…. to heal the sick…. to cleanse the lepers…. to raise the dead…. and to cast out demons…. Now, have you did that? Did you preach…? Heal the sick…? Cast demons…? Have you a courage to do that? Do you have the Faith?

    So what do I have to do to have such faith ?

    1. Read God’s Love Letter everyday.

    2. Pray to ask for that Faith.

    Simple 2 things that we also need commitment to do.

    Blessed you my friend. Let’s go…

  • “Go for Extra Mile” – is Jesus’ words

    “Go for Extra Mile” – is Jesus’ words

    Luar biasa Firman Tuhan pagi ini.

    Injil Matius 5 dan 6, saya selalu suka saat membaca kedua pasal ini. Senantiasa menginspirasi dan memotivasi saya. Dan senantiasa saya gunakan saat saya memberi motivasi teman-teman saya.

    Dua pasal ini saya baru menyadari bahwa Tuhan Yesus adalah Champion of The Champion (walaupun itu terlalu kecil bagiNya). Namun Ia mengajarkan untuk selalu memberikan yang Terbaik. The best ! Bahkan The EXTREME BEST !!!

    Tidak hanya mengajarkan kita untuk melakukan sesuai yang dituliskan namun lebih dari itu.

    Wow, Praise The Lord.

    Apakah kita sudah senantiasa melakukan yang terbaik? Above the expectations ? Kepada pasangan kita, anak-anak dan keluarga kita, pekerjaan kita, bahkan kepada orang-orang yang berhubungan dengan kita.

    Masih merinding rasanya saat saya menuliskan artikel ini.

    Ayo, mari, kita berikan terbaik yang kita bisa, niscaya janji-janji Tuhan akan terjadi dalam hidup kita.

    Anda Janji ?

    Yuk…

  • Hari ke-4; Pasti Terlaksana

    Kejadian 10 – 12

    Ayat di atas adalah janji Tuhan yang saya dapatkan pada renungan saya pagi hari ini. Luar biasa ya…

    Ayat ini terdapat dalam kisah Menara Babel, disaat manusia yang waktu itu masih berkumpul dalam satu wilayah dan masih satu bahasa. Tuhan turun ke dunia untuk melihat menara yang sedang dibangun oleh manusia.

    Namun mengapa kemudian Tuhan memecah bahasa mereka dan menyebarkan mereka ke seluruh bumi? Apakah tidak lebih indah jika kita semua menjadi satu bangsa dan memiliki satu bahasa? Saya juga belum mengerti.

    Terlepas apapun rencana Tuhan pada waktu itu, saya ingin fokus pada janji Tuhan. Janji Tuhan bahwa apapun yang kita rencanakan tidak ada yang tidak terlaksana.

    Pertanyaan berikutnya ? Sudahkah membuat rencana ?

    Kebetulan masih dalam suasana Tahun Baru, kebiasaan sebagian besar orang adalah membuat Resolusi atau Impian yang ingin dicapai dalam Tahun 2017. Rencana baru dapat disusun jika kita sudah menetapkan tujuan/impian/resolusi (apapun orang menyebutnya). Bagaimana kita bisa memperoleh janji Tuhan apabila kita sendiri belum menyusun rencana ?

    Dalam ayat ini juga, saya menangkap bahwa ada syarat untuk memperoleh janji tersebut selain memiliki suatu rencana. Syarat tersebut adalah satu bangsa dan satu bahasa untuk semuanya ? Apa maksudnya ya ? Saya mengartikannya sebagai kesatuan tekad atau keyakinan atau bersepakat yang terfokus.

    Jadi kalau boleh saya simpulkan berarti Tuhan menghendaki kita memiliki rencana yang fokus atas impian-impian atau tujuan kita (bisa personal ataupun kelompok/tim). Dan kita memiliki keyakinan bersama untuk meraihnya.

    Yuk, kita buat rencana/strategi untuk tahun 2017, untuk berbagai aspek kehidupan kita. Hasilnya, kita pasrahkan kepada Tuhan dan kita syukuri apapun yang kita dapatkan.

     

    – YG; @Mercy; #iLoveMyBible