Judul dari pasal ini adalah Yerusalem yang tidak setia dengan sub judul Allah memungut Israel menjadi isteriNya.
Membaca dan merenungkan pasal ini membuat pikiran dan hati bergejolak. Mengapa ilustrasi isteri di pasal ini begitu jahat, sementara Tuhan sudah begitu baik kepadanya. Kekejian yang dibuatnya bahkan seperti dorongan impulsif, seperti sakit jiwanya.
Berikut ayat rhema yang akan menjadi bahan renungan:
Yehezkiel 16:6 TB
https://bible.com/bible/306/ezk.16.6.TB
[6] Maka Aku lalu dari situ dan Kulihat engkau menendang-nendang dengan kakimu sambil berlumuran darah dan Aku berkata kepadamu dalam keadaan berlumuran darah itu: Engkau harus hidup
Tuhan menginginkan kita hidup, jangan sampai mati dalam kegelapan.
Kondisi Israel pada saat ditemukan Tuhan diilustrasikan seperti bayi yang baru lahir dan dibuang di ladang, sendirian dalam kondisi masih berlumur darah, tali pusat belum terpotong, bahkan tidak dibedong dengan kain alis telanjang dan pasti kedinginan. Kelahirannya seperti tidak diinginkan, dibuang di ladang seperti sampah dan diharapkan supaya mati.
Kita masing-masing di saat bertemu dengan Tuhan dengan kacamata spiritual dalam kondisi yang mengenaskan, yang jika tidak ditolong sudah pasti akan mati sendirian. Penuh darah artinya diri kita penuh dengan kenajisan. Sehingga bertemu dengan Tuhan dan diselamatkan membuat kita dibersihkan dari kenajisan itu.
Tuhan telah menyelamatkan kita dari kematian. Dibuang di ladang, tanpa diberikan kain pembungkus bagi bayi baru lahir akan membuat bayi tersebut kedinginan atau hipotermia. Dan jika tidak segera dihangatkan maka resikonya adalah mati.
Hal ini menyadarkan saya bahwa saya begitu beruntung sekaligus saya merasa bahwa sesungguhnya saya itu tidak layak dan pantas saat ditemukan Tuhan. Jika Tuhan tidak menemukan saya maka saya pasti akan mati.
Tuhan tidak ingin kita mati, Tuhan sangat mengasihi kita dan ingin kita hidup. Jangan sampai kita terbuang, terhilang dan mati dalam kesendirian dan kegelapan.
Ada 3 poin yang dapat menjadi bahan renungan kita bersama:
- Bukan kita yang mencari Tuhan, namun Tuhanlah yang menemukan kita.
- Kita ditemukan dalam kondisi sendirian, najis dan hampir mati.
- Tuhan ingin kita hidup.
Oleh karena itu janganlah kita sia-siakan keselamatan yang sudah kita dapatkan dengan cuma-cuma. Kita ditemukan dalam kondisi masih bayi, artinya dalam kondisi tidak berdaya dan tidak ada satupun yang kita lakukan sebelumnya sehingga menjadikan kita layak untuk mendapatkan keselamatan, kita masih bayi – apalah yang bisa dilakukan seorang bayi.
Kita bangun hidup kita, kehidupan kita menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa berkenan bagi Allah. Bukan berusaha menjadi anak yang baik, namun sudah seharusnyalah kita menjadi anak yang baik.
Sudah sewajarnya kita menghormati, mengasihi, dan mencintai pribadi yang menyelamatkan kita, yang mengangkat kita dari kesendirian, kedinginan, kenajisan, dan hampir mati sehingga kita tetap hidup dalam perlindunganNya.
Doa:
Ya Tuhan terimakasih sudah memberikan kami pengertian, mengapa kami harus mengasihiMu. Karena Engkau Allah yang telah menyelamatkan hidup kami.
Amen.
